<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radio Assunnah 92.3 FM</title>
	<atom:link href="http://www.radioassunnah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.radioassunnah.com</link>
	<description>Radio Edukasi dan Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 May 2012 08:11:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Kajian Ilmiyyah Akbar &#8211; Kedudukan Jihad Dalam Islam</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/kedudukan-jihad-dalam-islam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kedudukan-jihad-dalam-islam</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/kedudukan-jihad-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2012 07:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Kajian Ilmiyyah Akbar &#8211; Cirebon Tema : Kedudukan Jihad Dalam Islam (Bagaimana Seharusnya Jika Berjihad) Hari / Tanggal : Ahad,13 Rajab 1433 H / 03 Juni 2012 Waktu : Pukul 09.30 s.d 15.00 WIB Tempat : Masjid Attaqwa Kota Cirebon Pembicara : Ust. Abu Qotadah (Pimpinan Pondok Pesantren Ihya&#8217; Assunnah Tasikmalaya)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kajian Ilmiyyah Akbar &#8211; Cirebon<br />
Tema : Kedudukan Jihad Dalam Islam (Bagaimana Seharusnya Jika Berjihad)</p>
<p>Hari / Tanggal : Ahad,13 Rajab 1433 H / 03 Juni 2012<br />
Waktu : Pukul 09.30 s.d 15.00 WIB<br />
Tempat : Masjid Attaqwa Kota Cirebon<br />
Pembicara : Ust. Abu Qotadah<br />
(Pimpinan Pondok Pesantren Ihya&#8217; Assunnah Tasikmalaya)</p>
<div style="width: 100%;"><img style="width: 100%;" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2012/05/Kajian-Ilmiyyah.jpg" alt="Kajian Ilmiyyah Akbar - Kedudukan Jihad Dalam Islam" /></div>
<p><br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/kedudukan-jihad-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INFO KAJIAN / BEDAH BUKU INDRAMAYU</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/info-kajian-bedah-buku-indramayu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=info-kajian-bedah-buku-indramayu</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/info-kajian-bedah-buku-indramayu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2012 03:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[INFO KAJIAN / BEDAH BUKU INDRAMAYU InsyaAllah akan dilaksanakan Kajian/Bedah Buku di Kota Indramayu sbb: Bedah Buku “Mencari Kunci Rizki Yang Hilang” Bersama : Ust. Zaenal Abidin Lc Tempat : Masjid Sabilul Muttaqin Kompleks Perumahan Pertamina RU-VI Balongan Bumipatra – Indramayu Waktu : Hari Sabtu, 9 Juni 2012 Pukul 09.00 – 12.00 WIB Penyelenggara :]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>INFO KAJIAN / BEDAH BUKU INDRAMAYU</p>
<p>InsyaAllah akan dilaksanakan Kajian/Bedah Buku di Kota Indramayu sbb:</p>
<p>Bedah Buku “<strong>Mencari Kunci Rizki Yang Hilang</strong>”</p>
<p>Bersama : Ust. Zaenal Abidin Lc</p>
<p>Tempat :</p>
<p>Masjid Sabilul Muttaqin<br />
Kompleks Perumahan Pertamina RU-VI Balongan<br />
Bumipatra – Indramayu</p>
<p>Waktu :</p>
<p>Hari Sabtu, 9 Juni 2012<br />
Pukul 09.00 – 12.00 WIB</p>
<p>Penyelenggara :</p>
<p>- BDI Pertamina RU-VI Balongan<br />
- Majlis Ta’lim Assunnah Pertamina Balongan</p>
<p>Informasi :</p>
<p>081-221-306-80<br />
081-124-104-12<br />
085-224-162-233</p>
<p>Kajian untuk Ikhwan dan Akhwat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/info-kajian-bedah-buku-indramayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PRESS RELEASE MUSYAWARAH &#8216;ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/press-release-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-ke-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=press-release-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-ke-2</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/press-release-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2012 03:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[MUSYAWARAH &#8216;ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2 MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012 &#8220;MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH&#8221; PRESS RELEASE بسم الله الرحمن الرحيم Dengan hormat. - Latar Belakang Musyawarah. Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MUSYAWARAH &#8216;ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2<br />
MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012</p>
<p>&#8220;MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN<br />
DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH&#8221;</p>
<p>PRESS RELEASE</p>
<p class="arab">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>Dengan hormat.</p>
<p>- Latar Belakang Musyawarah.</p>
<p>Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh para penganut Syi’ah Itsna`asyariyah Imamiyah Ja`fariyah baik yang terbuka maupun yang ber-taqiyah, tampak terjadi dalam suatu grand-scenario untuk menghancurkan &#8216;Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq Ummat Islam Indonesia secara terbuka dan sistematis, na&#8217;udzubillah.</p>
<p>Menimbang banyaknya Ummat Islam yang meminta kejelasan hukum, serta aspirasi para pimpinan Ormas Islam dan para ‘Ulama yang disampaikan kepada Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], maka para penasihat FUUI telah merekomendasikan kepada Pengurus Harian FUUI untuk mengeluarkan fatwa tentang Syi’ah dan menyelenggarakan musyawarah strategis yang melibatkan sebanyak mungkin &#8216;Ulama dan Tokoh Muslim. Maka melalui rapat hari Selasa 28 Februari 2012, disepakati untuk dikeluarkannya “Fatwa Tentang Syi’ah” dan untuk menyelenggarakan kembali &#8220;Musyawarah &#8216;Ulama dan Ummat Islam Indonesia&#8221; dengan agenda tunggal &#8220;Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah&#8221;.</p>
