Judul Kajian : Membedah Kesesatan Aqidah Syiah
Pembicara : Ustadz Zainal Mursalin Lc.
Hari : Jum’at
Tanggal : 22 Agustus 2008
Ajaran aqidah syiah yang sesat dan menyesatkan saat ini paling aktif melancarkan aksinya mempengaruhi kaum muslimin. Berbagai macam kedustaan gencar digulirkan oleh pengikut syiah untuk membelokkan aqidah kaum muslimin.
Sebagai seorang ahlussunnah, kita harus waspada dengan ancaman kesesatan Aqidah syiah. Dalam kajian ini diungkapkan sikap syiah kepada para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, metode syiah mempengaruhi kaum muslimin, Kontroversi ajaran aqidah, Aqidah Taqiyah Syiah, Nikah Mut’ah dan berbagai macam kesesatan syiah lainnya.
Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.
Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.
Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).
1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad
3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.
4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.
5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhu
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.
7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.
9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).
10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil
Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).
11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.
14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.
Syiah : Khamer/ arak suci.
15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).
17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).
18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.
19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).
Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.
Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).
Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).
Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).
Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.
Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.
Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.
Knapa mesti sesama ummat muhammad saling mencaci padahal ada bahaya laten komunis n kapitalis membayangi kita? Ataukah kita hbskn energi hax untk itu. Bukankah ini kebodohan
Jawab:
kalo melawan bahaya laten kaum komunis dan kapitalis tukang becak juga tahu. Justru melawan bid’ah itu butuh ilmu dan yang melawan serta mengkritisi itu adalah ciri kepandaian dan orang berilmu bukan kebodohan…
bagaimana kita mahu mengembalikan kesatuan islam sedunia kerana kapan dilihat syiah ini sudah menyeleweng terlalu jauh .dlm populasi kini syiah juga mempunyai pengikut yg ramai.oic. no function
assalamu’alaikum.. cuma mau tanya, apakah sdr harlan pernah berdiskusi langsung dgn ulama2 syi’ah? syi’ah yg mana? krn yg sesat pun tdk hanya di syi’ah tp di sunni pun byk.. mohon tdk menggeneralisir sblm kita paham sedalam2nya ttg syi’ah.. wassalam
Dengan memahaminya insya allah kita akan mengetahui bahwa syi’ah itu bukan agama islam, tapi sudah merupakan agama baru, karena mereka mengingkari banyak hal-hal yang datang dari islam itu sendiri,
Bagi yang ingin memiliki artikel tentang kesesatan syi’ah ini bisa menghubungi email saya di abu.aisyah77@gmail.com
Insya Allah nanti saya kirimkan via email
Mudah-mudahan bisa memberi pencerahan, karena banyak masyarakat indonesia khususnya yang tidak mengetahui hal ini, sehingga karena ketidaktahuannya itu membuat mereka ikut pemahaman orang syi’ah ini, bahkan ikut membela mereka, dan mencela orang yang membeberkan kesesatan ajaran syi’ah ini.
Awas… Yayasan Agama Syi’ah Di Sekitar Anda!!! (Penting)
Agama Sesat Syi’ah –Hadahumullah- tidak henti-hentinya mengincar mangsa di negeri kita. Melalui berbagai cara, mereka berusaha mendekatkan diri mereka kepada kaum muslimin untuk dengan misi penyebaran agama Sesat Syi’ah di Indonesia. Salah satunya dengan mendirikan berbagai yayasan “keislaman” untuk melancarkan makar Iblis mereka. Maka, berhati-hatilah wahai kaum muslimin terhadap yayasan-yayasan Agama Syi’ah yang akan mengancam aqidah kita dan keturunan kita…
Berikut ini kami bawakan daftar nama dan alamat yayasan Syi’ah di Indonesia (Semoga Allah memberi hidayah Sunnah kepada orang-orang Syi’ah). Maksud kami menampilkan daftar yayasan Agama Syi’ah disini dengan tujuan agar kaum muslimin dapat berhati-hati terhadap makar dan propaganda sesat Syi’ah. Dan salah satu pusat penyebaran Agama Syi’ah di Indonesia adalah kota Bandung bersama yayasan Muthoharinya dengan dedengkotnya seorang Syi’ah Rofidhoh DR. Jalaluddin Rahmat (biasa dipanggil dengan Kang Jalal – salah seorang dosen universitas ternama di kota Bandung). Semoga Allah segera membuka kedok orang ini yang sesungguhnya!!! Maka, berhati-hatilah wahai Umat Islam dari makar Syi’ah – Keturunan Babi dan Kera – .
