<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radio Sunnah KITA 94.3 FM</title>
	<atom:link href="http://www.radioassunnah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.radioassunnah.com</link>
	<description>Radio Kajian Islam dan Tilawah Al-Quran</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 06:27:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Disunnahkan Berpakaian dengan Pakaian Penduduk Negerinya</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/disunnahkan-berpakaian-dengan-pakaian-penduduk-negerinya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=disunnahkan-berpakaian-dengan-pakaian-penduduk-negerinya</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/disunnahkan-berpakaian-dengan-pakaian-penduduk-negerinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 05:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Fikih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Disunnahkan Berpakaian dengan Pakaian Penduduk Negerinya Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa&#8217; : di 21.42 Label: Fiqh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبًا...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Disunnahkan Berpakaian dengan Pakaian Penduduk Negerinya</p>
<p>Diposkan oleh Abu Al-Jauzaa&#8217; : di 21.42<br />
Label: Fiqh<a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/baju-batik-cirebon.jpg"><img src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/baju-batik-cirebon.jpg" alt="baju batik cirebon" width="164" height="152" class="aligncenter size-full wp-image-1383" /></a></p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p class="arab">
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبًا مِثْلَهُ
</p>
<p>“Barangsiapa memakai pakaian syuhrah, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya pakaian semisal pada hari kiamat” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4029, Ibnu Maajah no. 3606-3607, dan yang lainnya; shahih].<br />
Asy-Syaukaaniy rahimahullah berkata:</p>
<p class="arab">
قال ابن الأثير : الشهرة ظهور الشيء والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم بالعجب والتكبر
</p>
<p>“Ibnul-Atsiir berkata : ‘Asy-Syuhrah adalah tampaknya sesuatu. Maksudnya bahwa pakaiannya populer di antara manusia karena warnanya yang berbeda sehingga orang-orang mengangkat pandangan mereka (kepadanya). Dan ia menjadi sombong terhadap mereka karena bangga dan takabur” [Nailul-Authaar, 2/111 – via Syamilah].<br />
Beberapa ulama menjelaskan bahwa diantara syuhrah yang dilarang dalam hadits adalah menyelisihi pakaian penduduk negerinya tanpa ‘udzur.</p>
<p class="arab">
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ، عَنِ الْحُصَيْنِ، قَالَ: كَانَ زُبَيْدٌ الْيَامِيُّ يَلْبَسُ بُرْنُسًا، قَالَ: فَسَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ عَابَهُ عَلَيْهِ، قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: إِنَّ النَّاسَ كَانُوا يَلْبَسُونَهَا، قَالَ: &#8221; أَجَلْ ! وَلَكِنْ قَدْ فَنِيَ مَنْ كَانَ يَلْبَسُهَا، فَإِنْ لَبِسَهَا أَحَدٌ الْيَوْمَ شَهَرُوهُ، وَأَشَارُوا إِلَيْهِ بِالأَصَابِعِ &#8221;
</p>
<p>Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Abbaad bin Al-‘Awwaam, dari Al-Hushain, ia berkata : Dulu Zubaid Al-Yaamiy pernah memakai burnus (sejenis tutup kepala). Lalu aku mendengar Ibraahiim mencelanya karena perbuatannya yang memakai burnus tersebut. Aku berkata kepada Ibraahiim : “Sesungguhnya orang-orang dulu pernah memakainya”. Ibraahiim berkata : “Ya. Akan tetapi orang-orang yang memakainya sudah tidak ada lagi. Apabila ada seseorang yang memakainya hari ini, maka ia berbuat syuhrah dengannya. Lalu orang-orang berisyarat dengan jari-jari mereka kepadanya (karena heran)” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no. 25655; sanadnya shahih].<br />
Ibnu Baththaal rahimahullah berkata:</p>
<p class="arab">
فالذى ينبغى للرجل أن يتزى فى كل زمان بزى أهله ما لم يكن إثمًا لأن مخالفة الناس فى زيهم ضرب من الشهرة
</p>
<p>“Yang seharusnya dilakukan seseorang adalah ia berpakaian di setiap masa dengan pakaian orang-orang yang hidup di masa tersebut sepanjang tidak terkandung dosa, karena penyelisihan terhadap pakaian yang dipakai oleh orang banyak termasuk syuhrah” [Syarh Shahih Al-Bukhaariy, 17/144 – via Syamilah].<br />
Al-Mardawiy rahimahullah berkata:</p>
<p class="arab">
يكره لبس ما فيه شهرة, أَو خلاف زي بلده من الناس, على الصحيح من المذهب
</p>
<p>“Dimakruhkan memakai sesuatu yang menimbulkan syuhrah/popularitas atau menyelisihi pakaian penduduk negeri setempat berdasarkan pendapat yang shahih dari madzhab (Hanaabilah)” [Al-Inshaaf, 2/263].<br />
As-Safaariiniy rahimahullah berkata:</p>
<p class="arab">
ونص الإمام أحمد رضي الله عنه على أنه لا يحرم ثوب الشهرة ، فإنه رأى رجلا لابسا بردا مخططا بياضا وسوادا ، فقال : ضع هذا ، والبس لباس أهل بلدك ، وقال : ليس هو بحرام ، ولو كنت بمكة ، أو المدينة لم أعب عليك . قال الناظم رحمه الله : لأنه لباسهم هناك
</p>
<p>“Dan Al-Imaam Ahmad radliyallaahu ‘anhu bahwa beliau tidak mengharamkan pakaian syuhrah.[1] Beliau pernah melihat seorang laki-laki yang memakai kain dengan motif garis-garis putih dan hitam, lalu berkata : “Lepaskanlah kain ini dan pakaialah pakaian penduduk negerimu”. Beliau kembali berkata : “Memakainya tidaklah haram. Seandainya engkau berada di Makkah atau di Madiinah, maka tidak mengapa engkau memakainya”. An-Naadhim (Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abdil-Qawiy Al-Mardawiy Al-Hanbaliy) rahimahullah berkata : “Karena ia merupakan pakaian mereka di sana” [Ghidzaaul-Albaab, 2/126].</p>
<p class="arab">
أنه يكره له لبس غير زي بلده بلا عذر كما هو منصوص الإمام
</p>
<p>“Dibenci baginya memakai pakaian yang bukan model pakaian (penduduk) negerinya tanpa ‘udzur, sebagaimana dikatakan oleh Al-Imaam (Ahmad)” [idem, 2/182].<br />
Ibnul-‘Utsaimiin rahimahullah berkata:</p>
<p class="arab">
أن موافقة العادات في غير المحرم هي السنة؛ لأن مخالفة العادات تجعل ذلك شهرة، والنبي صلّى الله عليه وسلّم نهى عن لباس الشهرة
</p>
<p>“Bahwasannya mencocoki kebiasaan yang tidak mengandung keharaman merupakan sunnah, karena penyelisihan terhadap kebiasaan menjadikannya syuhrah. Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang pakaian syuhrah” [Asy-Syarhul-Mumti’, 6/67 – via Syamilah].<br />
Satu hal penting yang perlu digarisbawahi dalam hal berpakaian dengan pakaian yang lazim dipakai oleh penduduk negeri adalah tidak mengandung keharaman.[2]<br />
Berkenaan dengan penjelasan para ulama di atas, maka nampaklah kekeliruan sebagian saudara kita yang melarang dan membenci berpakaian yang lazim dipakai oleh penduduk negeri kita, baik dalam shalat ataupun di luar shalat. Kesesuaian pakaian dengan pakaian penduduk Saudi[3] atau Pakistan[4] dipandang sebagai bentuk kesesuaian terhadap Islam dan/atau manhaj salaf. Bahkan yang dianjurkan adalah berpakaian dengan pakaian penduduk negeri kita, seperti misal : kemeja, batik, sarung, songkok, celana panjang, kaos, dan yang lainnya sepanjang memenuhi persyaratan yang diatur syari’at. Jika memang mengandung keharaman, maka kita dapat memodifikasinya agar sesuai dengan syari’at. Misalnya : celana/pantalon kita buat lebih longgar dan kita potong di atas mata kaki, motif batik kita pilih yang soft dan tidak bergambar makhluk hidup, kaos kita pilih yang longgar dan lebih tebal, dan yang lainnya.[5]<br />