<p>Pada hari Sabtu 17 Maret 2012 di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, adapun Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis, selain itu hadir pula Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.</p>
<p>Pada hari Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia. Hari ini telah terhimpun banyak sekali dukungan terhadap fatwa tersebut baik secara pribadi para ‘Ulama dan Cendekiawan Muslim maupun secara kelembagaan [yang terdiri dari Ormas/Ma’had/Pesantren/LSM/Yayasan dan OKP Islam.</p>
<p>Pada hari ini, Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012, mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB., bertempat di Masjid dan RSG Al-Fajr, Jl. Situsari VI No.2 Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, telah dilaksanakan &#8220;Musyawarah &#8216;Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2&#8243; dengan agenda: &#8220;Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah&#8221;. Musyawarah berjalan lancar dan dibuka oleh sambutan dari Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat DR. Ahmad Heryawan, Lc. Hadir sedikitnya 200 ‘Ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Aceh dan lain-lain.</p>
<p>- Target Musyawarah.</p>
<p>Agenda musyawarah tersebut dilatarbelakangi oleh fakta mengenai banyaknya keputusan dan fatwa mengenai Syi’ah yang semuanya dapat menjadi tidak efektif tanpa rumusan tindak lanjut yang jelas. Oleh karena itu, pada prinsipnya, musyawarah yang telah dilaksanakan bukanlah untuk membuat pernyataan sikap atau fatwa mengenai Syi’ah, melainkan untuk merumuskan tindak lanjut atas semua keputusan dan fatwa mengenai sesatnya Syi’ah.</p>
<p>- Hasil Musyawarah.</p>
<p>“Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” dibagi dalam 3 komisi, yakni Komisi Strategis dengan Ketua KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., Komisi Taktis dengan Ketua KH. Luthfi Bashori, Lc dan Komisi Sosialisasi dengan Ketua KH. DR. Muhammad Rizal Ismail. Hasil musyawarah setiap komisi telah dibawa ke dalam Sidang Pleno yang akhirnya secara bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>Komisi Strategis<br />
1. Merekomendasikan kepada MUI Pusat agar mengeluarkan Fatwa tentang kesesatan faham syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan syi’ah dari pusat sampai daerah.<br />
2. Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesesatan syi’ah melalui berbagai lembaga atau forum halaqoh yang bersifat ilmiah bekerajasama dengan berbagai lembaga sosial keagamaan di seluruh Indonesia.<br />
3. Meminta kepada Menkumham, Mentreri Agama, dan kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan syi’ah dan atau yang berfaham syi’ah.<br />
4. Merekomendasikan kepada pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia.<br />
5. Memperkokoh Ukhuwah Islamiyyah melalui pertemuan tahunan seluruh tokoh, ormas, para ulama dan cendekiawan Islam seluruh Indonesia.<br />
6. Mengajak bertaubat kepada seluruh tokoh dan penganut syiah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dan apabila tidak, maka akan memproses secara hukum mereka sebagai bentuk penistaan agama seperti pada kasus Jalaluddin Rakhmat di Makassar dan kasus Tajul Muluk di Sampang Madura.<br />
7. Forum ini bersama-sama seluruh masyarakat muslim Indonesia siap mengawal seluruh hasil rekomendasi sampai ada tindakan kongkrit dari pihak terkait (MUI Pusat, Kejaksaan Agung, Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mabes POLRI).<br />
8. Mengusulkan kepada UIN Alauddin Makassar agar meninjau kembali rencana pemberian gelar doktor by riset kepada Jalaluddin Rakhmat , yang ditengarai sebagai tokoh penggiat syi’ah di Indonesia.</p>
<p>Komisi Taktis<br />
1. Memperkuat Masyarakat dengan cara memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan syiah, melalui penerbitan buku, penyampain para Da’i, Khotib, DKM, dan ormas yang ada:<br />
a. Membentengi Ummat Islam Internal dan Eksternal<br />
b. Tembusan kepada seluruh DKM<br />
c. Pembuat an Enslikopedi dan buku ringkas Bahaya Syiah<br />
d. Menugaskan Para Da’i untuk memberi pencerahan kepada Masyarakat tentang bahaya syiah<br />
e. Memasukan kedalam Kurukulum / Ektrakulikuler tentang bahaya syiah<br />
f. Membekali para Khotib Jum’at untuk menerangkan tentang kesesatan syiah</p>
<p>2. Gerakan Praktis Anti Syiah:<br />
a. Membuat Posko atau Garda gerakan Anti Syiah<br />
b. Melibatkan MUI dan semua Ormas disemua tingkat<br />
c. Mengadakan pelatihan metode penyampaian dan analisa sosial bahaya syiah<br />
d. Menerbitkan dan membuat Striker, Poster, Banner, Situs dan Sms Center berisi bahaya Syiah<br />
e. Membuat gerakan Aksi damai : Indonesia Tanpa Syiah<br />
f. Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat gerakan syiah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll<br />
g. Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll</p>
<p>3. Pembekalan para Da’i tentang sesatnya Syiah berdasarkan dari Kitab-kitab rujukan utama syiah<br />
a. Mengadakan penerbitan khusus 4 Buku Rujukan Utama Syiah ( Al Kafi, Al Istibshar, At Tahdzib, dan Man Laa yahduruhul Faqih )<br />
b. Memberikan Catatan dalam penerbitan buku diatas tentang kesesatannya untuk disampikan kepada para Da’i dan Tokoh Masyarakat</p>
<p>Komisi Sosialisasi</p>
<p>1. Mendata media–media AHLU SUNNAH yang siap bekerja sama dalam sosialisasi bahaya dan kesesatan Syi’ah.<br />
2. Menerbitkan dan mempublikasikan mengenai bahaya dan kesesatan Syiah.<br />
3. Menyelenggarakan seminar, panel diskusi, dauroh, tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan lain yang membahas mengenai kesesatan dan bahaya Syi’ah .<br />