DAFTAR YAYASAN AGAMA SYI’AH DI NUSANTARA
Yayasan Fatimah
JL. Batu Ampar III No.14 Condet Jakarta Timur, 13520
Tazkia Sejati Patra Kuningan IX No.6 Kuningan Jakarta Selatan
Yayasan Al Mahdi Jakarta Utara
Yayasan Al Muntazar Komp Taman Kota Blok E7/43 Kembangan Utara, Jakarta Barat
Yayasan Madina Ilmu Sawangan, Parung, Depok
Shaf Muslimin Indonesia Cawang
IPABI Bogor Yayasan Insan Cita Prakarsa Jl Lontar 4 No.9 Menteng Atas Jaksel
Islamic Center Jakarta Al Huda Jl Tebet Barat II No 8, Tebet, Jaksel, Indonesia 12810
Yayasan Asshodiq Jl Penggilingan No 16 A, RT01/07 Jakarta Timur
Pengajian Ummu Abiha (HJ Andriyanti) Jl Pondok Hijau VI No.26 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310
Pengajian Al Bathul (Farida Assegaf) Jl Clilitan Kecil, Jaksel
Yayasan Babul Ilmi Jl Taman Karmila, Blok F3/15 Jatiwaringin Asri, Pondok Gede
Pengajian Haurah Jl Kampus I Sawangan Depok
MPII Jl Condet Raya 14 condet Jaktim 13520
FAHMI (Forum Alumni HMI) Depok Jl. Fatimah 323 Depok
Yayasan Azzahra Jl. Dewi Sartika Gg.Hj.M.Zen No 17, RT.007/05, Cawang 3, Jakarta Timur
Yaysan Al Jawad Gegerkalong Girang, No 92 Bandung 40015
Yayasan Muttahhari Jl Kampus II No 32 Kebaktian Kiaracondong 40282
Majlis Taklim Al Idrus Rt 04/01 Cipaisan, Purwakarta
Yayasan Fatimah Jl Kartini Raya No 11/13, Cirebon 45123
Yayasan Al Kadzim
Yayasan Al Baro’ah Gg Lenggang IV-66 Blok H, Bumi Resik Panglayungan, Tasikmalaya 46134 Jabar
Yayasan 10 Muharrom JL Chincona 7 Pangalengan Bandung
Majlis Ta’lim Annur Jl Otista No 21 Tangerang Jabar
Yayasan As Shodiq Jl Plesiran 44 Bandung 40132
IPABI PO BOX 509 Bogor Jabar
Yayasan As Salam Jl Raya Maja Utama 25 Majalengka Jabar
YAYASAN Al Mukarromah Jl Cimuncang No 79 Bandung Jabar Jl Kebun Gedang 80 Bandung 40274 Jabar
MT Al Jawad Jl Raya Timur No 321 Singaparna Tasikmalaya Jabar
Yayasan al Mujtaba Jl Walangi No 82 Kaum Purwakarta Jabar
Yayasan Saifik Jl Setiabudi Blok 110 No 11A/166 D Bandung, Jawa Barat
Yayasan Al Ishlah DRS Ahmad M.Ag
Jl Pasar Kramat No 242 Ps Minggu Cirebon, Jabar Yayasan Al-Aqilah Jl. Eksekusi EV No. 8 Komp. Pengayoman, Tangerang 15118
Banten – Indonesia
Yayasan Dar Taqrib Jl KH Yasin 31A PO BOX 218 Jepara Jawa Tengah
Al Hadi Pekalongan 51123 , PO BOX 88,
Yayasan Al Amin Giri Mukti Timur II/1003/20, Semarang Jawa Tengah
Yayasan Al Khoirat Jl Pramuka 45, RT 05/06 Bangsri Jepara Demak Jateng Desa Prampelan, Rt 02/04 No 50 Kec Sayung, Jateng
Yayasan Al Wahdah Metrodanan, 1/1 no 81 Ps Kliwon, Solo Jateng
Yayasan Rausan Fikr (Safwan) Jl Kaliurang Km 6, Gg Pandega Reksa No 1B Yogyakarta
Yayasan Al Mawaddah Jl Baru I Panaruban, Rt 02/03 Weleri, Kendal Jateng
Yayasan Al Mujtaba (BP Arman) Jl Pasar I/59, Wonosobo Jateng
Yayasan Safinatunnajah Jl Pahlawan, Wiropati 261, Desa Pancur wening Wonosobo Jateng
Yayasan Al Mahdi Jl. Jambu No.10, Balung, Jember Jawa Timur 68161
Majlis T’lim Al Alawi Jl Cokroaminoto III/254, Probolinggo Jawa Timur
Yayasan Al Muhibbiin Jl. Kh Hasan No.8, Probolinggo, Jawa Timur
Yayasan Attaqi Kedai Hijau, Jl. RA Kartini No.7 Pandaan Pasuruan Jatim
Yayasan Azzhra Sidomulyo II No 38, Bululawang Malang Jawa Timur
Yayasan Ja’far Asshodiq Jl KH Asy’ari II/1003/20 Bondowoso Jawa Timur 68217
Yayasan Al Yasin Jl. Wonokusumo Kulon GG 1/No.2 Surabaya
Yayasan Itrah PO BOX 2112, Jember Jawa Timur
Yapisma Jl. Pulusari I/30, Blimbing, Malang Jawa Timur
Yayasan Al Hujjah Jalan Sriwijaya XXX/5 Jember Jawa Timur
Yayasan Al Kautsar Jl.Arif Margono 23 A, Malang Jawa Timur
YAPI Jl Pandaan Bangil, Kenep Beji, Pasuruan Jatim
Yayasan AL Hasyim Jl Menur III/25A Surabaya
Yayasan Al Qoim Jl Sermah Abdurrahman No 43, Probolinggo Jawa Timur
FAJAR
Al-Iffah Jl. Trunojoyo IX / 17 Jember
Yayasan BabIlm Jl. KH. Wahid Hasyim 55 Jember 68137. Jawa – Timur Telpon : 0331-483147 PO. BOX : 232
Yayasan al-Kisa’ Jl. Taeuku Umar Gg. Sesapi No. 1 Denpasar Bali
Al-Hasyimi Toko al-Kaf Nawir Jl. Selaparang 86 Cakranegara Lombok
Yayasan Al Islah Kopm Panakkukang Mas II Bloc C1/1 Makasar 90324
Yayasan Paradigma Jl Sultan Alaudin no 4/lr 6
Yayasan Fikratul Hikmah Jl Sukaria I No 4 Makasar 90222
Yayasan Sadra Makasar
Yayasan Pinisi JL Pontiku, Makassar, Sulsel
Yayasan LSII JL Veteran Selatan, Lorong 40 No 60 Makasar
Yayasan Lentera Jl. Inspeksi Pam No. 15 Makassar
Yayasan Nurtsaqolain Jl Jendral Sudirman No 36A Palopo Sulsel Belakang Hotel Buana
Yas Shibtain Jl Rumah Sakit no 7 Tanjung Pinang Kep Riau
Yayasan Al Hakim Pusat Perbelanjaan Prinsewu, Bolk B Lt2, Lampung Selatan 35373
Yayasan Pintu Ilmu Jl Kenten Permai, Ruko Kentan Permai No.7 Palembang 30114
Yayasan Al Bayan Jl Dr. M. Isa 132/795 Rt 22/8 Ilir Palembang
Yayasan Ulul Albab Jl Air Bersih 24 D Kutabelang Loksumawe Aceh
Yayasan Amali Jl. Rajawali. Komp. Rajawali I No. 7 Medan 20122
Kumail Jl. Punai 2 No. 26 Kuto Batu Palembang
Yayasan Al Muntadzar Jl Al Kahoi II no 80, Samarinda Kalimantan Selatan
Yayasan Arridho Jl A Yani KM 6-7 No 59 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Us Ali Ridho Alatas Jl. Sungai Ampal No.10 Rt43/15 Sumberjo, Balikpapan, Kalimantan Timur
Madrasah Nurul Iman Selat Segawin, remu Selatan No 2 Sorong Irian Jaya
Tolong jangan menghancurkan islam dengan menulis sesuatu diatas kebohan antum sendiri.ana persilahkan sapa saja yang ingin mengetahui tentang syiah ke ana tampa harus memecah belah ukhuwah islamiyah
@ikmal (no 5) mendukung, perlu cek dan ricek apakah saudara harlan sudah pernah berdiskusi dengan ulama syiah ? jangan samapi tulisan-tulisan dan propaganda seperti ini menjadi fitnah sebelum kita sendiri punya pengetahuan yang cukup tentang hal ini.