Berikut ada penjelasan menarik dari Al-Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidhahullah terkait tema[6] :<br />
Semoga artikel singkat ini ada manfaatnya.<br />
Wallaahu a’lam.<br />
[abul-jauzaa’ – perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor – 22051434/02042013 – 20:34].<br />
Silakan baca artikel terkait : Siapa Bilang Peci Hitam Dilarang ? dan Seragam Salafiy.</p>
<p>[1] Pembahasan hukum pakaian syuhrah perlu pembahasan tersendiri, karena sebagian ulama berpendapat haram sesuai dhahir hadits yang dibawakan di awal artikel.<br />
[2] Seperti misal : menampakkan aurat, tipis/transparan, isbaal, bergambar makhluk hidup, dan yang lainnya.<br />
[3] Seperti model berikut :<a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/jubah-saudi.jpg"><img src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/jubah-saudi.jpg" alt="jubah saudi" width="221" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-1384" /></a></p>
<p>[4] Seperti model berikut :<a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/baju-pakistan.jpg"><img src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/baju-pakistan.jpg" alt="baju pakistan" width="225" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-1385" /></a></p>
<p>[5] Pun seandainya rekan-rekan ingin tetap mengenakan pakaian gamis model Saudi atau Pakistan, sangat dipersilakan jika memang di tempat antum pakaian tersebut tidak dianggap asing. Hanya saja menjadi aneh ketika ada sebagian rekan yang terlalu ofensif dalam mengkritik orang yang tidak berpakaian seperti dirinya dan mencapnya sebagai kelompok Sururiy yang ‘terlalu ingin’ dakwahnya diterima masyarakat.<br />
[6] Sayangnya, penjelasan beliau yang begitu jelas ini pun mesti disalahpahami sebagian orang yang salah paham, baik dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Mereka katakan bahwa beliau telah mencela sebagian ikhwan yang memakai gamis panjang dan mengatakan telah tasyabbuh dengan Amitab Bachan, selebriti Hindustan. Laa haula walaa quwwata illaa billaah.<br />
Coba perhatikan baik-baik, dengar pelan-pelan, dan kalau perlu diulang 10 kali ulangan.</p>
<p class="arab">
وكم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم
</p>
<p>“Betapa banyak orang yang mencela perkataan yang benar<br />
dan sebabnya adalah pemahaman yang salah/buruk”.</p>
<p>disalin Oleh DS dari :http://abul-jauzaa.blogspot.com/2013/04/disunnahkan-berpakaian-dengan-pakaian.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/disunnahkan-berpakaian-dengan-pakaian-penduduk-negerinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Putus Asa karena Allah Mengampuni Semua Dosa</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/jangan-putus-asa-karena-allah-mengampuni-semua-dosa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jangan-putus-asa-karena-allah-mengampuni-semua-dosa</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/jangan-putus-asa-karena-allah-mengampuni-semua-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 09:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Akhi muslim saudara-saudaraku yang beriman yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala. Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? siapa diantara kita yang tidak pernah...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p>Akhi muslim saudara-saudaraku yang beriman yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala. Siapa diantara kita yang tidak pernah berbuat dosa? siapa diantara kita yang tidak pernah melanggar perintah Allah subhanahu wata’ala? setiap kita pasti berbuat dosa, dan ini telah dinyatakan oleh nabi sallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p class="arab">&#8230;كل ابن آدم خطاء </p>
<p>Setiap anak adam <span class="arab">خطاء</span>, dan <span class="arab">خطاء</span> dalam bahasa arab artinya senantiasa terjerumus dalam dosa, akan tetapi kata nabi sallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p class="arab"> وخير الخطَّائين التوّابون</p>
<p>Dan orang-orang yang berdosa yang terbaik di antara mereka adalah yang bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala.</p>
</p>
<p>Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak saudaraku untuk merenungkan tentang luasnya rahmat Allah subhanahu wata’ala, agar jangan sampai terbetik sedikitpun dalam hati kita, keraguan untuk kembali kepada Allah, keraguan untuk bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala.</p>
<p>Karena kita sama-sama tau, sayapun menyadari , anda pun menyadari. Seringkali iblis datang membisikkan dalam hati kita, membuat kita ragu untuk kepada Allah subhanahu wata’ala, membisikkan kepada kita bahwasanya dosa kita terlalu besar, bahwasanya Allah tidak akan mengampuni dosa yang telah kita lakukan, ketahuilah bahwasanya itu semua hanyalah tipuan iblis.</p>
<p>Tuhan kita, robbul ‘alamin adalah Dzat yang sangat sayang kepada hamba-hambanya, dan senang kepada orang yang bertaubat kembali kepadanya, sampai-sampai dalam suatu hadits, nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p class="arab">
قال الرسول صلى الله عليه وسلم: والذي نفسي بيده لو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم غيركم يذنبون فيستغفرون الله فيغفر لهم
</p>
<p>Kalau seandainya kalian tidak berdosa, maka Allah akan menjadikan kalian musnah, akan membuat kalian hilang, kemudian Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mereka berdosa, kemudian mereka beristigfar bertaubat kepada Allah, kemudian Allah akan mengampuni mereka.</p>
<p>Lihatlah hadits ini! Ternyata Allah subhanahu wata’ala senang dengan hamba-hambanya yang bertaubat yang kembali kepada Allah subhanahu wata’ala. Oleh karenanya kenapa kita ragu tatkala kita terjerumus dalam kesalahan untuk bertaubat kepada Allah untuk mengucapkan.. <span class="arab">استغفر الله العظيم </span>.. kenapa kita mesti ragu?<br />
Saya akan mengajak diri saya sendiri dan anda untuk merenungkan tentang luasnya rahmat Allah subhanahu wata’ala. Ada sebuah ayat dalam Al-quran yang dinamakan oleh para salaf dengan..<span class="arab"> أرجى آية في كتاب الله </span>..ayat yang sangat memberi harapan, yang paling memberikan harapan kepada hamba-hamba Allah subhanahu wata’ala.</p>
<p>Ayat apakah itu? Allah subhanahu wata’ala berfirman:</p>
<p class="arab">
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
</p>
<p>(Al-Quran Surat Az-Zumar : 53)</p>