4. Menginformasikan seluas mungkin mengenai keberadaan para aktivis, lembaga, penerbit, buku, dan media lainnya tentang organisasi dan gerakan Syi’ah maupun para pendukungnya.<br />
5. Mensosialisasikan hasil Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 seluas mungkin.<br />
6. Mengadakan kerjasama dalam mensosialisasikan kesesatan dan bahaya Syi’ah dengan nara sumber dalam dan luar negeri yang menguasai tentang kesesatan Syi’ah.<br />
7. Mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai bahan kontra Syi’ah dan referensi yang bersifat soft copy dan hard copy, cetak dan elektronik dari berbagai sumber dan referensi yang dimiliki sebagai bahan kajian dan membangun pusat data base.<br />
8. Membuat website, Mailing Group, blog mengenai kesatan dan bahaya Syi’ah.<br />
9. Menyisipkan sebanyak mungkin tentang kesesatan dan bahaya Syi’ah dalam kegiatan Khutbah Jum’at, tabligh, media cetak, elektronik dan lain-lain.</p>
<p>- Pernyataan terimakasih.</p>
<p>Demikian Press Release yang kami sampaikan, kiranya akan tersosialisasikan melalui kerjasama yang baik dengan para Paktisi Media Massa, maka untuk itu kami sampaikan pernyataan terimakasih yang sedalam-dalamnya.</p>
<p class="arab">جزاكم الله خيرا كثيرا والحمد لله رب العالمين<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Bandung – Jawa Barat,<br />
30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012,</p>
<p>Ketua Komisi Strategis, Ketua Komisi Taktis, Ketua Komisi Sosialisasi</p>
<p>KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., KH. Luthfi Bashori, Lc KH. DR. Muhammad Rizal Ismail.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/press-release-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah MUI Resmi Tolak Lady Gaga</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/alhamdulillah-mui-resmi-tolak-lady-gaga/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=alhamdulillah-mui-resmi-tolak-lady-gaga</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/alhamdulillah-mui-resmi-tolak-lady-gaga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2012 13:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah MUI Resmi Tolak Lady Gaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akhirnya bersikap tegas. MUI menyatakan menolak konser Lady Gaga yang rencananya bakal digelar pada 3 Juni mendatang. Sikap final MUI itu diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Harian MUI, Selasa (22/5/2012) di Kantor MUI Pusat. Keputusan ditandatangani oleh Ketua MUI. Berikut isi keputusan MUI tersebut:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah MUI Resmi Tolak Lady Gaga</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akhirnya bersikap tegas. MUI menyatakan menolak konser Lady Gaga yang rencananya bakal digelar pada 3 Juni mendatang. Sikap final MUI itu diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Harian MUI, Selasa (22/5/2012) di Kantor MUI Pusat. Keputusan ditandatangani oleh Ketua MUI. Berikut isi keputusan MUI tersebut:</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim<br />
Menunjuk surat Kapolri Cq Kepala Baintelkam Polri no.B/325/V/2012 tertanggal 21 Mei 2012 perihal konser Lady Gaga, Dewan Pimpinan MUI setelah melakukan kajian dan rapat Pimpinan Harian MUI serta mendengar masukan masyarakat dan umat Islam terkait rencana konser musik Lady Gaga di Indonesia, MENOLAK konser tersebut karena alasan sebagai berikut:<br />
1. Bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa &#038; bernegara serta norma agama.</p>
<p>2. Lady Gaga merupakan ikon pornografi dan liberalisme budaya yang bertentangan dengan UUD 1945.<br />
3. Rencana konser tersebut telah menyebabkan pro-kontra yang menguras energi bangsa dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Sehingga mencegah hal negatif harus didahulukan daripada mengejar kesenangan sesaat.</p>
<p>4. Konser tersebut telah mengumbar hedonisme, mematikan semangat kesetiakawanan sosial &#038; solidaritas bangsa serta tidak sensitif terhadap fenomena kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>Jakarta, 1 Rajab 1433 H/ 22 Mei 2012</p>
<p>DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/alhamdulillah-mui-resmi-tolak-lady-gaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Imam Malik</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-malik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-imam-malik</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-malik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 06:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Pembicara: Abu Zubeir Al Hawaary, Lc Tema: Biografi Imam Malik Anda bisa memutar file langsung dari player dibawah atau langsung dengan mendownload mp3 kajian ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<script type="text/javascript"><!--
 var mp3jNew_0 = [
{name: "1. Mengenal Imam Malik", mp3: "aHR0cDovL3d3dy5yYWRpb2Fzc3VubmFoLmNvbS9rYWppYW4tbmV3L0Jpb2dyYWZpLUltYW0tTWFsaWsubXAz", artist: ""}
];
//--></script>


<div style="position:relative;"><div id="jquery_jplayer"></div></div>
<p>Pembicara: Abu Zubeir Al Hawaary, Lc<br />
Tema: Biografi Imam Malik</p>
<p>Anda bisa memutar file langsung dari player dibawah atau langsung dengan mendownload mp3 kajian ini.<br />


			<div class="wrap-MI" style="position: relative; padding:5px 0px 40px 0px; margin:0px; width:98%;">
				<div class="jp-innerwrap">
					<div class="innerx"></div>
					<div class="innerleft"></div>
					<div class="innerright"></div>
					<div class="innertab"></div>

					<div class="jp-interface">
						<div id="T_mp3j_0" class="player-track-title"></div>
						<div id="C_mp3j_0" class="player-artist"></div>
						
						<div class="MIsliderVolume" id="vol_mp3j_0"></div>