@Harlan (no 2) dalam menjawab pertanyaan saudara Iyan, Akhlak anda tidak terpuji dengan mencela/ mendiskreditkan tukang becak. secara tidak langsung anda mengatakan bahwa semua tukang becak adalah bodoh dan anda lebih pintar dari mereka.
“Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak, “Tidak mungkin!!!”
Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “, seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273. Berikut ini kisah selengkapnya:
Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vaginal discharge).
Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.
Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.
Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.
Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.
+ “Saudari masih kuliah?”
- “Masih dok”
+ “Semester berapa?”
- “Semester tujuh dok!”
+ “Fakultasnya?”
- “Sospol”
+ “Jurusan komunikasi massa ya?”
Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.
- “Kok dokter tahu?”
+ “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”
Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.
+ “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?
Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.
- “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”
+ “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”
Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.
- “Saya dari Pekalongan”
+ “Kost-nya?”
- “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”
+ “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”
- “Ya,..kadang-kadang Dok!”
+ “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”
Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.
- “Bang Jalal siapa?”
Tanyanya dengan nada agak tinggi.
+ “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”
- “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”
+ “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”
Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.
- “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”
Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.
+ “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”
- “Sakit apa dok?”
Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.
+ “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”
Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,
- “Tidak mungkin!!!”
Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.
Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah. Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.
+ “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”
Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu. Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.
- “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata
+ “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”
- “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”
+ “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”
Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.
+ “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”
- “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”
Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..
+ “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??
Pasien terakhir itu mengangkat muka,
- “Iya dokter! Apa maksud dokter”?
+ “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!
- “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.
+ “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.
- “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”
Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.
+ “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.
- “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”
Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.
+ “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.
- “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”
Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.
- “Berapa Dok?”
+ “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.
Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung
- “Terima kasih Dok,…….permisi”
Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu.
1. Tanpa kita sadari jangan-jangan kita bagian dari kaum yang membusukan Islam, tidak bedanya dengan Yahudi, Nasrani dan mereka yang membenci islam. Hanya saja bahasa kita saja berbeda, dengan mereka. Cinta dalam kata, buruk dalam pikiran.
2. Kenapa kita jadikan syiah dua sekte yang saling sesat-menyesatkan ? Kenapa kita tidak jadikan duanya bersaudara yang saling menutupi kelebihan dan kekurangan ?
3. Saatnya kita jadikan diri kita muslim yang humanis, bukan arogan. Muslim yang menjadikan diri kita bagian dari Rahmat Allah SWT.
Syi’ah sudah ada sejak zaman ulama besar dulu, sejak zaman imam 4 madzhab sudah memberikan gelar sesat kepada mereka…Rafidhah, dan ingat mas,…kita tidak bisa menyatukan kesesatan dengan cahaya Islam
Salah satu kelemahan kita yang menyebut diri “AHLU SUNNAH” adalah mengutamakan EMOSI daripada keILMIAHAN. Boleh jadi mereka dan KITA malah menjadi korban KONSPIRASI INTERNASIONAL yang senantiasa mengadu domba UMAT ISLAM SEDUNIA. kita seyogyanya segera BERMAWAS DIRI dan merasa malu dengan Titel “AHLU SUNNAH” (dengan beragam pilahan mazhab dan aliran pemikiran yang begitu banyak), namun tidak malukah kita bila secara SADAR atau pun TIDAK menjauh dari SUNNAH RASUL SAW ??. Sebagaimana sindiran buat “Ahlil Kitab (Israel” namun membelakangi “Kitab-kitab Suci dari Allah SWT” sepanjang sejarah kemanusiaan.
knp pr ulama ahlusunnah tdk prnh mncritakan kisah al ghadir….dmn telah turun ayat dan Rasulullah sndiri yg mnympaikahn di hadapan 100 rb org yg hadir, bhwa imam Ali as adalah washi (pgnti) beliau…..tp kbnyakan mereka menutup2inya….smg Allah mberikan hidayah kpd kita smua…amien
slawat & slam utk al mustofa saw & al murtadho as serta ahlul baitnya
untuk say: bukan gak pernah bercerita tentang al ghadir, emang kejadian itu gak pernah ada bahwa rasulallah tidak pernah memberikan washi kepada ali untuk menjadikan penggantinya. itu kan cuma karangan org2 syiah aja
Setahu saya buku2 Ahlussunnah memuat tentang Hadis Ghadir, hanya saja para ulama mengartikan hadis “man kuntu maula fa haza Aliun maulahhu” dengan arti yang berbeda dengan ulama syiah.
kalau ulama Alhus Sunnah mengartikannya ” barang siapa yang menjaikan aku sebagai kawan, sahabat atau pelindungnya maka
Ali adalah kawan, dan sahabat adalah pelindungnya juga”
sedangkan Ulama syiah mengartikan “barang siapa yang menjadikan diriku sebagai pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya juga”
dari dua arti berbeda ini maka berbeda pula panangan dua Aliran besar itu.