<p>Nidaaun robbani, seruan ilahi, panggilan Allah subhanahu wata’ala kepada siapa? Kepada hamba-hamba Allah yang berlumuran dosa, kepada hamba-hamba Allah yang tenggelam dalam kenistaan, Allah seru mereka dengan panggilan penuh rahmat. Kata Allah subhanahu wata’ala <span class="arab">قُلْ يَا عِبَادِيَ </span>wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, LIHAT! Mereka terjerumus kedalam kemaksiatan tapi Allah tetap memanggil mereka dengan hamba-hambaku, Allah masih mengakui mereka sebagai hamba- hamba Allah sementara mereka bermaksiat, sementara mereka melanggar perintah Allah subhanahu wata’ala, sementara mereka membangkang dengan perintah Allah subhanahu wata’ala, Allah masih mengakui mereka sebagai hamba-hambanya.</p>
<p>Kemudian Allah berkata apa?<span class="arab"> الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ </span>Yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, Allah tidak menyatakan hamba-hambaku yang berdosa, tetapi Allah menyatakan hamba-hambaku yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, artinya terjerumus / bergelimang dalam dosa-dosa yang begitu banyak, kemudian apa kata Allah..<span class="arab"> لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ</span>..janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah subhanahu wata’ala, jangan sekali-kali terbetik dalam hati kita putus asa dari rahmat Allah, dari kasih sayang Allah subhanahu wata’ala..<span class="arab"> إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا</span>.. sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala mengampuni seluruh dosa, lalu Allah tutup panggilan robbani ini dengan firmannya ..<span class="arab"> إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ </span>. sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala maha pengampun lagi maha penyayang.</p>
<h3>Video Terkait:</h3>
<p><iframe width="560" height="355" frameborder="0" class="youtube-container" allowfullscreen="" src="http://www.youtube.com/embed/mNxtiHbvF2g?rel=0"></iframe></p>
<p>Ditulis dari Video Ceramah Singkat: Jangan Putus Asa karena Allah Mengampuni Semua Dosa &#8211; Ustadz Firanda Andirja, MA. &#8211; Yufid.TV</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/jangan-putus-asa-karena-allah-mengampuni-semua-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donasi Dakwah Radio Sunnah Kita FM &#8211; 2013</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/donasi-dakwah-radio-sunnah-kita-fm-2013/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=donasi-dakwah-radio-sunnah-kita-fm-2013</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/donasi-dakwah-radio-sunnah-kita-fm-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 23:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penting]]></category>
		<category><![CDATA[amal jariyah]]></category>
		<category><![CDATA[assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah jariyah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[BIsmillah, Assalaamu alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh. Jazaakumullohu khoiron kami ucapkan kepada seluruh Donatur yang telah mendoakan dan beramal Jariyah untuk RAC mengudara kembali. Kini RAC telah mengudara dengan nama KITA...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/donasi-dakwah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1360" alt="donasi dakwah" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/donasi-dakwah.jpg" width="620" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">BIsmillah,<em> Assalaamu alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jazaakumullohu khoiron</em> kami ucapkan kepada seluruh Donatur yang telah mendoakan dan beramal Jariyah untuk RAC mengudara kembali. Kini RAC telah mengudara dengan nama <a title="Radio Sunnah KITA FM Cirebon" href="http://radioassunnah.com">KITA FM</a> di frekuensi <strong>94,3 MHz.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kini RAC kembali mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam sedekah jariyah berikutnya berupa operasional bulanan rutin, yang mana dari <strong>Rp.22.410.000,-</strong> / bulan masih dibutuhkan / minus <strong>Rp.9.910.000,-.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi <em>Anda </em> yang membutuhkan surat resmi, silahkan kirimkan email untuk kami kirimkan surat nya ke nomor <strong>0811 20 20 98</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Baarokalloohu fiikum wa maalikum wa ahliikum</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mudir_didings</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/donasi-dakwah-radio-sunnah-kita-fm-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Masjid Assunnah 2</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/pembangunan-masjid-assunnah-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pembangunan-masjid-assunnah-2</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/pembangunan-masjid-assunnah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 06:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penting]]></category>
		<category><![CDATA[ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[amal jariyah]]></category>
		<category><![CDATA[assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah salafi]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[nyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Masjid Assunnah II]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sodaqoh]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1337</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warohmatullah wabarokatuh. Informasi bagi anda yang ingin berpartisipasi dalam membangun masjid di Pondok pesantren Assunnah 2. Pondok pesantren Assunnah insya Allah akan melanjutkan pembangunan masjid yang membutuhkan dana kisaran...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamu&#8217;alaikum warohmatullah wabarokatuh.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Informasi bagi anda yang ingin berpartisipasi dalam membangun masjid di Pondok pesantren Assunnah 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Pondok pesantren Assunnah insya Allah akan melanjutkan pembangunan masjid yang membutuhkan dana kisaran 250 juta rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bantuan bisa berbentuk tunai / transfer ataupun berbentuk material seperti:<br />
- Semen<br />
- Pasir<br />
- Besi<br />
- Genteng<br />
- Tenaga<br />
- dll</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk bantuan secara transfer bisa anda salurkan melalui:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rekening BNI Syariah</strong><br />
<strong> Atas Nama: Yayasan Assunnah Cirebon</strong><br />
<strong> No Rekenening: 0216362569</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga berkenan dan <em>jazakumullahu khoiron.</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Galeri Masjid Assunnah 2</strong><br />
<img alt="Masjid Assunnah 2" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/Masjid-Assunnah-2-02.jpg" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Masjid Assunnah II</strong><br />