						<div class="bars_holder">
							<div class="loadMI_mp3j" id="load_mp3j_0"></div>
							<div class="posbarMI_mp3j" id="posbar_mp3j_0"></div>
						</div>
						<div class="transport-MI"><div class="buttons_mp3j" id="playpause_mp3j_0">Play Pause</div><div class="stop_mp3j" id="stop_mp3j_0">Stop</div></div>
						<div id="P-Time-MI_0" class="jp-play-time"></div>
						<div id="T-Time-MI_0" class="jp-total-time"></div>
						<div id="statusMI_0" class="statusMI"></div>
						<div id="download_mp3j_0" class="dloadmp3-MI" style="visibility: visible;"></div>
						<div class="playlist-toggle-MI" id="playlist-toggle_0" onclick="javascript:MI_toggleplaylist('', 0);">HIDE PLAYLIST</div>
						<div class="mp3j-popout-MI" style="visibility: visible;" onclick="return launch_mp3j_popout('http://www.radioassunnah.com/wp-content/plugins/mp3-jplayer/popout-mp3j.php', 0);"></div>
					</div>
				</div>
				
				<div class="listwrap_mp3j" id="L_mp3j_0">
					<div class="playlist-wrap-MI">
						<div class="playlist-colour"></div>
						<div class="playlist-wrap-MI">
								<ul class="UL-MI_mp3j" id="UL_mp3j_0"><li></li></ul>
						</div>
					</div>
				</div>
			</div>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-malik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.radioassunnah.com/kajian-new/Biografi-Imam-Malik.mp3" length="45034561" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Menerima Santri Baru</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/menerima-santri-baru/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menerima-santri-baru</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/menerima-santri-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 09:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Menerima Santri Baru Program I&#8217;dad Du&#8217;at angkatan ke-7 Program Tarbiyatunnisa angkatan ke-2]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menerima Santri Baru</p>
<ul>
<li>Program I&#8217;dad Du&#8217;at angkatan ke-7</li>
<li>Program Tarbiyatunnisa angkatan ke-2</li>
</ul>
<p><img style="width: 100%;" src="http://www.radioassunnah.com/wp-content/uploads/2012/05/duat.jpg" alt="Idad Duat Assunnah" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/menerima-santri-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAFTAR PEGAWAI BARU YAYASAN ASSUNNAH 2012/2013</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/daftar-pegawai-baru-yayasan-assunnah-20122013/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=daftar-pegawai-baru-yayasan-assunnah-20122013</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/daftar-pegawai-baru-yayasan-assunnah-20122013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 07:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[YAYASAN AS-SUNNAH CIREBON BAGIAN PERSONALIA Berdasarkan hasil tes calon pegawai tanggal 12 s.d. 14 Mei 2012 dan hasil rapat pleno panitia rekruitmen pegawai, nama dibawah ini adalah yang dinyatakan lulus sebagai pegawai Yayasan Assunnah Cirebon : No. Unit Formasi Job Nama Capeg Jenis Jml 1 KESEKRETARIATAN Staf Bidang Umum Administrasi Ahmad Hamzah Lk 1 2]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YAYASAN AS-SUNNAH CIREBON<br />
BAGIAN PERSONALIA</p>
<p>Berdasarkan hasil tes calon pegawai tanggal 12 s.d. 14 Mei 2012 dan hasil rapat pleno panitia rekruitmen pegawai, nama dibawah ini adalah yang dinyatakan lulus sebagai pegawai Yayasan Assunnah Cirebon :</p>
<table width="967" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td height="20">No.</td>
<td>Unit</td>
<td>Formasi</td>
<td>Job</td>
<td>Nama Capeg</td>
<td>Jenis</td>
<td>Jml</td>
</tr>
<tr>
<td height="2"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td height="20">1</td>
<td>KESEKRETARIATAN</td>
<td>Staf Bidang Umum</td>
<td>Administrasi</td>
<td>Ahmad Hamzah</td>
<td>Lk</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">2</td>
<td></td>
<td>Staf Subbid Sosek</td>
<td>Pramuniaga As-Sunnah Mart</td>
<td>Iding Tarmidi</td>
<td>Lk</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">3</td>
<td>TKIT</td>
<td>Guru</td>
<td>Pengajar Audio Visual</td>
<td>Siti Halimah</td>
<td>Pr</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">4</td>
<td>SDIT</td>
<td>Guru</td>
<td>Guru Kelas</td>
<td>Uum Mulyati</td>
<td>Pr</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">5</td>
<td></td>
<td>Guru</td>
<td>Guru Piket</td>
<td>Nurul Hasanah</td>
<td>Pr</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">6</td>
<td>MTs/MA</td>
<td>Guru</td>
<td>Guru Bahasa Inggris</td>
<td>Kiky Rizky Rachmania</td>
<td>Pr</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">7</td>
<td>UNIT PONPES</td>
<td>Staf</td>
<td>Kebersihan</td>
<td>Imam Munandar</td>
<td>Lk</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">8</td>
<td>RADIO</td>
<td>Staf</td>
<td>Editing</td>
<td>Faisal Makhroji</td>
<td>Lk</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="20">9</td>
<td>KEAMANAN</td>
<td>Staf</td>
<td>Satpam</td>
<td>Roni</td>
<td>Lk</td>
<td>1</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td>9</td>
</tr>
<tr>
<td height="20"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bagi saudara/ i yang namanya tertera diatas dimohon kehadirannya <span>tanggal 26 Mei 2012 pukul 10.00 wib</span><span> di ruang Aula TKIT Assunnah untuk konsolidasi &amp; penandatangan perjanjian kerja.</span></p>
<p>Catatan:<br />