Jadi bukan tidak ada peristiwa al Gadir
Ada hanya saja Sunnah dan Syiah berbeda dalam menggartikan kejadian tersebut.
silahkan baca tafsir dur mansur karya Imam suyuti (satu diantara dua pengarang tafsir jalalain juga pengarang kitab Al Itqan) tentang ayat yang berbunyi “Ya Ayuhan nabi baligh ma unzila ilaika min robbik, fain lam tafal fama ballaghta risalatahu”
Kepalsuan Kisah Pasien Terakhir
Posted on September 26, 2009 by secondprince
Kepalsuan Kisah Pasien Terakhir
Belum lama ini beredar cerita murahan di internet yang disebarluaskan oleh mereka yang mengaku pengikut salafiyun. Kisah yang katanya tragis dari seorang perempuan yang katanya penganut Syiah. Kisah mengenai penyakit yang diderita akibat melakukan nikah mut’ah. Kisah ini dapat anda lihat disini
* Akhir Petualangan Si Pasien Terakhir
* Kisah Tragis Pengikut Aliran Sesat
Kesan pertama kami saat membaca kisah ini adalah aneh alias ada yang janggal dan setelah membaca kisah ini maka kami dapati bahwa kisah ini palsu alias tidak berdasar. Sebaik-baik bukti kepalsuan kisah ini justru berada di dalam isi kisah tersebut. Kajian ini hanyalah analisis kami mengenai kisah tersebut, sebelumnya saya ingatkan analisis ini tidak akan membahas soal nikah mut’ah yang kontroversial itu. Pembahasan tentang hukum nikah mut’ah sudah cukup banyak dipaparkan baik oleh Sunni maupun Syiah, dan silakan ambil yang menurut anda benar.
Mengapa kisah pasien terakhir tersebut kami katakan palsu?. Petunjuk pertama kepalsuan kisah tersebut adalah tidak jelas dari mana sumbernya. Sumber infonya tidak valid (dari buku yang tidak tahu juga tuh penulis mengambil dari mana), yah kalau dalam ilmu hadis mah kisah seperti itu tidak ada sanadnya. Maksudnya begini, di dalam kisah tersebut terdapat dialog antara dokter dan pasiennya yang bersifat rahasia dan tentu dialog seperti ini hanya bisa diketahui oleh
* Dokter yang bersangkutan
* Pasien yang bersangkutan alias perempuan malang tersebut
Anehnya format cerita adalah dalam bentuk orang ketiga. Si pencerita memposisikan diri sebagai orang luar yang menceritakan dialog antara dokter dan pasien. Tidak ada dalam kata-kata tersebut pengakuan bahwa yang bercerita adalah dokter yang bersangkutan atau malah pasiennya sendiri. Nah siapakah pihak ketiga yang tidak jelas ini dan bagaimana bisa dia mengetahui dialog rahasia tersebut?. Apalagi yang cukup mengagumkan adalah pemaparan yang terlalu detail bahkan sampai ke pikiran atau lamunan orang lainpun bisa diketahui oleh pihak ketiga tersebut. Simak bagian cerita yang ini
Di ujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan akne vulgaris (jerawat) yang ia alami.
Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan Syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.
Dokter Hanung mengerutkan keningnya men-dengar jawaban pasien terakhirnya itu. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisanya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya
Si Pencerita ini memang sungguh luar biasa, kemampuannya memaparkan detail peristiwa sampai ke pikiran dan perasaan orang lain patut diacungi jempol. Tapi masalahnya bagaimana dia tahu?. Lain halnya kalau cerita itu fiktif belaka maka sudah pasti si pencerita tahu segalanya sampai ke pikiran dan perasaan orang, lha kan dia yang buat cerita.
Petunjuk kedua kepalsuan kisah ini adalah matan(isi) kisah tersebut mungkar. Kemungkarannya terletak pada aspek kerahasiaan. Dialog antara dokter dan pasien di klinik bersifat rahasia dan itu tercatat atau terdokumentasi dalam apa yang disebut Rekam Medis. Apa yang terjadi di antara dokter dan pasien dimulai dari identitas, anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium dan terapi adalah isi rekam medis yang sifatnya rahasia. Hal ini tidak begitu mudahnya menjadi makanan publik. Hukum dan Etika kedokteran jelas sangat melindungi isi rekam medis. Silakan pembaca googling soal Rekam Medis dan aspek hukumnya agar mengetahui dengan jelas apa yang saya maksud. Kisah tersebut mungkar karena memaparkan isi rekam medis yang bersifat rahasia yaitu identitas, anamnesis, diagnosis dan hasil laboratorium pasien
Identitas penderita yang dapat dilihat dari penggalan cerita yang ini
“Saudari masih kuliah?”
“Masih Dok”
“Semester berapa?”
“Semester tujuh Dok”
“Fakultasnya?”
“Sospol”
“Jurusan komunikasi massa ya?”
Kali ini ganti pasien terkahir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.
“Kok dokter tahu?”
“Aah,…….. tidak, hanya barang kali saja!”
“Saya dari Pekalongan”
“Kost-nya?”
“Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”
“Di kampus sering mengikuti kajian islam yaa”
“Ya, … kadang-kadang Dok!”
“Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”
Identitas perempuan bercadar tersebut lumayan detail yaitu Mahasiswa Semester 7 Fakultas Sospol jurusan komunikasi massa dari pekalongan tinggal ngekos di Wisma Fathimah Jln Alex Kawilarang 63. Kira-kira dengan info seperti ini siapa sebenarnya perempuan tersebut (kalau memang ada) akan mudah sekali diketahui (oleh orang yang ada disana tentunya).
Anamnesis antara dokter dan pasien benar-benar jelas dalam kisah tersebut. Pembaca seolah dibuat ikut menyaksikan secara langsung dialog tersebut. Tapi poin penting yang sangat rahasia adalah isi rekam medis yang meliputi Keluhan utama pasien yang tampak dari penggalan cerita
Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vagina discharge).
Diagnosis Pasien dan Pemeriksaan Laboratorium yang tampak dari penggalan cerita
“Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboratorium semuanya menyokong diagnosis gonore, penyakit yang disebabkan hubungan sexual”.
Secara hukum isi rekam medis adalah milik pasien dan hanya bisa dipaparkan atas permintaan pasien sendiri atau oleh dokter yang bersangkutan demi kepentingan peradilan atau hukum. Pemaparan seenaknya kepada publik tanpa kepentingan apapun melanggar kerahasiaan rekam medik secara hukum.
Apakah Pasien sendiri yang mengungkapkan kisah ini?. Melihat cerita tersebut maka hal tersebut mustahil dengan alasan
* Pasien yang bersangkutan tentu tidak akan mau membuka aibnya sendiri apalagi dijadikan makanan publik yang tersebar kemana-mana. Mau ditaruh dimana itu muka? Dan tolong diperhatikan identitas pasien tersebut terlalu detail (alamat, jurusan dan fakultas) sehingga tidak mungkin kalau pasien sendiri yang bercerita. Jika anda pasiennya adalah lebih masuk akal kalau anda merahasiakan identitas diri agar tidak mempermalukan diri sendiri.
* Pasien mengaku mahasiswa jurusan sospol tetapi penceritaannya menggunakan bahasa medis seperti disuria, vaginal discharge, gonore, pioderma dan akne vulgaris. Lebih mungkin kalau yang bercerita adalah orang yang berkecimpung di bidang medis.
Apakah sang Dokter yang mengungkapkan kisah ini?. Hal ini juga mustahil dengan alasan
* Dokter tidak memiliki hak atas isi rekam medis, isi rekam medis sepenuhnya milik pasien dan dokter hanya bisa mengungkapkan isi rekam medis dalam kepentingan hukum atau peradilan.
* Seorang dokter tahu betul akan kerahasiaan isi rekam medis, jadi jika ia yang memaparkan cerita ini maka ia pasti akan memberikan penjelasan terlebih dahulu seputar masalah kerahasiaan rekam medis. Ia akan menjelaskan dengan detail bagaimana bisa ia punya hak untuk menceritakan kisah yang didalamnya terdapat isi rekam medis pasiennya sendiri. Sayang sekali dalam cerita pasien terakhir ini tidak ada sedikitpun penjelasan sang dokter soal rahasia rekam medis.
* Secara etika seorang dokter akan menghindari penjelasan yang terlalu detail mengenai identitas pasien ataupun diagnosis pasien, apalagi untuk dipaparkan kepada publik padahal tidak ada kepentingan hukum yang mendesaknya.
Kalau bukan pasien dan dokter lalu siapa? Sepertinya kembali ke pihak ketiga yang tidak jelas juntrungannya. Dan seandainya diketahui siapa pihak ketiga ini maka perlu dipertanyakan bagaimana bisa ia mengetahui isi rekam medis yang nampak dalam kisah tersebut. Ujungnya juga balik lagi dari pasien sendiri atau dokter, lha mereka mustahil bercerita, nah lantas dari mana, dapet wangsit atau bisikan-bisikan atau kabar dari langit
Dalam cerita di atas juga ada kejanggalan, jika seorang wanita dinyatakan menderita gonore maka seorang dokter sudah seharusnya bertanya mengenai status perempuan tersebut apakah memiliki suami atau tidak?. karena jika memiliki suami maka dokter akan menyarankan agar suaminya juga ikut diperiksa. Anehnya hal penting seperti ini tidak ada dalam kisah tersebut. Hal janggal lain adalah seorang dokter dalam kasus seperti itu seharusnya menjelaskan aspek terapi secara lebih detail kepada pasien dimulai dari penggunaan obat, apa, bagaimana dan berapa lama, biaya obat yang sanggupkah dibeli pasien dan usaha pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular ke pasangan pasien (ada juga malah justru kembali melanggar rahasia isi rekam medis). Aspek seperti ini tidak muncul dari dokter di kisah tersebut yang ada si dokter hanya memberi secarik kertas resep saja, seolah semuanya akan terjelaskan begitu saja. Hal yang menguatkan bahwa kisah ini hanyalah rekaan. Jika pencerita saja bisa menceritakan dengan detail soal pikiran dan lamunan serta kondisi kamar periksa dokter meliputi meja kamar tidur dan posisi wastafel, kok penjelasan dokter soal terapi malah tidak ada. Aneh bin ajaib
Kebatilan lain dari kisah tersebut adalah ada unsur yang dapat menyebabkan munculnya fitnah yaitu seputar identitas alamat pasien atau fakultas dan jurusan mahasiswa. Kisah ini dapat memicu munculnya anggapan yang tidak-tidak dari publik kepada orang-orang yang ada kaitan dengan alamat, fakultas atau jurusan yang dimaksud. Hal ini memperkuat kemustahilan pasien atau dokter untuk memaparkan kisah seperti ini ke publik. Sepertinya kisah murahan ini tidak lain dibuat hanya untuk merendahkan mahzab tertentu atau orang-orang tertentu. Menurut anda etiskah menyebutkan nama-nama seperti Jalaludin Rakhmat dan Ahmad Baraghbah (sepertinya pencerita juga salah dalam menyebutkan nama) dalam kisah ini?. Yang menarik perhatian, cerita murahan seperti ini justru getol sekali disebarkan or dikopipaste oleh mereka yang mengaku pengikut salafiyun. Mereka yang katanya berpegang pada kabar-kabar shahih ternyata berhujjah dengan kisah palsu untuk merendahkan mahzab yang tidak mereka suka atau merendahkan orang-orang tertentu (segitu putus asanya mereka sampai berhujjah dengan kisah yang dibuat-buat). Lucu juga kalau melihat orang yang sok berjalan di atas jalan yang lurus bahkan tidak bisa menilai suatu kabar yang valid atau sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Akhir kata ini hanya sebuah analisis singkat dan apa adanya sesuai data yang ada.