<img alt="Masjid Assunnah 2" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/Masjid-Assunnah-2-01.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/pembangunan-masjid-assunnah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Kampoeng Moeslim di Ponpes Assunnah Lho&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/ada-kampoeng-moeslim-di-ponpes-assunnah-ii-lho/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ada-kampoeng-moeslim-di-ponpes-assunnah-ii-lho</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/ada-kampoeng-moeslim-di-ponpes-assunnah-ii-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 03:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penting]]></category>
		<category><![CDATA[kampoeng moeslim 3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1321</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Menghadirkan kreatifitas kegiatan dakwah Ahlussunnah dengan berbagai cara dan tema merupakan kreatifitas yang harus dilakukan sesuai dengan perkembangan tekhnologi, kondisi, dst. Nah, di Cirebon, Yayasan Assunnah Cirebon menyelenggarakan sebuah...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bismillah,<br />
Menghadirkan kreatifitas kegiatan dakwah Ahlussunnah dengan berbagai cara dan tema merupakan kreatifitas yang harus dilakukan sesuai dengan perkembangan tekhnologi, kondisi, dst. Nah, di Cirebon, Yayasan Assunnah Cirebon menyelenggarakan sebuah parade kegiatan dakwah dan sosial berupa paket kegiatan Bazar dan Dakwah Kampung Muslim III.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Panitia Kampung Muslim, Bapak Hilmi Ashodiqi, SPd, Kampung Muslim di Assunnah ini akan berlangsung untuk kali yang ke tiga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam parade kegiatan ini berlangsung beberapa acara diantaranya, Tabligh akbar, Khitanan masal, Santunan Yatim, Pembagian Sembako, Donor Darah, Seminar Herbal, BAzar, dll.<br />
Masih menurut Pak Hilmi, acara ini berlangsung mulai tanggal 16 Juni sd 23 Juni 2013. Dan beliau menggugah para donatur/ aghniya dan Muhsinin agar dapat turut serta untuk mensukseskan acara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun untuk proposal dan informasi silahkan menghubungi Bapak Hilmi Shodiqi di 081217545759.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/kampoeng-moeslim-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1334" alt="kampoeng moeslim 3" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/kampoeng-moeslim-3.jpg" width="620" height="346" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/ada-kampoeng-moeslim-di-ponpes-assunnah-ii-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Sasaran Sedekah Jariyah? Sumbang Masjid Assunnah II Saja&#8230;..</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/mencari-sasaran-sedekah-jariyahsumbang-masjid-assunnah-ii-saja/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mencari-sasaran-sedekah-jariyahsumbang-masjid-assunnah-ii-saja</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/mencari-sasaran-sedekah-jariyahsumbang-masjid-assunnah-ii-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 02:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penting]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah jariyah masjid assunnah II]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Ponpes Assunnah Cirebon saat ini sedang menyelenggarakan pembangunan Masjid Assunnah II di Komplek PP Assunnah II Cirebon. Dengan Luas 10 x 16 m2 saat ini sedang dilangsungkan pembangunan untuk...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bismillah,</p>
<p style="text-align: justify;">Ponpes Assunnah Cirebon saat ini sedang menyelenggarakan pembangunan Masjid Assunnah II di Komplek PP Assunnah II Cirebon. Dengan Luas 10 x 16 m2 saat ini sedang dilangsungkan pembangunan untuk lantai II. Menurut Ustadz Muhammad Toharo,Lc sebagai pengasuhnya, masjid ini diperkirakan dapat menampung 400 orang siswa / santri putra setiap hari dalam shalat berjamaah lima waktu dan akan dipergunakan untuk tempat belajar tahsin, tahfidz dan pelajaran halaqoh ilmiyah para siswa dan santrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beliau, untuk pembangunan masjid Assunnah II dibutuhkan dana sekitar 250 Juta. Dan beliau menganjurkan setiap MUslim yang mempunyai kelebihan rizki untuk dapat berperan serta dalam sedekah jariyah ini baik dalam bentuk dana atau bahan / material bangunan berupa Batu, bata, keramik, pasir,baja ringan,semen dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun untuk informasi silahkan menghubungi nomor Kasubid Sosial PP Assunnah Cirebon 087829531095.DS</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/masjid-assunnah-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1323" alt="masjid assunnah 2" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2013/05/masjid-assunnah-2.jpg" width="620" height="336" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/mencari-sasaran-sedekah-jariyahsumbang-masjid-assunnah-ii-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>( Kajian Mp3) Muqaddimah Pembahasan Kitab Subulus Salam</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-muqaddimah-pembahasan-kitab-subulus-salam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kajian-mp3-muqaddimah-pembahasan-kitab-subulus-salam</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-muqaddimah-pembahasan-kitab-subulus-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 09:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam - Radio Assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Alhamdulillah kami bisa menghadirkan kajian dari pembahasaan kitab subulussalam yang disiarkan pada hari jum’at malam sabtu edisi tanggal 23 Jumadil Akhir 1434 H atau 3 Mei 2013 bersama Ustadz...]]></description>
	
<div id="mp3_jplayer_items" style="position:relative;overflow:hidden;">
	<div id="mp3_jplayer_1_8" style="left:-999em;"></div>
</div>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, Alhamdulillah kami bisa menghadirkan kajian dari pembahasaan kitab subulussalam yang disiarkan pada hari jum’at malam sabtu edisi tanggal 23 Jumadil Akhir 1434 H atau 3 Mei 2013 bersama Ustadz Tata Abdul Ghoni <i>Hafidzohullahhu ta’ala.</i></p>
<p>Untuk lebih jelasnya, bisa Anda dengarkan kajian yang sangat bermanfaat ini dan bisa juga anda unduh di bawah ini:</p>


<div id="wrapperMI_0" class="wrap-MI " style="position: relative; padding:5px 0px 40px 0px; margin:0px; width:98%;">
	<div class="jp-innerwrap">
		<div class="innerx"></div>
		<div class="innerleft"></div>
		<div class="innerright"></div>
		<div class="innertab"></div>

		<div class="jp-interface" id="interfaceMI_0">
			<div class="MI-image" id="MI_image_0"></div>
			<div id="T_mp3j_0" class="player-track-title"></div>
			<div class="MIsliderVolume" id="vol_mp3j_0"></div>
			<div class="bars_holder">
				<div class="loadMI_mp3j" id="load_mp3j_0"></div>
				<div class="poscolMI_mp3j" id="poscol_mp3j_0"></div>