<em> Untuk beberapa unit belum bisa diumumkan sekarang karena masih dalam proses.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/daftar-pegawai-baru-yayasan-assunnah-20122013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Wasiat Mulia</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/tiga-wasiat-mulia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-wasiat-mulia</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/tiga-wasiat-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 12:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca yang budiman, tidak diragukan lagi bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam adalah manusia terbaik yang Alloh utus untuk umat ini. Peri kehidupan beliau adalah teladan bagi kaum muslimin. Alloh menegaskan hal ini dalam firman-Nya : لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ “Sesungguhnya pada diri Rosululloh ada teladan yang baik bagimu” (QS Al-Ahzab:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Para pembaca yang budiman, tidak diragukan lagi bahwa Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em> adalah manusia terbaik yang Alloh utus untuk umat ini. Peri kehidupan beliau adalah teladan bagi kaum muslimin. Alloh menegaskan hal ini dalam firman-Nya :</p>
<p class="arab" dir="RTL">لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya pada diri Rosululloh ada teladan yang baik bagimu</em>” (QS Al-Ahzab: 21).</p>
<p>Oleh karena itu selayaknya bagi seorang muslim untuk mencontoh perikehidupan beliau dan berusaha untuk melaksanakan apapun yang diwasiatkan oleh beliau, sehingga bisa menjadi seorang muslim yang kaffah. Diantara yang memuat wasiat beliau adalah sabdanya :</p>
<p class="arab" dir="RTL">اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا ، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ</p>
<p><em>“Bertakwalah kepada Alloh dimanapun kamu berada, ikutilah perbuatan-perbuatan buruk itu dengan perbuatan yang baik, niscaya ia dapat menghapuskan (dosa) perbuatan buruk tersebut, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”</em> (HR.Tirmidzi).<span id="more-875"></span></p>
<p><strong>Makna Hadits</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Wasiat pertama : Takwa</span></p>
<p>Beliau memerintahkan kita agar bertakwa kepada Alloh dalam segala kondisi, tempat dan waktu baik dalam keadaan sendirian maupun dihadapan orang  banyak, karena Alloh selalu mengawasi kita disemua perbuatan maupun ucapan yang kita lakukan. Begitu pentingnya kalimat ini, sehingga hampir setiap khutbah yang beliau sampaikan kepada para sahabat, beliau memulainya dengan mengingatkan para sahabat untuk bertakwa.</p>
<p>Untuk mendapatkan ketakwaan, seorang muslim harus berusaha untuk melaksanakan perintah-perintah Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya. Tidak hanya itu, doa pun harus senantiasa didengungkan, agar mendapatkan ketetapan dalam meraih ketakwaan. Dalam sebuah hadits Rosululloh mengajarkan sebuah doa untuk bisa mencapai ketakwaan.</p>
<p class="arab" dir="RTL">اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى<em> </em></p>
<p><em>“Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘afaf (menjauhkan dari hal-hal yang tidak baik ), dan kecukupan”</em>( HR.Muslim ).</p>
<p>Diantara keutamaan orang yang bertakwa adalah :</p>
<ul>
<li>Takwa dapat membuahkan kebahagiaan untuk menggapai surga.</li>
<li>Takwa merupakan pembuka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi, sebagaimana disebut dalam surat Al-A’rof :96.</li>
<li>Takwa salah satu solusi dari segala kesulitan dan kesempitan, bahkan untuk orang yang bertakwa Alloh akan menggiring kepada rizki yang tidak disangka-sangka dan tidak terlintas dalam hatinya (lihat surat Ath-Tholaq: 2-3)</li>
<li>Takwa salah satu sebab untuk mendapatkan kemudahan dalam urusan (Lihat surat Ath-Tholaq : 4), dan masih banyak lagi keutamaannya yang tidak bisa disebutkan disini.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Wasiat kedua : Mengikuti perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik</span></p>
<p>Para pembaca yang budiman, potongan kedua dari hadits di atas menunjukkan bahwa kadang-kadang seorang hamba melakukan suatu kelalaian. Bilamana hal itu terjadi, maka hendaknya ia segera mengerjakan amal sholih karena amal sholih dapat menghapus kesalahan yang telah ia kerjakan. Alloh berfirman yang artinya : <em>Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.</em>” (QS. Hud: 114).</p>
<p>Tapi perlu diperhatikan bahwasanya amal sholih dapat menghapuskan dosa-dosa kecil saja, karena dosa besar hanya bisa diampuni dengan taubat. Bahkan sebagian ulama memperketat lagi dan mengatakan bahwa menjauhkan diri dari dosa-dosa besar merupakan syarat dalam penghapusan dosa-dosa kecil. Sebab, jika amal sholih tersebut dapat menghapuskan dosa-dosa besar maupun kecil maka taubat menjadi tidak diperlukan lagi, padahal sebagaimana yang kita ketahui bahwa taubat itu wajib; dan jika dikatakan hal tersebut wajib, maka harus dilaksanakan dengan niat yang bulat.</p>
<p>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em> pernah bersabda :</p>
<p class="arab" dir="RTL">الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ<em> </em><em></em></p>
<p><em>“Sholat yang lima waktu, dari jum’at ke jum’at berikutnya,  dan dari romadon ke romadhon berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa diantaranya jika dia menjauhkan diri dari dosa-dosa besar” </em>(HR. Muslim)</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Wasiat ketiga : Akhlak yang baik terhadap manusia</span></p>
<p>Selain ibadah yang merupakan hubungan manusia dengan Alloh, manusia juga terhubung dengan manusia yang lainnya. Dalam khazanah keislaman, hal ini disebut dengan hablun minannas. Akhlak yang baik adalah perekat hubungan antara manusia. Begitu pentingnya akhlak yang baik, sehingga Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em> mengaitkannya dengan surga. Suatu ketika beliau ditanya oleh para sahabat : <em>“Apakah yang paling banyak memasukkan manusia kedalam surga?” </em>beliau <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em> menjawab:</p>
