Muslimah Archive

Artikel, Fatwa Ulama, Muslimah

Hukum Muslimah Mengirimkan Foto Via Internet Ketika Nadhor

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, terkadang banyak hal-hal yang melanggar syari’at yang dilakukan bahkan untuk suatu ibadah yang suci semisal pernikahan. Sebuah pertanyaan telah diajukan kepada Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin Rahimahullah tentang hal ini. Berikut adalah Fatwa tentang “Hukum Muslimah Mengirimkan Foto Via Internet dalam Proses Nadhor (Melihat Calon Pasangan)”

Pertanyaan:

Bolehkah seorang wanita mengirimkan fotonya melalui internet kepada seorang laki-laki yang melamarnya di tempat yang jauh untuk melihatnya lalu laki-laki tersebut menyetujuinya, apakah laki-laki tersebut boleh menikahinya atau tidak?

Jawaban:

Saya tidak melihat bolehnya hal tersebut:

  1. Karena mungkin ada orang lain selain laki-laki tersebut yang akan melihatnya.
  2. Karena gambar tidak akan menggambarkan hakikat yang sebenarnya secara sempurna. Berapa banyak gambar yang dilihat oleh orang lain, maka ketika dia melihat sendiri orang yang ada dalam gambar tersebut ternyata dia mendapatinya berbeda sama sekali.
  3. Mungkin foto tersebut tetap berada pada sang pelamar yang kemudian membatalkan lamarannya, akan tetapi foto tersebut tetap berada padanya, sehingga dia bisa mempermainkannya kapan saja dia kehendaki, wallahua’alam.

Buku Fatwa Sehari-hari Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin – Pustaka Assunnah.

Artikel, Fatwa Ulama, Muslimah

Seorang Suami Menentang Istrinya Berpakaian Yang Syar’i

Berpakaian yang syar’i bagi seorang muslimah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap muslimah yang ingin menjaga harga diri dan kehormatannya. Namun terkadang dalam praktiknya, khususnya di dalam kehidupan berkeluarga/berumah tangga selalu ada saja penghalang baik dari pihak orang tua bahkan dari pasangan sendiri yang menentang bahkan melarang putri/istrinya untuk memakai busana muslimah yang syar’i.

Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menyikapi masalah ini? Mari kita simak sebuah fatwa berikut ini, yaitu jawaban dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Semoga bermanfaat …

muslimah

Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia ditanya: Seorang laki-laki yang telah menikah memiliki beberapa orang anak, istrinya berkeinginan mengenakan pakaian yang syar’i sedangkan suaminya menentang hal itu, bagaimana nasihat Anda untuknya, semoga Allah memberkahi Anda..

Jawaban: Kami nasihatkan kepadanya agar bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang keluarganya dan sekaligus memuji Allah yang memberikan kemudahan baginya dengan seorang istri yang berkeinginan merealisasikan apa yang telah diperintahkan oleh Allah yaitu mengenakan pakaian yang syar’I yang menjamin keselamatannya dari fitnah. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar memelihara diri mereka dari keluarganya dari api neraka dalam firman-Nya:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.  (Q.S At-Tahrim: 6)

Dan jika Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam telah membebankan kepada laki-laki pertanggung jawaban tentang keluarganya, beliau bersabda:

Seorang laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya… “ (Muttafaq’alaihi)

Maka tidak layak laki-laki terebut berusaha memaksa istrinya untuk menanggalkan pakaian yang syar’i kepada pakaian yang haram, yang menjadi sebab timbulnya fitnah, maka hendaklah ia takut kepada Allah terhadap dirinya sendiri dan keluarganya dan hendaklah ia memuji Alllah atas nikmat-Nya yang telah memberikan kemudahan baginya dengan (adanya) perempuan yang shalihah ini.

Adapun berkaitan dengan suaminya, maka tidak halal baginya (istri) taat kepada suami selama-lamanya dalam rangka bermaksiat kepada Allah, karena tidak ada keta’atan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khalik.

Wallahua’lam bisshowaab.

-Dari buku fatwa-fatwa penting dalam sehari-hari – Syaikh Muhammad Shalih  Al Utsaimin. Pustaka Assunnah.

Artikel, Muslimah

Penyimpangan Wanita Dalam Rumah Tangga

Bismillah,

Pecinta Radio Kita FM di postingan yang sebelumnya kita sudah membahas mengenai penyimpangan yang banyak dilakukan wanita dalam masalah aqidah dan rukun Islam. Selanjutnya dalam postingan ini kita akan membahas mengenai beberapa penyimpangan wanita dalam rumah tangga. Pembahasan ini penting diketahui oleh para muslimah agar mereka tidak terjerumus dalam banyak penyimpangan di rumah tangga mereka.

Read the rest of this entry

Artikel, Muslimah

Penyimpangan Aqidah Yang Banyak Dilakukan Wanita

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan syari’at yang didalamnya terdapat kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Sikap berpegang teguh dengan syari’at Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak melanggarnya akan melahirkan keutamaan, kesucian dan kemuliaan serta dapat menyelamatkan manusia dari  kehinaan, keburukan, kerusakan dan dosa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

إنمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذهِبَ عَنكُمُ الِرجْسَ أهْلَ البَيْتِ َو يُطهّرَكُمْ تطهِيْرًا

 “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (keluarga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam) dan membersihkan kamu sebersih – bersihnya .”(Q.S Al-Ahzab : 33)

Read the rest of this entry

Artikel, Fikih, Muslimah

Pembahasan Fiqih Haidh (Bagian 1)

Pecinta Radio Kita FM Rahimakumullah Permasalahan darah haidh, istihadhoh dan nifas merupakan masalah agama yang penting untuk dijelaskan dan diketahui, karena berkaitan dengan hukum-hukum syari’at seperti shalat, shaum dan talaq. Risalah ringkas ini merupakan penjelasan tentang darah tabiat wanita serta ahkam yang terkait dengannya  khususnya darah haidh. Semoga bermanfaat Wabillahi at- taufiq.

Read the rest of this entry