				<div class="posbarMI_mp3j" id="posbar_mp3j_0"></div>
			</div>
			<div id="P-Time-MI_0" class="jp-play-time"></div>
			<div id="T-Time-MI_0" class="jp-total-time"></div>
			<div id="statusMI_0" class="statusMI"></div>
			<div class="transport-MI"><div class="buttons_mp3j" id="playpause_mp3j_0">Play Pause</div><div class="stop_mp3j" id="stop_mp3j_0">Stop</div><div class="Next_mp3j" id="Next_mp3j_0">Next&raquo;</div><div class="Prev_mp3j" id="Prev_mp3j_0">&laquo;Prev</div></div>
			<div id="download_mp3j_0" class="dloadmp3-MI"></div>
			<div class="playlist-toggle-MI" id="playlist-toggle_0">HIDE PLAYLIST</div>
			
			<div id="mp3j_finfo_0" class="mp3j-finfo" style="display:none;">
				<div class="mp3j-finfo-sleeve">
					<div id="mp3j_finfo_gif_0" class="mp3j-finfo-gif"></div>
					<div id="mp3j_finfo_txt_0" class="mp3j-finfo-txt"></div>
					<div class="mp3j-finfo-close" id="mp3j_finfo_close_0">X</div>
				</div>
			</div>
			<div id="mp3j_dlf_0" class="mp3j-dlframe" style="display:none;"></div>
			<div class="mp3j-popout-MI" id="lpp_mp3j_0" style="visibility: visible;"></div>
		</div>
	</div>
	
	<div class="listwrap_mp3j" id="L_mp3j_0">
		<div class="playlist-wrap-MI">
			<div class="playlist-colour"></div>
			<div class="playlist-wrap-MI">
					<ul class="UL-MI_mp3j" id="UL_mp3j_0"><li></li></ul>
			</div>
		</div>
	</div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-muqaddimah-pembahasan-kitab-subulus-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekaman Muhadharah Syaikh Abdurrazzaq di Indonesia 2013</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/rekaman-muhadharah-syaikh-abdurrazzaq-di-indonesia-2013/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rekaman-muhadharah-syaikh-abdurrazzaq-di-indonesia-2013</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/rekaman-muhadharah-syaikh-abdurrazzaq-di-indonesia-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 05:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[biografi syaikh abdurrozaq]]></category>
		<category><![CDATA[download daurah syaikh abdurrozaq]]></category>
		<category><![CDATA[download kajian syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[muhadharah syaikh abdurrozaq]]></category>
		<category><![CDATA[rekaman audio muhadharah syaikh abdurrozaq di istiqlal]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh abdurrozaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang telah banyak memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kita semuanya. Terutama nikmat Iman dan Islam, juga nikmat ketika kita mengenal Sunnah...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bismillah. <em>Alhamdulillah</em> segala puji bagi Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> yang telah banyak memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kita semuanya. Terutama nikmat Iman dan Islam, juga nikmat ketika kita mengenal Sunnah dan Dakwah Salafiyah yang penuh berkah ini sebagai jalan yang lurus jalan yang telah ditempuh oleh Rasul dan para Sahabatnya juga para pengikut Beliau setelahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama beberapa tahun terakhir ini, Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia sering kedatangan para ulama ahlussunnah dari negara Timur Tengah. Dan salah satunya adalah Syaikh Abdurrozak bin Abdil Muhsin Alu Badr <em>Hafidzohullahu Ta&#8217;ala</em>. Dan Alhamdulilllah di tahun 2013 ini Beliau telah kembali hadir ke Indonesia untuk melakukan safari dakwah ke beberapa kota besar di Indonesia. Banyak sekali faidah dari kehadiran Beliau, karena dengan kehadiran Beliau kita bisa mendengarkan pelajaran dan nasihat langsung dari Ulama Ahlussunnah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1287"></span>Di postingan ini, Insya Allah Anda bisa menyimak dan mendengarkan kumpulan rekaman Beliau dan sebelumnya alangkah baiknya kita lebih dulu mengenal Biografi Syaikh Abdurrozaq <em>Hafidzohullahu</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nasab dan Kelahiran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nama lengkap beliau Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin ‘Utsman Al Abbad Alu Badr. Adapun Al Abbad adalah <em>laqb</em> dari kakek buyut beliau, Abdullah bin Hamd, beliau ber-<em>intisab</em> kepadanya. Sedangkan Alu Badr merupakan sebutan untuk keturunan Alu Jalas dari Kabilah ‘Utrah salah satu kabilah Al-‘Adnaniyah. Nenek beliau adalah putri dari Sulaiman bin ‘Abdullah Alu Badr.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau dilahirkan pada  tanggal 22/11/1382 H di desa Zulfi (300 km dari utara Riyadh), Provinsi Riyadh, Saudi Arabia.  Beliau tumbuh dan dewasa di desa ini dan belajar baca tulis di sekolah yang diasuh oleh ayah beliau sendiri. Keluarga beliau adalah <a href="http://muslim.or.id/biografi/biografi-syaikh-prof-dr-abdurrazzaq-bin-abdil-muhsin-al-abbad-al-badr.html#">keluarga</a> ‘alim yang sangat perhatian pada ilmu agama. Ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad <em>hafizhahullah</em>, adalah ulama besar ahli <a href="http://muslim.or.id/hadits">hadits</a> yang diakui keilmuannya di zaman ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pendidikan dan Guru</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beliau menuntut ilmu di jenjang universitas khususnya dalam bidang <a href="http://muslim.or.id/tag/aqidah">Aqidah</a> sampai meraih gelar Doktoral. Beliau juga menimba <a href="http://muslim.or.id/tag/ilmu">ilmu</a> dari para ulama besar Saudi Arabia, diantaranya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Ayah beliau, al-Allâmah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd <em>hafizhahullâh</em></li>
<li>Al-Allamah Asy Syaikh ’Abdul ‘Aziz bin Baaz <em>rahimahullah</em></li>
<li>Al-Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin <em>rahimahullah<br />
</em></li>
<li>Fadhîlatusy Syaikh ‘Alî Nâshir Faqîhî <em>hafizhahullâh</em></li>
<li>Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdullâh al-Ghunaimân <em>hafizhahullâh</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Aktivitas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beliau adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang <a href="http://muslim.or.id/aqidah">Aqidah</a> di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjidil <del>Haram</del> Nabawi, yang tidak sembarang ulama diizinkan mengajar di sana. Beliau pun aktif menjadi narasumber di majelis pengajian yang disiarkan televisi dan radio Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi <a href="http://muslim.or.id/info-dauroh-dan-kajian">kajian</a> rutin di <a href="http://radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a> yang diterjemahkan oleh para asatidz Indonesia yang belajar di Saudi Arabia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Karya Tulis</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Fiqhu ad-Da’iyah wal Adzkâr</em></li>
<li><em>Adz Dikru Wad Du’a</em></li>