<p class="arab" dir="RTL">تَقْوى اللَّهِ وَحُسنُ الخُلُق</p>
<p><em>“bertakwa kepada Alloh dan berakhlak yang baik”</em> (HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Untuk lebih mengetahui definisi “husnul khuluq” marilah kita lihat beberapa perkataan  para ulama tentang hal tersebut, antara lain :</p>
<ul>
<li>Imam Ahmad bin Hambal berkata yang artinya : <em>“husnul khuluq adalah hendaknya kamu mampu menahan marah dan janganlah kamu iri dengki”</em></li>
<li>Abdulloh bin Mubarok, salah seorang Tabiut Tabi’in berkata :</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p class="arab" dir="RTL">حُسْنُ الْخُلُقِ هُوَ طَلاقَةُ الْوَجْهِ وَبَذْلُ الْمَعْرُوْفِ وكَفُّ الأَذَى</p>
<p><em>“khusnul khuluq adalah bermuka seri, memberi yang terbaik ( baik ucapan maupun perbuatan ) dan menjauhkan diri dari mengganggu ( kepada orang lain baik ucapan maupun perbuatan ).</em></p>
<p>Dan untuk mendapatkan akhlak yang mulia seorang muslim hendaknya mempelajari sejarah kehidupan Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em>, mencontoh dan meneladani akhlak beliau karena beliaulah manusia dengan akhlak terbaik, sebagaimana Alloh telah memuji beliau dalam firman-Nya :</p>
<p class="arab" dir="RTL">وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ</p>
<p><em>“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”</em> (QS Al-Qolam:4).</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Para pembaca yang budiman, itulah wasiat agung yang disabdakan oleh Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam, </em>dimana ketika seorang muslim mengamalkannya –insya Alloh- orang tersebut akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mudah-mudahan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang Alloh mudahkan untuk mengamalkannya. <em>Nas-alullah attaufiq wassadad.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Abu Huurin</p>
<p>Artikel: <a href="www.radioassunnah.com">www.radioassunnah.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/tiga-wasiat-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terkhusus Untukmu</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/terkhusus-untukmu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terkhusus-untukmu</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/terkhusus-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 08:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Surat ini aku tuliskan untukmu setelah aku memuji syukur kehadirat Alloh dan bersholawat atas Rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Sengaja aku kirimkan surat ini, tanda rasa sayangku pada dirimu. Tanda bahwa engkau selalu mendapatkan tempat di sisi hatiku. Sungguh, semakin aku belajar, semakin sadar bahwa aku, belumlah sebaik dan sehebat yang kau]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ</p>
<p>Surat ini aku tuliskan untukmu setelah aku memuji syukur kehadirat Alloh dan bersholawat atas Rosululloh <em>shollallohu alaihi wasallam</em>. Sengaja aku kirimkan surat ini, tanda rasa sayangku pada dirimu. Tanda bahwa engkau selalu mendapatkan tempat di sisi hatiku. Sungguh, semakin aku belajar, semakin sadar bahwa aku, belumlah sebaik dan sehebat yang kau bayangkan. Tapi tetap saja kau menganggapku sebagai yang terhebat.</p>
<p>Kau katakan pada setiap orang yang kau jumpai bahwa aku adalah anugerah untukmu. Kepada banyak orang, kau berucap bahwa kau begitu beruntung memiliki diriku. Tapi bukankah sebaliknya?. Aku yang beruntung memilikimu. Aku yang seharusnya berkata bahwa engkau adalah anugerah untukku.</p>
<p>Dulu, bertahun yang lalu, tatkala aku belum hadir, kau selalu berdoa pada Alloh. Terselip diriku dalam doamu, bahkan tatkala aku masih belum ada di alam ini. Dan ketika tanda-tanda diriku sudah ada dalam dirimu, doamu semakin menjadi-jadi. Tak pernah luntur walau sekejap, padahal engkau dalam kondisi yang lemah, dan semakin lemah seiring waktu yang berlalu. Hampir tiga ratus hari kau membawaku dalam dirimu. Kemanapun kau pergi tak lepas kau menjaga dan melindungiku.</p>
<p>Beberapa saat sebelum aku hadir di alam ini, kau melihat bayangan kematian berada di ujung matamu. Kau lihat itu dengan jelas. Tapi kau tetap berjuang untukku. Tak kau pedulikan rasa sakit itu. Tak kau hiraukan pedih yang menusukmu. Dan begitu kau dengar tangisku, tangismu pun ikut menemani kehadiranku.Terselip senyum, seraya berucap syukur kepada Ilahi Robbi. Ingin menangis rasanya tatkala kubaca kembali firman Alloh <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em> dalam kitab-Nya:</p>
<p class="arab" dir="RTL">وَوَصَّيْنَا الْأِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْراً</p>
<p><em>“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan” </em><em>(QS. Al Ahqoof : 15)</em></p>
<p>Waktu pun terus berlalu. Kau berikan bagianmu untuk diriku. Kau berletih, bahkan kau anggap malammu seperti siangmu. Kau tak memberikan hak istirahat pada jasadmu, di siang dan malammu. Semuanya agar aku bisa terlelap. Hanya agar aku bisa terlelap dalam tidurku. Dan hanya agar kau bisa melihatku tersenyum dalam tidurku.</p>
<p>Ibu….</p>
<p>Ketika aku tumbuh, dimasa kanak-kanakku, kau pernah mengatakan bahwa panas perihnya hidup ini tak berarti untukmu. Asalkan aku bisa tertawa, dan tersenyum bahagia, kau akan mau memegang beban berat ini. Aku yang tak mengerti ucapanmu, malah menarik tanganmu untuk diajak jajan dan jalan-jalan. Bodohnya diriku.</p>
