Konkes Kandungan Archive

dr. Muhammad Irfan, Konkes Kandungan

KONKES KANDUNGAN “Tumor Kandungan”(lanjutan) – dr. Muhammad Irfan. SPOg. MARS

 Berikut adalah Playlist File Rekaman Mp3 dari program acara  “Konkes Kandungan” dengan pembahasan “Tumor Kandungan(lanjutan)”   dengan Pemateri dr. Muhammad Irfan, Anda bisa mengikuti Program Acara acara ini bersama dr. Muhammad Irfan 

Read the rest of this entry

dr. Muhammad Irfan, Kajian, Kajian Radio Kita FM, Konkes Kandungan, Pemateri

[Kajian MP3] Radang Rongga Panggul (dr. M. Irfan, S.POg, MARS)

Bismillah

Informasi seputar kesehatan kandungan/kehamilan, sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslimah. Salah satu gangguan yang mungkin bisa saja terjadi pada seorang wanita adalah terjadinya gangguan radang pada rongga panggul. Berikut sedikit penjelasannya di bawah ini:

DEFINISI
Penyakit Radang Panggul (PID/Pelvic Inflammatory Disease) adalah infeksi pada rahim (uterus), saluran telur (tuba fallopi), dan organ reproduksi wanita lainnya. Penyakit ini biasanya merupakan komplikasi serius penyakit menular seksual, terutama chlamydia dan gonorrhea. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan gangguan pada saluran telur dan jaringan di dalam atau di dekat rahim dan indung telur. Penyakit ini dapat menimbulkan akibat yang serius, antara lain ketidaksuburan, kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim), pembentukan abses, dan nyeri panggul yang kronis.

PENYEBAB
Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium).

Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus).

Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:

  • Aktinomikosis (infeksi bakteri)
  • Skistosomiasis (infeksi parasit)
  • Tuberkulosis.
  • Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus

Faktor resiko terjadinya PID:

  • Aktivitas seksual pada masa remaja
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Pernah menderita PID
  • Pernah menderita penyakit menular seksual
  • Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang

Hubungan seksual yang tidak aman (misalnya berganti-ganti pasangan seksual) dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit menular seksual dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang panggul.

Beberapa jenis kontrasepsi dapat mempengaruhi risiko terjadinya penyakit radang panggul. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR / IUD-Intrauterine Device) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit radang panggul, tetapi alat kontrasepsi penghalang (misalnya kondom) dapat mengurangi risiko.

GEJALA
Tanda dan gejala penyakit radang panggul dapat berupa :

  •     Nyeri pada perut bagian bawah dan panggul
  •     Keluar cairan dari vagina yang banyak dengan bau yang tidak enak
  •     Menstruasi yang tidak teratur
  •     Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  •     Nyeri punggung bagian bawah
  •     Demam, kelelahan, diare atau muntah
  •     Nyeri atau kesulitan dalam berkemih

Penyakit radang panggul dapat hanya menimbulkan tanda dan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala. Penyakit radang panggul yang tanpa gejala biasanya sering terjadi akibat infeksi klamidia.

Infeksi dapat menyebabkan sumbatan pada saluran telur (tuba fallopi). Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan.

Infeksi bisa menyebar ke struktur di sekitarnya, menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun.

Di dalam tuba, ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses (penimbunan nanah). Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul, gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok. Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi ke dalam darah sehingga terjadi sepsis.

DIAGNOSA
Diagnosis didasarkan dari gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan:

  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksan cairan serviks
  • Kuldosentesis
  • Laparoskopi
  • USG panggul

PENGOBATAN

PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan secara per-oral (melalui mulut).

Pembedahan jarang dilakukan, kecuali jika terdapat abses yang pecah atau berisiko pecah. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom.

PENCEGAHAN

Untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit radang panggul, dapat dilakukan :

  • Hubungan seksual yang aman. Gunakan kondom dan jangan berganti-ganti pasangan seksual.
  • Periksakan diri sendiri atau pasangan jika memiliki risiko terkena penyakit menular seksual, misalnya klamidia, sehingga dapat terhindar dari terjadinya penyakit radang panggul.
  • Jangan melakukan douche vagina karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri di vagina, sehingga berisiko untuk terjadi infeksi.
  • Selalu bersihkan genitalia dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil ataupun buang air besar untuk mencegah pindahnya bakteri dari usus besar ke vagina. (Sumber: Medicastore)

Demikianlah penjelasan singkat mengeanai gangguan/penyakit radang rongga panggul. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak dan mendengarkan penjelasan mengeni Radang Rongga Panggul dalam Kajian Konsultasi Kesehatan Kandungan di Kita FM bersama dr. Muhammad Irfan S.POg, MARS di hari Sabtu Pukul 10.30-12.00 WIB (Tanggal 15 Februari 2014)

Simak dan dengarkan langsung:

Unduh untuk didengarkan di Laptop/PC dan Gadget lainnya DISINI.

dr. Muhammad Irfan, Kajian Radio Kita FM, Konkes Kandungan

[Kajian MP3] Kehamilan Beresiko Tinggi (dr. M. Irfan S.Pog, MARS)

Bismillah

Pengetahuan mengenai seputar kesehatan kandungan sangatlah penting untuk diketahui oleh para Muslimah, khususnya bagi yang sedang menjalani proses kehamilan. Salah satu permasalahan dalam dunia kesehatan kandungan adalah adanya Kehamilan Yang Memiliki Risiko Tinggi. Kedengarannya mungkin sangat menakutkan. Tapi hanya itu cara dokter untuk memastikan Anda mendapatkan perhatian khusus selama kehamilan.