<li><em>Adzkar Ashalah Wad Du’a</em></li>
<li><em>Al-Haj wa Tahdzîbun Nufus</em></li>
<li><em>Tadzkiratul Mu`tasî Syarh ‘Aqîdah al-Hâfizh ‘Abdil Ghanî al-Maqdisî</em></li>
<li><em>Syarh Hâsiyah Abî Dâwud</em></li>
<li><em>Al-Atsar al-Masyhûr ‘anil Imâm Mâlik fî Shifatil Istiwa</em></li>
<li><em>Al-Qaulus Sadîd fîr Raddi ‘ala Man Ankara Taqsîmat Tauhîd</em></li>
<li><em>At-Tuhfatus Sanîyah Syarh Manzhûmah Ibnu Abî Dâwud al-Ha’iyah</em></li>
<li><em>Asbaab Ziyaadatil Imaan wa Nuqsaanihi</em></li>
<li><em>Taammulat Fii Mumatsalah Al Mu’min Lin Nakhlah</em></li>
<li><em>Dirasat Fi Baqiyyatis Shalihat</em></li>
<li>dll.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ceramah beliau yang direkam</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Syarah <em>Qawa’idul Mutslaa</em></li>
<li>Syarah <em>Al Kaliimi ath Thayyibi</em></li>
<li>Syarah <em>Qawa’id Asma-il Husna libni Qayyim</em></li>
<li>Syarah <em>Al Haasyiyah libni Abi Daud</em></li>
<li><em>Tadzkiratul Mu`tasî Syarh ‘Aqîdah al-Hâfizh ‘Abdil Ghanî al-Maqdisî</em></li>
<li>Syarah <em>Adabul Mufrad</em>, Imam Al Bukhari</li>
<li>Syarah <em>Kitabul Fushul Fii Siratir Rasul</em>, Ibnu Katsir</li>
<li>dll.</li>
</ol>
<div style="text-align: justify;"><strong>Website Resmi</strong></div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://www.al-badr.net/web/index.php">http://www.al-badr.net/web/index.php</a></div>
<p style="text-align: justify;">Dari artikel &#8216;<a href="http://muslim.or.id/biografi/biografi-syaikh-prof-dr-abdurrazzaq-bin-abdil-muhsin-al-abbad-al-badr.html">Biografi Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr — Muslim.Or.Id</a>&#8216;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikut ini kami hadirkan rekaman muhadharah yang disampaikan oleh Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-’Abbad Al-Badr <em>hafizhahumallah</em> selama kunjungan Dakwah beliau pada tahun 2013 ini. Semoga kita bisa mengambil manfaat darinya.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><a href="http://www.4shared.com/mp3/jTe5-IS6/3_Keutamaan_Masjid_Syaikh_Abdu.html" target="_blank">Keutamaan dan Keagungan Masjid</a> [Penerjemah : Ust. Badrusalam]</li>
<li><a href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Cinta%20Rasulullah%20%28Tabligh%20Akbar%20Masjid%20Istiqlal%20Jakarta%202013%29/Cinta%20Rasulullah%20%28Tabligh%20Akbar%20Syaikh%20Abdurrazzaq%20Al-Badr%20di%20Masjid%20Istiqlal%202013%29.mp3?l=12" target="_blank">Cinta Rasulullah</a> [Penerjemah : Ust. Badrusalam]</li>
<li><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Tidak%20Akan%20Beruntung%20Para%20Tukan%20Sihir/21%20april%202013%20-%20tidak%20akan%20beruntung%20para%20tukang%20sihir.mp3?l=12" target="_blank">Para Penyihir Tidak Akan Pernah Beruntung</a> [Penerjemah : Ust. Muhammad Nur Ihsan]</li>
<li><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Bahaya%20Harta%20Haram/22%20april%202013%20-%20bahaya%20harta%20haram%20syeikh%20abdurrazzaq%20-%2040kbps.mp3?l=12" target="_blank">Larangan Memakan Harta Haram</a> [Penerjemah : Ust. Muhammad Nur Ihsan]</li>
<li><a href="https://www.box.com/s/33npkggf27jhgyugcguq" target="_blank">Faidah dan Buah Keimanan</a> [Penerjemah : Ust. Dasman Yahya Ma'ali]</li>
<li><a href="https://www.box.com/s/oi4wsb4brk8a6wcumblh" target="_blank">Pelajaran dari Wafatnya Nabi</a> [Penerjemah : Ust. Aspri Rahmat Azal]</li>
<li><a href="https://www.box.com/s/if8r1mjfodnebosfwiba" target="_blank">Islam Adalah Agama Akhlaq</a> [Penerjemah : Ust. Mukti Ali]</li>
<li><a href="http://www.al-badr.net/web/index.php?page=lecture&amp;action=category&amp;category=246" target="_blank">Daurah Kitab “Tajridu At-Tauhid”</a> (Rekaman Kajian Bahasa Arab dari Web beliau) <a href="http://www.facebook.com/bangdani/posts/10200961544671218" target="_blank">info</a></li>
<li><a href="https://www.box.com/s/gkafkbvpkmahdl6ihhbh" target="_blank">Khutbah Jum’at “Syukur, Sabar &amp; Istighfar”</a></li>
</ol>
<p><a href="http://abangdani.wordpress.com/2013/04/24/audio-rekaman-muhadharah-syaikh-abdurrazzaq-di-indonesia-2013-update/"><strong>Sumber</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/rekaman-muhadharah-syaikh-abdurrazzaq-di-indonesia-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Cinta%20Rasulullah%20%28Tabligh%20Akbar%20Masjid%20Istiqlal%20Jakarta%202013%29/Cinta%20Rasulullah%20%28Tabligh%20Akbar%20Syaikh%20Abdurrazzaq%20Al-Badr%20di%20Masjid%20Istiqlal%202013%29.mp3?l=12" length="54801046" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Tidak%20Akan%20Beruntung%20Para%20Tukan%20Sihir/21%20april%202013%20-%20tidak%20akan%20beruntung%20para%20tukang%20sihir.mp3?l=12" length="30754568" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20Prof%20DR%20Abdur%20Rozzaq%20Al%20Badr/Bahaya%20Harta%20Haram/22%20april%202013%20-%20bahaya%20harta%20haram%20syeikh%20abdurrazzaq%20-%2040kbps.mp3?l=12" length="24315645" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>(Kajian MP3) Lanjutan Tafsir Alquran Surat Luqman</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-lanjutan-tafsir-alquran-surat-luqman/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kajian-mp3-lanjutan-tafsir-alquran-surat-luqman</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-lanjutan-tafsir-alquran-surat-luqman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 00:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Islam - Radio Assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[al quran]]></category>
		<category><![CDATA[download kajian tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[kajian tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[kajian tafzir masjid assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir alquran]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir surat luqman]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz muhammad toharo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, alhamdulillah di setiap hari kamis malam jum&#8217;at Radio Sunnah KITA 94.3 FM kini kembali mengudarakan Kajian Ilmiah Live Malam (KALAM) yang kami relay dari Masjid Pondok Pesantren Assunnah Kota...