<p>Dan kini ketika waktu telah banyak melalui hidupku, akupun mengerti. Aku telah sadar bahwa, belum ada kebaikan yang aku lakukan untukmu. Tangismu yang tak pernah kering, masih ada dalam ingatanku. Dongengmu mengantarku tidur masih terngiang di telingaku. Caramu menyisir rambutku tak pernah hilang dari benakku. Dan ketika kau memandangku, seolah kau tak pernah ingin berpisah dariku.</p>
<p>Ibu…..</p>
<p>Engkaulah sekolah pertamaku. Engkaulah yang mengajariku pekerti, meski terkadang justru aku melukai hatimu. Tiada henti engkau mendidikku. Seraya berdoa agar aku menjadi anak yang berguna. Benarlah ucapan seorang penyair :</p>
<p class="arab" dir="RTL">الأُمُّ مَـدْرَسَــةٌ إِذَا أَعْـدَدْتَـهَـا أَعْـدَدْتَ شَعْبـاً طَيِّـبَ الأَعْـرَاقِ</p>
<p><em>“seorang ibu adalah sekolah, bila engkau menyiapkannya engkau telah menyiapkan keturunan yang baik”</em></p>
<p>Hari pun mulai berlalu. Aku sampai pada masa remajaku. Mulai banyak kawan dan sahabat yang kumiliki.  Dan engkau wahai ibu, tak pernah berhenti mengingatkanku agar mencari kawan yang baik. Kau bilang, berkawan dengan orang baik akan membawa kebaikan, berkawan dengan orang yang tidak baik, akan menjerumuskan ke dalam jurang. Aku hanya mengangguk, meski terkadang ku langgar nasihatmu. Betapa berdosanya diriku.</p>
<p>Mulai ku melihat sosokmu dari sudut yang lain. Engkau tak hanya piawai mengurus kerajaan kecilmu. Justru kau ikut membanting tulangmu, memeras keringatmu. Kau tak pernah ragu membantu ayah. Kau bersama ayah tak pernah letih mencari rizki yang halal untuk bisa kita nikmati, meski pada kenyataannya akulah yang lebih banyak menikmatinya. Akulah yang dengan mudahnya menengadahkan tangan di hadapmu.</p>
<p>Mulianya dirimu wahai ibu dan beratnya perjuanganmu. Engkaulah yang layak untuk ku temani, engkaulah yang layak ku perlakukan dengan baik. Sebanyak apapun tetes air mata ini dan sekeras tangisku untukmu, sangat tak terbalas jasamu. Selalu dada ini bergejolak dikala mengingat kisah seorang sahabat yang bertanya kepada Rosululloh <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> <em>: “Wahai Rosululloh, siapakah manusia yang paling berhak mendapatkan aku perlakukan dengan baik?. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata; ‘ibumu’. sahabat itu bertanya lagi; kemudian siapa lagi setelah itu wahai Rosululloh?. Beliau kembali berkata; ‘ibumu’. Selanjutnya ia kembali mengulangi pertanyaannya, dan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kembali berkata; ‘ibumu’. Kemudian barulah pada kali yang keempat, setelah orang itu kembali mengulang pertanyaannya, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pun berkata; ‘kemudian ayahmu’” </em>(HR Bukhori Muslim)</p>
<p>Dan kini wahai ibu, aku telah dewasa. Aku telah mampu menatap dunia ini. Tapi tetap saja, engkaulah yang mendorongku. Engkaulah yang terus menyemangatiku.</p>
<p>Ibu…..</p>
<p>Kini kau telah menua. Tubuhmu melemah, rambutmu pun kian memutih. Ibu, aku ingin meraih surga-Nya. Aku tak ingin menyia-nyiakan surga, sementara untuk meraihnya begitu dekat denganku. Aku tidak ingin menjadi celaka dan sengsara, seperti yang pernah disabdakan oleh Rosululloh <em>shollallohu alaihi wasallam : </em> <em>“celaka seseorang, celaka seseorang, celaka seseorang”</em>. Para sahabat bertanya : <em>“siapa yang celaka wahai Rosululloh?”</em>. Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wasallam</em> bersabda :</p>
<p class="arab" dir="RTL">مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ اْلكِبَرِ أَحَدَهمَا أَوْ كِلَيْهِمَا َولَمْ يَدْخُلِ اْلَجنّةَ</p>
<p><em>“siapa saja yang mendapati kedua orang tuanya tatkala mereka sudah tua atau salah satu dari keduanya tetapi dia tidak masuk surga (karena berbuat durhaka)”</em> (HR Bukhori dan Muslim).</p>
<p>Di penghujung surat ini wahai ibu, teruslah berdoa kepada Alloh, agar anakmu ini diberikan kebaikan dan keberkahan. Agar anakmu ini bisa membahagiakanmu, meskipun kutahu, aku takkan pernah mampu membalas semua yang pernah kau berikan padaku. Hanya yang bisa aku lakukan, aku kan selipkan namamu dalam setiap sholat yang kudirikan, sebagaimana perintah Alloh <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em></p>
<p class="arab" dir="RTL">وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا</p>
<p><em>“Dan rendahkanlah dirimu terhadap merekaberdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;WahaiTuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”</em> (QS Al-Isro :24)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Aziz Rachman<br />
Artikel: <a href="www.radioassunnah.com">www.radioassunnah.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/terkhusus-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Imam Syafi&#8217;i</title>
		<link>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-syafii/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-imam-syafii</link>
		<comments>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-syafii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 07:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Radio Assunnah 92.3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.radioassunnah.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Pembicara: Abu Zubeir Al Hawaary, Lc Tema: Biografi Imam Syafi&#8217;i Anda bisa memutar file langsung dari player dibawah atau langsung dengan mendownload mp3 kajian ini. Artikel: www.muslim.or.id Nama dan Nasab Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<script type="text/javascript"><!--
 var mp3jNew_1 = [
{name: "1. Mengenal Imam Syafi'i", mp3: "aHR0cDovL3d3dy5yYWRpb2Fzc3VubmFoLmNvbS9rYWppYW4tbmV3L0Jpb2dyYWZpLUltYW0tU3lhZmlpLm1wMw==", artist: ""}
];
//--></script>

<p>Pembicara: Abu Zubeir Al Hawaary, Lc<br />
Tema: Biografi Imam Syafi&#8217;i</p>
<p>Anda bisa memutar file langsung dari player dibawah atau langsung dengan mendownload mp3 kajian ini.<br />