Tolong sebutkan sy ini ada di Ahlussunnah atau Syi’ah? Sy belajar dr kecil Fikih nya Imam Syafi’i dan diamalkan smpai sekarang. Stelah sering baca buku, dgr berita, bertanya ke ahli politik, sy heran knp Iran dan Hizbullah yg dimusuhi Yahudi&Nashoro? Sdangkan Alqur’an mnjelaskn bhw: “mereka tdk akan ridho sblm muslimin mngikuti mrk”. Nah Yahudi& Nashoro malah jelas2 akrab dgn Negara2 Islam terutama Saudi, Kueit, dll. Makanya soal Politik sy ikuti Iran yg benar2 menjalankan Syariat Islam Tulen. Apakah sy punya golongan tersendiri?
Assalamualaykum,
Untuk lebih memahami Sunni dan Syiah kita tidak bisa hanya pakai dalil2 agama tapi kita hurus mempatkan diri kita pada suasana waktu dulu dari segi politik/kekuasaan, perlu diingat Islam tidaklah melulu masalah agama tapi juga politik.
Beruntung kita berada di Indonesia dan seyogyanya lebih mudah menghayati, karena situasinya seperti pada tahun 1966an den masa Soeharto, dimana keluarga Bung Karno dipinggirkan dan Nama serta ajaran Bung Karno dicoba untuk dilupakan, kita masih ingat bahkan Gelora Bung Karno pun diganti namanya menjadi Gelora Senayan , dan puncak Soekarnopura pun diganti namanya, kenapa ? karena nama Soekarno berbahaya apalagi keluarga Soekarno yang membawa nama Soekarno sangat berbahaya untuk kekuasaan dan kestabilan penguasa Orba, dan ini terbukti dengan naiknya Megawati kepuncak kekuasaan pada masa reformasi.
Nah peristiwa setelah wafatnya Rasul s.a.w. dan masa sesudahnya kira2 seperti itulah, wajar saja kalau Ahlulbayt dipinggirkan, bisa dibayangkan pengaruhnya yang luar biasa.
Wallahu a’lam
Nikah Mut’ah : Pengalaman Bersama Imam Khomeini[1]
Oleh : Al-Syeikh Al-Allamah Dr. Sayid Husain Al-Musawi Al-Husaini[2]
Ketika Imam Al-Khomeini tinggal di Iraq, kami berulang alik menemuinya dan menimba ilmu daripadanya sehingga hubungan kami dengannya menjadi rapat. Pernah sekali aku mendapat peluang musafir bersama beliau setelah beliau mendapat jemputan dari bandar Tal’afir, sebuah bandar yang terletak di barat Mausil2 yang jauh perjalanannya sekitar sejam setengah dengan menaiki kereta. Beliau telah mengajak ku untuk musafir bersamanya, maka aku pun bermusafir bersamanya. Mereka menyambut dan memuliakan kami selama tempoh kami tinggal bersama di salah sebuah keluarga Syiah di sana. Mereka berjanji akan menyampaikan ajaran Syiah di tempat tersebut dan mereka masih menyimpan gambar kenangan bersama kami yang diambil di rumah mereka.
Setelah selesai tempoh musafir, kami pulang. Ketika dalam perjalanan pulang ke Baghdad, Imam Al-Khomeini ingin berehat daripada keletihan musafir, lalu beliau menyuruh kami menuju ke kawasan Al ‘Atifiah yang merupakan tempat tinggal seorang lelaki berasal daripada Iran yang dikenali dengan Sayid Shahib, yang mempunyai hubungan yang rapat dengan beliau. Sayid Shahib sangat gembira dengan kedatangan kami. Kami tiba di tempatnya waktu Zuhur. Beliau menyediakan makan tengah hari yang istimewa kepada kami dan memaklumkan kepada saudara maranya tentang kedatangan kami. Mereka hadir dan memenuhi rumah beliau menyambut kedatangan kami dengan penuh penghormatan.
Sayid Shahib meminta kepada kami supaya bermalam di rumahnya pada malam tersebut. Imam pun bersetuju. Kemudian apabila tiba waktu Isyak kami disediakan dengan makan malam. Para hadirin yang hadir mencium tangan Imam dan bersoal jawab dengannya. Ketika hampir tiba waktu tidur para hadirin bersurai kecuali ahli rumah tersebut. Imam Al-Khomeini melihat kanak-kanak perempuan berumur empat atau lima tahun dan kanak-kanak tersebut sangat cantik. Imam meminta daripada ayahnya Sayid Shahib untuk bermut’ah dengannya dan ayahnya bersetuju dengan perasaan sangat gembira. Imam Al-Khomeini tidur dan kanak-kanak tersebut berada dalam dakapannya. Kami mendengar suara tangisan dan teriakan kanak-kanak tersebut.