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bismillah, alhamdulillah di setiap hari kamis malam jum&#8217;at <a title="Radio Sunnah Kita FM" href="http://radioassunnah.com" target="_blank"><strong>Radio Sunnah KITA 94.3 FM</strong></a> kini kembali mengudarakan Kajian Ilmiah Live Malam (KALAM) yang kami relay dari Masjid Pondok Pesantren Assunnah Kota Cirebon. Kajian di laksanakan ba&#8217;da sholat Isya dan khusus untuk Ikhwan. Kajian ini membahas mengenai tafsir Al-quran dan disampaikan oleh Pimpinan <a title="Ponpes Assunnah Cirebon" href="http://assunnahcirebon.com" target="_blank"><strong>Pondok Pesantren Assunnah</strong> </a>yaitu Ustadz Muhammad Toharo, Lc <em>Hafidzohullahu ta&#8217;ala</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1278"></span>Dalam kesempatan edisi tanggal 22 Jumadil Akhir 1434 H atau 2 Mei 2013, pembahasan sudah sampai kepada tafsir surat Al-Luqman. Dan melanjutkan dari ayat ke 14, dimana Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> menceritakan kisah seorang yang soleh yaitu Luqman dan keluarganya yang Allah memberinya hikmah. Di ayat tersebut Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> mengingatkan Luqman untuk senantiasa bersyukur kepada Allah, karena orang yang bersyukur kepada Allah maka hakikat kebaikannya adalah untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur kepada Allah atau mengingkarinya, maka keburukannya pun senantiasa akan kembali kepada dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah juga mengingatkan kita tentang nasihat Luqman kepada anaknya, yang pertama dan paling utama adalah tentang nasihat kepadanya agar tidak berbuat syirik, karena syirik adalah salah satu dosa besar dan paling terbesar yang tidak akan diampuni Allah jika pelakunya tidak bertaubat kepada Allah hingga akhir hayatnya. Allah juga mengingatkan agar senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua terutama kepada Ibu yang sudah melakukan pengorbanan yang begitu banyak kepada anaknya mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya hingga ia dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk lebih jelasnya, bisa Anda dengarkan kajian yang sangat bermanfaat ini dan bisa juga anda unduh di bawah ini:</p>


<div id="wrapperMI_1" class="wrap-MI " style="position: relative; padding:5px 0px 40px 0px; margin:0px; width:98%;">
	<div class="jp-innerwrap">
		<div class="innerx"></div>
		<div class="innerleft"></div>
		<div class="innerright"></div>
		<div class="innertab"></div>

		<div class="jp-interface" id="interfaceMI_1">
			<div class="MI-image" id="MI_image_1"></div>
			<div id="T_mp3j_1" class="player-track-title"></div>
			<div class="MIsliderVolume" id="vol_mp3j_1"></div>
			<div class="bars_holder">
				<div class="loadMI_mp3j" id="load_mp3j_1"></div>
				<div class="poscolMI_mp3j" id="poscol_mp3j_1"></div>
				<div class="posbarMI_mp3j" id="posbar_mp3j_1"></div>
			</div>
			<div id="P-Time-MI_1" class="jp-play-time"></div>
			<div id="T-Time-MI_1" class="jp-total-time"></div>
			<div id="statusMI_1" class="statusMI"></div>
			<div class="transport-MI"><div class="buttons_mp3j" id="playpause_mp3j_1">Play Pause</div><div class="stop_mp3j" id="stop_mp3j_1">Stop</div></div>
			<div id="download_mp3j_1" class="dloadmp3-MI"></div>
			
			
			<div id="mp3j_finfo_1" class="mp3j-finfo" style="display:none;">
				<div class="mp3j-finfo-sleeve">
					<div id="mp3j_finfo_gif_1" class="mp3j-finfo-gif"></div>
					<div id="mp3j_finfo_txt_1" class="mp3j-finfo-txt"></div>
					<div class="mp3j-finfo-close" id="mp3j_finfo_close_1">X</div>
				</div>
			</div>
			<div id="mp3j_dlf_1" class="mp3j-dlframe" style="display:none;"></div>
			<div class="mp3j-popout-MI" id="lpp_mp3j_1" style="visibility: visible;"></div>
		</div>
	</div>
	
	<div class="listwrap_mp3j" id="L_mp3j_1">
		<div class="playlist-wrap-MI">
			<div class="playlist-colour"></div>
			<div class="playlist-wrap-MI">
					<ul class="UL-MI_mp3j" id="UL_mp3j_1"><li></li></ul>
			</div>
		</div>
	</div>
</div>

<p>Download: <a title="Kajian Tafsir Lanjutan Surat Luqman" href="http://www.radioassunnah.com/kajian-new/Ust. Toharo/2013-05-02- Ust Toharo - Muqodimah Tafsir Alquran - Lanjutan Q.S. Luqman.mp3" target="_blank"><strong>Kajian Tafsir Lanjutan Surat Luqman &#8211; Ustadz Muhammad Toharo, Lc</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/kajian-mp3-lanjutan-tafsir-alquran-surat-luqman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjaga lidah merupakan keselamatan</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/menjaga-lidah-merupakan-keselamatan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjaga-lidah-merupakan-keselamatan</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/menjaga-lidah-merupakan-keselamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2013 03:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Sunnah Kita 94.3 FM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penerjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan istiqamah,...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penerjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah, setelah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan <em>istiqamah</em>, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Di dalam <em>Musnad Imam Ahmad</em> dari Anas bin Malik , dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p class="arab">لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ</p>
<p><em>Iman seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga hatinya istiqamah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga lisannya istiqamah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga.</em> (H.R. Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam <em>Bahjatun Nazhirin</em>, 3/13).</p>
<p>Dan di dalam Tirmidzi (no. 2407) dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا</p>
<p><em>Jika anak Adam memasuki pagi hari sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lesan, “Takwalah kepada Allah di dalam menjaga hak-hak kami, sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau istiqaomah, maka kami juga istiqamah, jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk), kami juga menyimpang.</em> (H.R. Tirmidzi, no. 2407; dihasankan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam <em>Bahjatun Nazhirin</em>, 3/17, no. 1521) (<em>Jami’ul ‘Uluum wal Hikam</em>, 1/511-512)</p>
<p>Oleh karena itulah, sepantasnya seorang mukmin menjaga lidahnya. Tahukah Anda jaminan bagi orang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ</p>
<p><em>Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin surga baginya. </em>(H.R. Bukhari, no. 6474; Tirmidzi, no. 2408;<em> lafazh</em> bagi Bukhari).</p>
<p>Beliau juga menjelaskan, bahwa menjaga lidah merupakan keselamatan.</p>
<p class="arab">عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ</p>
<p><em>Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu”.</em> (H.R. Tirmidzi, no.2406)</p>
<p>Yaitu janganlah engkau berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikanmu, betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan, dan hendaklah engkau menyesali kesalahanmu dengan cara menangis. (Lihat <em>Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi</em>).</p>
<p>Imam An-Nawawi <em>rahimahullah</em> (wafat 676 H) berkata, “Ketahuilah, sepantasnya bagi setiap <em>mukallaf </em>(orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang jelas <em>mashlahat</em> padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama <em>mashlahat</em>-nya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena perkataan <em>mubah</em> bisa menyeret kepada perkataan yang haram atau <em>makruh</em>. Bahkan, ini banyak atau dominan pada kebiasaan. Sedangkan keselamatan itu tiada bandingannya. Telah diriwayatkan kepada kami di dalam dua <em>Shahih</em>, Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ</p>