			<div class="wrap-MI" style="position: relative; padding:5px 0px 40px 0px; margin:0px; width:98%;">
				<div class="jp-innerwrap">
					<div class="innerx"></div>
					<div class="innerleft"></div>
					<div class="innerright"></div>
					<div class="innertab"></div>

					<div class="jp-interface">
						<div id="T_mp3j_1" class="player-track-title"></div>
						<div id="C_mp3j_1" class="player-artist"></div>
						
						<div class="MIsliderVolume" id="vol_mp3j_1"></div>
						<div class="bars_holder">
							<div class="loadMI_mp3j" id="load_mp3j_1"></div>
							<div class="posbarMI_mp3j" id="posbar_mp3j_1"></div>
						</div>
						<div class="transport-MI"><div class="buttons_mp3j" id="playpause_mp3j_1">Play Pause</div><div class="stop_mp3j" id="stop_mp3j_1">Stop</div></div>
						<div id="P-Time-MI_1" class="jp-play-time"></div>
						<div id="T-Time-MI_1" class="jp-total-time"></div>
						<div id="statusMI_1" class="statusMI"></div>
						<div id="download_mp3j_1" class="dloadmp3-MI" style="visibility: visible;"></div>
						<div class="playlist-toggle-MI" id="playlist-toggle_1" onclick="javascript:MI_toggleplaylist('', 1);">HIDE PLAYLIST</div>
						<div class="mp3j-popout-MI" style="visibility: visible;" onclick="return launch_mp3j_popout('http://www.radioassunnah.com/wp-content/plugins/mp3-jplayer/popout-mp3j.php', 1);"></div>
					</div>
				</div>
				
				<div class="listwrap_mp3j" id="L_mp3j_1">
					<div class="playlist-wrap-MI">
						<div class="playlist-colour"></div>
						<div class="playlist-wrap-MI">
								<ul class="UL-MI_mp3j" id="UL_mp3j_1"><li></li></ul>
						</div>
					</div>
				</div>
			</div>
</p>
<p>Artikel: www.muslim.or.id</p>
<h3>Nama dan Nasab</h3>
<p align="justify">Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.</p>
<p align="justify">Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.</p>
<p align="justify">Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara <em>wala’</em> saja.</p>
<p align="justify">Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki <em>kun-yah </em>Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan <em>istinbath.<br />
</em></p>
<h3>Waktu dan Tempat Kelahirannya</h3>
<p align="justify">Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.</p>
<p align="justify">Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.</p>
<p align="justify">Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.</p>
<h3>Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu</h3>
<p align="justify">Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, <em>“Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.”</em> Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.</p>
<p align="justify">Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab <em>Al-Muwaththa’</em> karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.</p>
<p align="justify">Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.</p>
<p align="justify">Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.</p>
<p align="justify">Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.</p>
<p align="justify">Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.</p>
<p align="justify">Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.</p>
<p align="justify">Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.</p>
<p align="justify">Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.</p>
<p align="justify">Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.</p>
<p align="justify">Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, <strong>Ar-Risalah</strong>.</p>
<p align="justify">Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.</p>
<p align="justify">Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.</p>
<p align="justify">Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.</p>
<p align="justify">Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.</p>
<h3>Keteguhannya Membela Sunnah</h3>
<p align="justify">Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, <em>“Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.”</em> Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.</p>
<p align="justify">Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, <em>“Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.”</em> Imam Syafi ‘i berkata, <em>“Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya”</em> Al-Mazani berkata, <em>“Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.” </em></p>
<p align="justify">Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.</p>
<h3>Wafatnya</h3>
<p align="justify">Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.</p>
<p align="justify">Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, <em>“Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?”</em> Beliau menjawab, <em>“Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”<br />
</em></p>
<h3>Karangan-Karangannya</h3>
<p align="justify">Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat.<br />
Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah <em>al-Umm</em>, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan <em>ar-Risalah al-Jadidah</em> (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.</p>
<p align="justify"><strong>Sumber :</strong><br />
<em>1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal 3-33.</em><em><br />
<em>2. Siyar A‘lam an-Nubala’</em><br />
<em>3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‘i, Cirebon.</em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.radioassunnah.com/mengenal-imam-syafii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.radioassunnah.com/kajian-new/Biografi-Imam-Syafii.mp3" length="65863348" type="audio/mpeg" />
		</item>
	</channel>
</rss>

