5 Jun
Tema : Hakikat Cinta Rosul
Pembicara : Ustadz Yusuf Utsman Baisa, Lc Hafidzohullah
Tanggal : Ahad, 02 Mei 2010
“..Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [XI/523] no: 6632)
Banyak sekali hadits-hadits yang senada dengan hadits di atas, yang menekankan wajibnya mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, karena hal itu merupakan salah satu inti agama, hingga keimanan seseorang tidak dianggap sempurna hingga dia merealisasikan cinta tersebut. Bahkan seorang muslim tidak mencukupkan diri dengan hanya memiliki rasa cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saja, akan tetapi dia dituntut untuk mengedepankan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam -tentunya setelah kecintaan kepada Allah- atas kecintaan dia kepada dirinya sendiri, orang tua, anak dan seluruh manusia.
Setelah kita sedikit menyinggung tentang hukum mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada perkara yang amat penting untuk kita ketahui berkenaan dengan masalah ini, yaitu: bagaimanakah sebenarnya hakikat cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?, bagaimanakah seorang muslim mengungkapkan rasa cintanya kepada al-Habib al-Mushthafa shallallahu ‘alaihi wasallam? Apa saja yang harus direalisasikan oleh seorang muslim agar dia dikatakan telah mencintai Nabi n? Masalah ini perlu kita angkat, karena di zaman ini banyak orang yang menisbatkan diri mereka ke agama Islam mengaku bahwa mereka telah mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan telah mengagungkannya. Akan tetapi apakah setiap orang yang mengaku telah merealisasikan sesuatu, dapat diterima pengakuannya? Ataukah kita harus melihat dan menuntut darinya bukti-bukti bagi pengakuannya?” Temukan ulasan lebih lanjut pada kajian MP3 di bawah ini…
30 May
Tema : Ruhama Bainahum (Kasih Sayang)
Pembicara : Ustadz Afifi Abdul Wadud Hafidzohullah
Tanggal : Ahad, 23 Mei 2010
Tempat : Masjid Assunnah Cirebon
EO : MSI At-Tasfiyah Pondok Pesantren Assunnah Cirebon
“Persatuan umat Islam adalah dambaan setiap Muslim. semua yang menjadi penyebab perpecahan umat haruslah dihindari. sumber perpecahan adalah hawa nafsu dan godaan setan serta pengaruh dunia. karenanya kita harus kembali kepada Ajaran Al-Qur’an dan Rosul-Nya, serta pemahaman para Sahabat Nabi. Allah Subhanahu wa’ta’ala berfirman : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras kepada orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang kepada sesama mereka.” (Al-Fath: 29)
Umat Islam harus berkasih sayang dan tidak bermusuhan apalagi berbecah belah. hal itu kita teladani dari kehidupan yang harmonis dan penuh kasih sayang antara Ahlul Bait Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dengan para Sahabatnya. sampai-sampai diantara mereka saling menikahkan sebagaimana Ali Rodiallahu ‘anh menikahkan putrinya Ummu Kultsum dengan Umar Rodiallahu ‘anh. dan anak-anak Ali dinamakan Abu Bakar, Umar, Utsman dan sebagainya.
Kajian dalam MP3 ini mengupas akan kasih sayang diantara para Sahabat nabi dengan Ahlul Bait dan menjelaskan secara gamblang akan makar dan tuduhan dusta Syiah yang menyesatkan bahkan sampai mengkafirkan para sahabat.. Na’udzubillah…..
17 Nov
Tema : “Gempa Musibah atau Bencana”
Pembicara : Syaikh Masyhur Bin Hasan Alu Salman -hafidzohumallah-
Waktu : Sabtu, 17 Oktober 2009
17 Nov
Tema : “Terorisme dalam Tinjauan Syariat Islam”
Pembicara : Syaikh Ali Bin Hasan Bin Abdul Hamid Al Halaby -hafidzohullah-
Waktu : Sabtu, 17 Oktober 2009
Komentar Terbaru