<p>“<em>Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam</em>.”</p>
<p>Aku katakan: hadits yang disepakati shahihnya ini merupakan <em>nash</em> yang jelas bahwa sepantasnya seseorang tidak berbicara, kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan, yaitu yang nampak <em>mashlahat</em>-nya. Jika dia ragu-ragu tentang timbulnya <em>mashlahat</em>, maka dia tidak berbicara.</p>
<p>Dan Imam Asy-Syafi’i telah berkata, ‘Jika seseorang menghendaki <a href="http://ustadzmuslim.com/bahaya-bicara-agama-tanpa-ilmu/" target="_blank"><strong>berbicara</strong></a>, maka sebelum dia berbicara hendaklah berpikir, jika nampak jelas <em>mashlahat</em>-nya dia berbicara, dan jika dia ragu-ragu, maka dia tidak berbicara sampai jelas <em>mashlahat</em>-nya.’” [<em>Al-Adzkaar</em>, 2/713-714, karya Imam An-Nawawi, <em>tahqiiq</em> dan <em>takhriij </em>Syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M].</p>
<p>Selain itu, bahwa lidah merupakan alat yang mengungkapkan isi hati. Jika Anda ingin mengetahui isi hati seseorang, maka perhatikanlah gerakan lidahnya, isi pembicaraannya, hal itu akan memberitahukan isi hatinya, baik orang tersebut mau atau enggan.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Yahya bin Mu’adz berkata, “Hati itu seperti periuk yang mendidih dengan isinya, sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Maka, perhatikanlah seseorang ketika berbicara, karena sesungguhnya lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya, manis, pahit, tawar, asin, dan lainnya. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya.” [<em>Hilyatul Au'iyaa'</em>, 10/63, dinukil dari <em>Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah</em>, hlm, 159, karya Dr. Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani]</p>
<p><strong>Perkataan Para Salaf Tentang <em>Hifzhul Lisan</em></strong></p>
<p>Sesungguhnya, para Salaf dahulu biasa menjaga dan menghisab lidahnya dengan baik. Dan diriwayatkan dari mereka perkataan-perkataan yang bagus berkaitan dengan lidah dan pembicaraan. Kami sampaikan di sini sebagiannya agar kita dapat memetik manfaat darinya.</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab berkata, “Barangsiapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barangsiapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barangsiapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya.” [Riwayat Al-Qudhai di dalam <em>Musnad Asy-Syihab</em>, no. 374; Ibnu Hibban di dalam <em>Raudhatul 'Uqala'</em>, hlm. 44. Dinukil dari <em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, juz 1, hlm. 339, karya Imam Ibnu Rajab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M]</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud pernah bersumpah dengan nama Allah, lalu mengatakan, “Di muka bumi ini, tidak ada sesuatu yang lebih pantas menerima lamanya penjara daripada lidah!” [Riwayat Ibnu Hibban di dalam <em>Raudhatul 'Uqala'</em>, hlm. 48. Dinukil dari <em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, juz 1, hlm. 340]</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata, “Jauhilah <em>fudhuulul kalam</em> (pembicaraan yang melebihi keperluan). Cukup bagi seseorang berbicara, menyampaikan sesuai kebutuhannya.” [<em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, juz. 1, hlm. 339]</p>
<p>Syaqiq mengatakan, “‘Abdullah bin Mas’ud ber-<em>talbiyah</em> di atas bukit Shofa, kemudian mengatakan, ‘Wahai lidah, katakanlah kebaikan niscaya engkau mendapatkan keberuntungan, diamlah niscaya engkau selamat, sebelum engaku menyesal.’ Orang-orang bertanya, ‘Wahai Abu ‘Abdurrahman, ini adalah suatu perkataan yang engkau ucapkan sendiri, atau engkau dengar?’ Dia menjawab, ‘Tidak, bahkan aku telah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أَكْثَرُ خَطَايَا إِبْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ</p>
<p><em>‘Mayoritas kesalahan anak Adam adalah pada lidahnya.</em>‘” (HR. Thabarani, Ibnu ‘Asakir, dan lainnya. Lihat <em>Silsilah Ash-Shahihah</em>, no. 534).</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa Ibnu Buraidah mengatakan, “Aku melihat Ibnu ‘Abbas memegangi lidahnya sambil berkata ‘Celaka engkau, katakanlah kebaikan, engkau mendapatkan keberuntungan. Diamlah dari keburukan, niscaya engkau selamat. Jika tidak, ketahuilah bahwa engaku akan menyesal.’” [<em>Aafatul Lisaan</em>, hlm. 161]</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa An-Nakhai berkata, “Manusia binasa pada <em>fudhuulul maal</em> (harta yang melebihi kebutuhan) dan <em>fudhuulul kalam</em>.” [<em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, juz 1, hlm. 339]</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa ada seseorang yang bermimpi bertemu dengan seorang alim besar. Kemudian orang alim itu ditanya tentang keadaannya, dia menjawab, “Aku diperiksa tentang satu kalimat yang dahulu aku ucapkan. Yaitu aku dahulu pernah mengatakan, ‘Manusia sangat membutuhkan hujan!’ Aku ditanya, ‘Tahukah engkau, bahwa Aku (Allah) lebih mengetahui terhadap <em>mashlahat</em> hamba-hamba-Ku?” [<em>Aafatul Lisaan</em>, hlm. 160-161]</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa seorang Salaf mengatakan, “Seorang mukmin itu menyedikitkan omongan dan memperbanyak amalan. Adapun orang munafik, dia memperbanyak omongan dan menyedikitkan amalan.”</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa seorang Salaf mengatakan, “Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku menguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku.”</p>
<p>Diriwayatkan, bahwa seorang Salaf mengatakan, “Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan, Anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi.” [Lihat <em>Hashaaidul Alsun</em>, hlm. 175-176]</p>
<p>Kesimpulannya adalah bahwa kita diperintahkan berbicara yang baik, dan diam dari keburukan. Jika berbicara hendaklah sesuai dengan keperluannya. <em>Wallahul Musta’an</em>.</p>
<p><strong><em>MASHAADIR</em>:</strong></p>
<p>1- <em>Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah</em>, karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani<br />
2- <em>Al-Adzkaar</em>, karya Imam An-Nawawi, <em>tahqiiq</em> dan <em>takhriij</em> Syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M<br />
3- <em>Jami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, karya Imam Ibnu Rajab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M)<br />
4- <em>Hashaaidul Alsun,</em> karya Syaikh Husain Al-’Awaisyah, penerbit. Darul Hijrah. Dan lain-lain.</p>
<p>Penulis: <a href="http://www.ustadzmuslim.com/" target="_blank">Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">www.muslim.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/menjaga-lidah-merupakan-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
