Intisari Aqidah Archive

Intisari Aqidah, Kajian Radio Kita FM, Ustadz Arif Budiman

[Kajian MP3] Aqidah – Bertakwalah Semampumu (Ustadz Arif Budiman, Lc)

Bismillah

Alhamdulillah Segala Puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita semua kenikmatan. Berikut ini adalah rekaman Kajian Islam dalam Program Acara SMART (Satu Jam Meraih Takwa) dalam pembahasan Aqidah bersama Ustadz Arif Budiman, Lc di hari Rabu ( Tanggal 18 Juni 2014) Pukul 05.30-06.30 WIB.

Bertakwalah Semampumu

Dalam kajian ini menjelaskan tentang syarah dari sebuah hadits dalam kitab Hadits Arbain Annawawiyah yaitu pada no.9. Berikut ini adalah ringkasannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. (H.R. Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :

  1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.
  2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
  3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
  4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
  5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
  6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
  7. Wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.
  8. Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.

Demikianlah ringkasan materi kajian aqidah tersebut. Adapun untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak dan mendengarkannya secara langsung melalui media di bawah ini:

Atau Anda bisa mengunduhnya langsung DISINI.

 

 

Intisari Aqidah, Kajian, Kajian Radio Kita FM, Ustadz Arif Budiman

[Kajian MP3] Beberapa Akhlaq Salafussalih Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Ustadz Arif Budiman Lc)

Bismillah

Berikut ini adalah beberapa akhlaq Salafus Shalih, Ahlussunnah Wal Jama’ah yang bisa kita contoh..

  1. Ikhlas dalam berilmu dan beramal serta takut riya’.
  2. Mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah Ta’ala, ghirah (cemburu) jika larangan-larangan-Nya dilanggar, membela agama dan syari’at-Nya dan banyak memuliakan hak-hak kaum muslimin, serta senang dengan kebaikan atas mereka.
  3. Berupaya meninggalkan nifq, yakni penampilan lahir dan bathinnya sama dalam melakukan kebaikan, menganggap sedikit amalan yang mereka perbuat, dan selalu mendahulukan amal akhirat daripada amal dunia.
  4. Lunak hatinya dan banyak menangis atas yang mereka lalaikan dalam hak-hak Allah Ta’ala.
  5. Bertambah tawadhu’ setiap meningkat derajat kedekatannya kepada Allah Ta’ala.
  6. Banyak bertaubat, istighfar siang malam karena persaksian mereka bahwa mereka tidak selamat dari dosa dan noda walaupun dalam keta’atannya.
  7. Melaksanakan takwa kepada Allah dengan sangat cermat, tidak menganggap dirinya sebagai orang yang bertakwa. Mereka banyak takut kepada Allah Ta’ala.
  8. Sangat takut dari su’ul khatimah, tidak lalai berdzikir kepada Allah Ta’ala. Dunia di mata mereka sesuatu hal yang rendah dan sangat menolaknya.
  9. Tidak ridha jika kesalahan terjadi pada agam maupun yang memeluknya, bahkan membantahnya dan mencari alasan bagi orang yang mengatakannya.
  10. Dan masih banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya silakan simak dan dengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Ustadz Arif Budiman, Lc dalam Kajian Aqidah di Radio Kita FM dalam pembahasan Beberapa Akhlaq Salafus Shalih Ahlussunnah Wal Jama’ah, Hari Rabu pukul 05.30-06.30 WIB.

Simak dan dengarkan langsung.

Unduh dan dengarkan di PC/Laptop disini [KLIK]

Intisari Aqidah, Kajian Radio Kita FM, Ustadz Arif Budiman

[Kajian MP3] Manhaj Ahlussunnah Dalam Bersikap dan Berakhlaq (Ustadz Arif Budiman Lc)

Bismillah

Termasuk dari prinsip ‘aqidah Salafush Shalih, Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Bahwasanya mereka memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar (amar ma’ruf wa nahi munkar). Mereka percaya bahwa kebaikan ummat ini akan senantiasa tetap ada dengan ciri khas ini (amar ma’ruf wa nahi munkar), bahkan ciri khas ini merupakan syi’ar Islam yang paling agung dan merupakan sebab terpeliharanya kesatuan dalam Islam. Amar makruf adalah kewajiban yang sesuai dengan kondisi, maka kemasalahatan dipertimbangkan dalam hal itu.

Allah Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Qs.3:110

optimis

Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda:

Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Jika ia tidak mampu pula, ubahlah dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman” (HR. Muslim)

Ahlussunnah wal Jama’ah mendahulukan dakwah dengan cara yang lembut, baik berupa perintah maupun larangan, serta menyeru dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang  baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah  yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S An-Nahl: 125)
Mereka memandang wajibnya bersabar atas semua gangguan manusia dalam amar ma’ruf dan nahi munkar, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

Artinya: Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S Luqman: 17)

Untuk selengkapnya, silakan simak pada kajian Aqidah / Pondasi Imani bersama Ustadz arif Budiman, Lc di hari Rabu, Pukul 05.30-06.30 WIB (Tanggal 26 Maret 2014)

Simak dan dengarkan langsung:

Unduh untuk dengarkan di Laptop/PC disini.

Intisari Aqidah, Kajian, Kajian Islam, Kajian Radio Kita FM, Ustadz Arif Budiman

[Kajian MP3] Tanda-Tanda Ahlul Ahwa’ dan Bid’ah (Ustadz Arif Budiman, Lc)

tanda ahlul ahwa dan bid'ahBismillah..Ada beberapa tanda yang nampak dan mudah diketahui untuk mengenal siapa Ahlul Ahwa’ dan Ahlul Bid’ah. Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang mereka dalam Kitab-Nya, sebagaimana pula Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam telah mengabarkan tentang mereka dalam sunnahnya. Yang demikian itu sebagai peringatan bagi ummat dari mereka dan melarang menempuh jalan mereka.

Di antara tanda-tanda mereka adalah:

  1. Jahil terhadap tujuan umum Syari’at Islam.
  2. Berselisih, berpecah belah dan meninggalkan jema’ah.
  3. Suka berbantah-bantahan dan bermusuhan.
  4. Mengikuti hawa nafsu.
  5. Mendahulukan akal daripada nash.
  6. Tidak mengerti Assunnah.
  7. Tenggelam dan berlarut-larut dalam mendalami ayat-ayat yang mutasyabihat (ayat-ayat yang masih samar maknanya)
  8. Menentang as-Sunnah dengan Al-Quran
  9. Berlebihan dalam mengagungkan tokoh-tokoh tertentu
  10. Berlebihan dalam beribadah.
  11. Menyerupai orang kafir.
  12. Melontarkan gelar-gelar yang tidak layak/buruk kepada Ahlussunnah dan membenci mereka.
  13. Membenci dan memusuhi orang-orang yang membawakan sabda-sabda Nabi, serta menghina mereka.
  14. Mengkafirkan orang-orang yang menyelisihi mereka tanpa dalil.
  15. Meminta pertolongan kepada para penguasa untuk menghabisi orang-orang yang membawa kebenaran.

Demikian beberapa tanda dari Ahlul Ahwa’ dan Bid’ah, adapun untuk selengkapnya Anda bisa simak dan dengarkan dalam Kajian Aqidah bersama Ustadz Arif Budiman, Lc di Kita FM berikut ini. Kajian yang diselenggarakan di hari Selasa pukul 05.30-06.30 dalam program acara SMART (Satu Jam Meraih Taqwa) – Tgl 12 Maret 2014.

Simak dan dengarkan langsung:

Unduh untuk didengarkan di Laptop/PC dan Gadget lainnya DISINI.