Apa yang penting ialah Imam telah melalui malam tersebut. Apabila tiba waktu pagi, kami bersama-sama untuk sarapan pagi. Imam telah melihat kepada ku dan mendapati tanda-tanda tidak puas hati yang lahir secara jelas di wajah ku; Bagaimana pada waktu itu beliau sanggup bermut’ah dengan kanak-kanak perempuan tersebut sedangkan di dalam rumah tersebut terdapat ramai wanita-wanita muda, baligh, berakal yang tidak menjadi halangan kepada beliau untuk bermut’ah dengan salah seorang daripada mereka. Kenapa beliau tidak berbuat demikian?
Beliau berkata kepada ku: Sayid Husain, apa pendapat kamu tentang bermut’ah dengan kanak-kanak perempuan? Aku berkata kepadanya: Kata pemutus adalah kata-kata kamu, perbuatan yang benar adalah perbuatan mu dan kamu Imam Mujtahid. Mana mungkin orang seperti ku berpandangan atau berpendapat melainkan apa yang telah kamu lihat dan katakan , -dan seperti diketahui tidak mungkin aku bertentangan dengan kamu-.
Beliau berkata: Sayid Husain, sesungguhnya bermut’ah dengan kanak-kanak tersebut adalah harus tetapi dengan bercumbu-cumbuan, berciuman dan tafkhiz[3]. Adapun bersetubuh, dia (kanak-kanak) masih belum mampu untuk melakukannya.
Imam Al-Khomeini berpendapat harus bermut’ah walaupun dengan kanak-kanak yang masih menyusu. Beliau berkata: Tidak mengapa bermut’ah dengan kanak-kanak yang masih menyusu dengan memeluk dan tafkhiz – meletakkan zakarnya di antara dua pahanya- dan bercumbuan.
Lihat kitabnya { 2/241 : تحرير الوسيلة masalah nombor 12}
___________
[1] Di petik daripada kitab “Pengakuan Ulama’ Syiah kepada Allah dan sejarah” dan kitab terjemahan bertajuk “Kenapa Aku Tinggalkan Syiah”. Buku ini sebenarnya satu lagi pendedahan secara akademik yang sekali gus membongkar beberapa perkara pokok pegangan Syiah Imamiah. Yang penting bagi setiap pembaca ialah dapat membezakan antara pegangan Imam-imam Dua Belas yang tulen dan penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa orang tokoh Syiah khususnya selepas tahun 329 H.
[2] Seorang ulama Najaf. Berdasarkan proses pengajian dan pengalaman beliau mengajar di beberapa al-Hauzah Najaf, maka beliau berpeluang menjalinkan hubungan yang amat rapat dengan ulama-ulama dan tokohtokoh Syiah. Antaranya Kasyif al-Ghito’, Al-Khu’i, Al-Sadr , al-Khomeini, dan Abd Al-Husain Syarafuddin yang selalu berulang-alik ke Najaf. Tambahan pula ayah penulis juga merupakan antara ulama Syiah. Beliau kemudian meninggalkan Syiah
Assalamu ‘alaikum
Kepada penganut Syiah apapun ordo dan sektenya silahkan saja anda menikmati ajaran anda dengan Bebas sesuai kehendak hati anda semua. Tapi jangan sekali-kali mengaitkan kesyiahan anda dengan Dien Islam yang telah diridlai oleh Allah. Anda memiliki keyakinan yang aneh,sesat dan menyesatkan. Kalau anda membenci para sahabat serta mencap mereka semua sebagai murtad sepeninggal Rasulullah, itu saja sudah menyebabkan ajaran ini sesat dan kafir, apalagi konsep dari agama syiah berkaitan dengan kematian calon imam yang ke tujuh yaitu Ismail bin Ja’far Shadiq, ajaran anda MENYALAHKAN Allah Azza Wa Jalla dengan konsep “al-Bada’” cobalah anda renungkan sendiri. Mana mungkin Allah bisa salah dalam mewasiatkan nama-nama para imam yang akan memimpin umat. mana mungkin Allah yang maha mengetahui segala sesuatu tidak tahu kalau calon imam Ismail akan mati muda sehingga harus digantikan oleh saudaranya. Jadi bukanlah saya mengkafirkan ajaran syiah melainkan ajaran itu sendiri memproklamirkan diri sebagai Kafir!! belum lagi bukti bukti lain. Cobalah anda pelajari agama syiah anda dengan hati yang tulus dan ikhlas serta terbuka dimulai dari Kitab kitab anda sendiri seperti kitab ushulul kaafi yang saya yakin anda tidak memilikinya karena memang disembunyikan dari anda oleh antek-antek setan. sehingga anda merasa benar dengan ajaran itu. Kepada Saudaraku sesama muslim harap merapatkan barisan mencegah invasi syiah dalam lingkungan anda masing-masing karena sejarah telah berbicara berkali-kali tentang pembantaian orang Islam oleh orang orang syiah. WASPADALAH ini BUKAN FITNAH.
29 Responses for "Membedah Kesesatan Aqidah Syiah"
Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ?
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.
Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.
Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).
1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad
3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.
4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.
5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhu
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.
7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.
9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).
10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil
Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).
11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.
14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.
Syiah : Khamer/ arak suci.
15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).
17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).
18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.
19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).
Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.
Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).
Masihkah mereka akan dipertahankan sebagai Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).
Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).
Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.
Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.
Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.
