Artikel

Taqwa Adalah Bekal yang Terbaik

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam atas segala nikmat dan karunia-Nya yang banyak ini, sehingga  kita takkan bisa menghitungnya, benarlah firman Alloh subhanahu wata’ala:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“jika kalian menghitung nikmat Alloh niscaya tidak akan bisa menghitungnya.” (QS. Ibrohim: 18).

Dan diantara nikmat terbesar itu adalah nikmat memeluk agama Islam. Bisa dibayangkan jika seandainya kita tidak menjadi pemeluk agama yang haq ini, niscaya akan sangat merugi, karena Alloh memberikan kabar gembira berupa neraka bagi orang-orang kafir. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang Musyrik, mereka berada di neraka kekal selamanya, mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al-Bayyinah: 6).

 

Definisi Taqwa

Sebagai seorang Muslim tentu kita mesti patuh dan tunduk terhadap semua perintah dan menjauhi segala larangan dari Alloh dan Rosul-Nya. Inilah yang biasa disebut dengan taqwa, Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imron:102).

Alloh subhanahu wata’ala menyebut kata taqwa didalam Al-Quran lebih dari dua ratus lima puluh kali, bahkan ada didalam satu ayat, kata taqwa disebut dua kali  seperti yang tercantum didalam surat Al-Hasyr ayat 18. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh. Sungguh Alloh maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan taqwa adalah rasa takut  kepada Alloh,  mengamalkan isi Al-Quran, menerima (qona’ah) dengan pemberian yang sedikit dan bersiap-siap untuk menghadapi hari akhirat (Durus Yaumiyah hal. 140).

Bertaqwa Semampunya

Taqwa adalah jalan kebahagiaan, kemuliaan dan pertolongan dan siapa saja yang meninggalkannya maka bersiap-siaplah ia mendapatkan musibah dan malapetaka.  Alloh subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.”­ (QS. Al-A’rof:  96).

Tentunya dalam hal ini seseorang menjalankan keta’atan kepada Alloh sebatas kemampuan yang ia miliki, bukan dengan memaksakan diri diluar batas kemampuannya, misalnya seseorang yang tidak sanggup berdiri ketika sholat disebabkan sakit maka ia boleh melakukakannya sambil duduk, atau seseorang yang tidak menunaikan ibadah haji sampai ajalnya menjemput disebabkan kondisi fisik yang tidak kuat atau karena tidak memiliki biaya untuk perjalanan ke Baitullah maka ia tidaklah berdosa. Bukan malah sebaliknya, seperti apa yang kita dapati sekarang banyak orang-orang yang pergi menunaikan ibadah haji atau bahkan umroh dengan berhutang  dahulu, maka ini adalah sesuatu yang menyelisihi syari’at. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“maka bertaqwalah kepada Alloh sebatas kemampuanmu.” (At-Taghobun: 16).

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu.”(HR. Bukhori dan Muslim).

 

Buah Taqwa

Ketaqwaan yang dilakukan akan menghasilkan buah, diantara:

Pertama: orang yang bertaqwa akan dicintai Alloh

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

“Sebenarnya barangsiapa menepati janji dan bertaqwa, maka sungguh, Alloh mencintai orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imron: 76).

Kedua: Mendapatkan ampunan Allah

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan memberikan furqon (kemampuan membedakan antara yang haq dan yang bathil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Alloh memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29).

Ketiga: Akan senantiasa diberikan jalan keluar dari permasalahan

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“barangsiapa bertaqwa kepada Allohniscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan Dia member rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Tholaq: 1-2).

 

Keempat: Amal sholihnya diterima

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya Alloh hanya menerima amalan dari orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:”Ahlussunnah berpendapat bahwa amal sholeh akan diterima oleh Alloh hanya dari orang yang bertaqwa, amalannya murni hanya untuk Alloh, sesuai dengan perintah Alloh. Barangsiapa yang bertaqwa dalam sebuah amalan  maka ia akan diterima meskipun dalam urusan yang lain ia bermaksiat, dan barangsiapa yang tidak bertaqwa dalam sebuah amalan, maka ia tidak akan diterima, meskipun dalam urusan yang lain bertaqwa.” (Majmu fatawa 10/223, durus yaumiyah hal. 432).

 

Penutup

Inilah sekilas pembahasan tentang taqwa. Mudah-mudahan kita termasuk kedalam orang-orang yang bertaqwa, karena ia mendapatkan kemenangan hakiki, sebagaiaman firman Alloh yang artinya: “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan yang besar.” (QS. An-Naba:31). Wallahu a’lam bisshowab.

Terbit di bulletin At-Ta’lim kota Cirebon edisi 023 Tahun 2012

Penulis: Budi Marta Saudin
Artikel: www.radioassunnah.com

Komentar

comments

Powered by Facebook Comments

About Radio Sunnah Kita 94.3 FM

Radio Sunnah Kita 94.3 FM Cirebon. Saluran Radio Kajian Islam & Tilawah Al-Quran Telp (0231) 488728, SMS Online 085210943943, Telpon On Air: (0231) 488728

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>