Kitab Tauhid Archive

Kajian Radio Kita FM, Kitab Tauhid, Ustadz Tata Abdul Ghoni

[Kajian MP3] Syarat Diterimanya Ibadah (Ustadz Tata Abdul Ghoni)

Bismillah

Agar bisa diterima, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah itu tidak benar kecuali dengan dua syarat:

  1. Ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
  2. Sesuai dengan tuntunan Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassalam.

Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat la ilaaha illallah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan jauh dari syirik kepada-Nya.

Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassalam, mengikuti syari’atnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah: 112)

Aslama Wajhahu (Menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. Wahuwa Muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya.

Syaikhul Islam Rahimahullah mengatakan “Inti agama ada dua pokok yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita tidak menyembah kecuali dengan apa yang Dia syari’atkan, tidak dengan bid’ah.” Sebagaimana Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (Al Kahfi:110)

Yang demikian adalah manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha Ilallaah dan Muhammad Rasulullah.

Pada yang pertama, kita tidak menyembah kecuali kepadaNya. Pada yang kedua, bahwasanya Muhammad Shalallahu’alaihi Wassalam adalah utusanNya yang menyampaikan ajaranNya, Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mena’ati perintahnya. Beliau telah menjelaskan bagaimana cara kita beribadah kepada Allah Subhnahu Wa Ta’ala dan beliau melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Beliau mengatakan bahwa bid’ah itu sesat.

Demikianlah sedikit ulasan tentang Syarat diterRelated Posts via Categoriesimanya Ibadah, adapun untuk lebih jelasnya Anda bisa simak dan dengarkan dalam Kajian Tauhid berikut ini bersama Ustadz Tata Abdul Ghoni setiap hari Kamis (Pukul 20.00-21.30)

Simak dan dengarkan secara langsung:

Unduh dan dengarkan di Laptop/PC Disini (KLIK)

Kajian, Kajian Islam, Kajian Radio Kita FM, Kitab Tauhid, Ustadz Tata Abdul Ghoni

[Kajian MP3] Ibadah Dipandang Dari Sisi Tauhid (Ustadz Tata Abdul Ghoni)

ibadah dan tauhidBismillah

Bagaimanakah permasalahan ibadah dipandang dari sisi aqidah/tauhid? Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S Ad Dzariyat (51 : 56).

Juga dalam surat Al-Baqarah:

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (21) Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (22) (QS- AlBaqarah : 21-22)

Ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan tentang seruan Ibadah. Namun, apakah yang dimaksud dengan Ibadah? Perlu kita ketahui disini maknanya, kemudian batasannya, macam-macamnya, syarat-syarat diterimanya dan bagaimana sebuah ibadah tegak, perlu kita ketahui… sebab banyak dari kita melaksanakan sesuatu atau suatu kegiatan lalu menyangka itu adalah ibadah. Ternyata bukan.. atau menganggap itu bukan sebuah ibadah padahal itu adalah ibadah. Kenapa demikian? karena kita tidak mengetahui makna ibadah secara menyeluruh seperti yang diinginkan oleh pembuat Syari’at dan apa yang harus dia dirikan dalam ibadah kepada Allah. Maka kalau kita mengkaji sebagaimana dilakukan oleh para ulama kita terdahulu, mengkaji Al quran dari awal sampai akhir maka kita akan mendapati bahwa AlQuran menjelaskan segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan manusia. Bukan hanya kegiatan-kegiatan ibadah khusus, seperti sholat, atau zakat, atau shaum, haji atau juga yang lainnya. Bahkan urusan jual beli pun diatur oleh Islam, oleh Al Quran, hutang piutang pun diatur, masalah pemerintah pun diatur, bahkan urusan buang hajat pun diatur. Juga keadaan wanita yang mengeluarkan darah rutin setiap bulan pun diatur, bahkan pernikahan dan perceraian pun diatur.

Nah, untuk mengetahui bagaimana permasalahan ibadah ini dipandang dari sisi aqidah/tauhid. Mari kita simak dan dengarkan kelanjutannya dalam Kajian Ilmiyah pembahasan Kitab Tauhid di Radio Kita FM yang disampaikan oleh Ustadz Tata Abdul Ghoni di hari Kamis pukul 20.00-21.30 (Tanggal 13 Maret 2014)

Simak dan dengarkan langsung:

Unduh untuk didengarkan di Laptop/PC dan Gadget lainnya DISINI.