Kehamilan Anda disebut berisiko tinggi jika Anda atau bayi memiliki peningkatan masalah kesehatan. Penyebabnya bisa beragam. Selama kehamilan, dokter akan berusaha untuk menemukan masalah awal.

Kondisi yang bisa menempatkan Anda dan bayi pada risiko tinggi ialah pertumbuhan melambat untuk bayi, persalinan prematur, preeklampsia, dan masalah plasenta.
Secara umum, kehamilan mungkin berisiko tinggi jika:

  • Anda memiliki masalah kesehatan, seperti: diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, ginjal, epilepsi.
  • Menggunakan alkohol, obat-obatan terlarang, atau merokok.
  • Usia di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Hamil lebih dari satu bayi atau kembar.
  • Pernah mengalami tiga atau lebih keguguran.
  • Bayi ditemukan memiliki kondisi genetik, seperti down syndrome, jantung, paru-paru, atau masalah ginjal.
  • Memiliki masalah di kehamilan sebelumnya, seperti persalinan prematur, preeklampsia atau kejang (eklampsia), memiliki bayi dengan masalah genetik seperti down sindrom.
  • Anda terinfeksi seperti HIV,  hepatitis C, atau infeksi lain yang dapat menyebabkan masalah termasuk cytomegalovirus (CMV), cacar air, rubella, toksoplasmosis, dan sifilis.
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti lithium, fenitoin (seperti Dilantin), asam valproik (Depakene), atau carbamazepine (seperti Tegretol).

Masalah kesehatan lain yang dapat membuat kehamilan Anda berisiko tinggi termasuk masalah katup jantung, penyakit sikle cell (sel sabit), asma, lupus, dan rheumatoid arthritis. Bicarakan dengan dokter kandungan tentang masalah kesehatan yang Anda miliki.

Perawatan Kehamilan

Anda akan melakukan lebih banyak kunjungan ke dokter dibanding wanita hamil lainnya. Hal yang juga akan sering Anda lakukan ialah melakukan tes USG untuk memastikan bayi tumbuh dengan baik, pemeriksaan tekanan darah secara teratur, uji urin untuk mencari protein (tanda preeklampsia), serta dan infeksi saluran kemih.

Tes masalah genetik atau lainnya juga dapat dilakukan, terutama jika Anda berusia 35 tahun atau lebih atau jika di kehamilan sebelumnya punya masalah genetik.

Dokter yang Tepat

Jika Anda mengalami kehamilan berisiko tinggi, jangan bingung harus pergi ke dokter mana. Anda tetap akan membutuhkan dokter spesialis kandungan atau perinatologis, ditambah dokter spesialis yang sesuai dengan masalah kesehatan Anda.

Dukung Kehamilan Sehat

Menjadi sehat selama kehamilan dengan ataupun tanpa masalah kesehatan sangatlah penting. Selain dokter, Anda juga bisa membantu diri Anda dan bayi menjadi sesehat mungkin dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Rutin melakukan kunjungan dan pemeriksaan ke dokter dan tidak melewatkan tes apapun untuk menangkap masalah baru yang mungkin terjadi.
  • Makan makanan yang sehat yang mencakup protein, susu dan produk susu, buah-buahan, dan sayuran. Bicaralah dengan dokter tentang perubahan apapun yang mungkin Anda perlukan dalam diet Anda.
  • Konsumsi obat-obatan, suplemen zat besi, atau vitamin yang diresepkan dokter. Jangan makan vitamin atau obat apapun tanpa resep dokter.
  • Konsumsi asam folat setiap hari. Para ahli merekomendasikan, ibu hamil mengkonsumsi 0,4-0,8 mg (400 mcg sampai 800 mcg) asam folat setiap hari. Asam folat adalah vitamin B. Dengan mengkonsumsi asam folat sebelum dan selama awal kehamilan dapat mengurangi kesempatan memiliki bayi cacat tabung saraf atau cacat lahir lainnya.
  • Ikuti petunjuk dokter untuk semua kegiatan. Dokter akan memberitahu apakah Anda bisa bekerja dan berolahraga.
  • Tidak merokok dan hindari asap rokok.
  • Jangan minum alkohol.
  • Jauhi orang-orang yang pilek dan infeksi lainnya.

Dokter juga biasanya meminta Anda untuk melacak berapa banyak bayi Anda bergerak setiap hari. Dikatakan sehat jika bayi bergerak minimal 10 kali dalam sehari.  (Oleh Ester Sondang: Sumber)

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai apa itu Kehamilan Berisiko Tinggi. Dan untuk lebih jelasnya lagi, Anda bisa menyimak dan mendengarkan Kajian Ilmiah dalam program Konsultasi Kesehatan Kandungan berikut ini, disampaikan oleh dr. Muhammad Irfan, S.POg, MARS di Hari Sabtu pukul 10.30-12.00 WIB ( Tanggal 1 Februari 2014)

Simak dan dengarkan langsung:

Unduh untuk didengarkan di Laptop/PC dan Gadget lainnya DISINI.