Knapa mesti sesama ummat muhammad saling mencaci padahal ada bahaya laten komunis n kapitalis membayangi kita? Ataukah kita hbskn energi hax untk itu. Bukankah ini kebodohan
Jawab:
kalo melawan bahaya laten kaum komunis dan kapitalis tukang becak juga tahu. Justru melawan bid’ah itu butuh ilmu dan yang melawan serta mengkritisi itu adalah ciri kepandaian dan orang berilmu bukan kebodohan…
Afwan, kok linknya error dan nggak bisa didownload
Jawab:
syukron atas infonya dan
alhamdulillah, sekarang audio kajian ini sudah bisa didownload
bagaimana kita mahu mengembalikan kesatuan islam sedunia kerana kapan dilihat syiah ini sudah menyeleweng terlalu jauh .dlm populasi kini syiah juga mempunyai pengikut yg ramai.oic. no function
assalamu’alaikum.. cuma mau tanya, apakah sdr harlan pernah berdiskusi langsung dgn ulama2 syi’ah? syi’ah yg mana? krn yg sesat pun tdk hanya di syi’ah tp di sunni pun byk.. mohon tdk menggeneralisir sblm kita paham sedalam2nya ttg syi’ah.. wassalam
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagi yang ingin tahu tentang syi’ah bisa mengklik link berikut ini :
http://muslim.or.id/tag/agama-syiah
Dengan memahaminya insya allah kita akan mengetahui bahwa syi’ah itu bukan agama islam, tapi sudah merupakan agama baru, karena mereka mengingkari banyak hal-hal yang datang dari islam itu sendiri,
Bagi yang ingin memiliki artikel tentang kesesatan syi’ah ini bisa menghubungi email saya di abu.aisyah77@gmail.com
Insya Allah nanti saya kirimkan via email
Mudah-mudahan bisa memberi pencerahan, karena banyak masyarakat indonesia khususnya yang tidak mengetahui hal ini, sehingga karena ketidaktahuannya itu membuat mereka ikut pemahaman orang syi’ah ini, bahkan ikut membela mereka, dan mencela orang yang membeberkan kesesatan ajaran syi’ah ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Awas… Yayasan Agama Syi’ah Di Sekitar Anda!!! (Penting)
Agama Sesat Syi’ah –Hadahumullah- tidak henti-hentinya mengincar mangsa di negeri kita. Melalui berbagai cara, mereka berusaha mendekatkan diri mereka kepada kaum muslimin untuk dengan misi penyebaran agama Sesat Syi’ah di Indonesia. Salah satunya dengan mendirikan berbagai yayasan “keislaman” untuk melancarkan makar Iblis mereka. Maka, berhati-hatilah wahai kaum muslimin terhadap yayasan-yayasan Agama Syi’ah yang akan mengancam aqidah kita dan keturunan kita…
Berikut ini kami bawakan daftar nama dan alamat yayasan Syi’ah di Indonesia (Semoga Allah memberi hidayah Sunnah kepada orang-orang Syi’ah). Maksud kami menampilkan daftar yayasan Agama Syi’ah disini dengan tujuan agar kaum muslimin dapat berhati-hati terhadap makar dan propaganda sesat Syi’ah. Dan salah satu pusat penyebaran Agama Syi’ah di Indonesia adalah kota Bandung bersama yayasan Muthoharinya dengan dedengkotnya seorang Syi’ah Rofidhoh DR. Jalaluddin Rahmat (biasa dipanggil dengan Kang Jalal – salah seorang dosen universitas ternama di kota Bandung). Semoga Allah segera membuka kedok orang ini yang sesungguhnya!!! Maka, berhati-hatilah wahai Umat Islam dari makar Syi’ah – Keturunan Babi dan Kera – .
DAFTAR YAYASAN AGAMA SYI’AH DI NUSANTARA
Yayasan Fatimah
JL. Batu Ampar III No.14 Condet Jakarta Timur, 13520
Tazkia Sejati Patra Kuningan IX No.6 Kuningan Jakarta Selatan
Yayasan Al Mahdi Jakarta Utara
Yayasan Al Muntazar Komp Taman Kota Blok E7/43 Kembangan Utara, Jakarta Barat
Yayasan Madina Ilmu Sawangan, Parung, Depok
Shaf Muslimin Indonesia Cawang
IPABI Bogor Yayasan Insan Cita Prakarsa Jl Lontar 4 No.9 Menteng Atas Jaksel
Islamic Center Jakarta Al Huda Jl Tebet Barat II No 8, Tebet, Jaksel, Indonesia 12810
Yayasan Asshodiq Jl Penggilingan No 16 A, RT01/07 Jakarta Timur
Pengajian Ummu Abiha (HJ Andriyanti) Jl Pondok Hijau VI No.26 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310
Pengajian Al Bathul (Farida Assegaf) Jl Clilitan Kecil, Jaksel
Yayasan Babul Ilmi Jl Taman Karmila, Blok F3/15 Jatiwaringin Asri, Pondok Gede
Pengajian Haurah Jl Kampus I Sawangan Depok
MPII Jl Condet Raya 14 condet Jaktim 13520
FAHMI (Forum Alumni HMI) Depok Jl. Fatimah 323 Depok
Yayasan Azzahra Jl. Dewi Sartika Gg.Hj.M.Zen No 17, RT.007/05, Cawang 3, Jakarta Timur
Yaysan Al Jawad Gegerkalong Girang, No 92 Bandung 40015
Yayasan Muttahhari Jl Kampus II No 32 Kebaktian Kiaracondong 40282
Majlis Taklim Al Idrus Rt 04/01 Cipaisan, Purwakarta
Yayasan Fatimah Jl Kartini Raya No 11/13, Cirebon 45123
Yayasan Al Kadzim
Yayasan Al Baro’ah Gg Lenggang IV-66 Blok H, Bumi Resik Panglayungan, Tasikmalaya 46134 Jabar
Yayasan 10 Muharrom JL Chincona 7 Pangalengan Bandung
Majlis Ta’lim Annur Jl Otista No 21 Tangerang Jabar
Yayasan As Shodiq Jl Plesiran 44 Bandung 40132
IPABI PO BOX 509 Bogor Jabar
Yayasan As Salam Jl Raya Maja Utama 25 Majalengka Jabar
YAYASAN Al Mukarromah Jl Cimuncang No 79 Bandung Jabar Jl Kebun Gedang 80 Bandung 40274 Jabar
MT Al Jawad Jl Raya Timur No 321 Singaparna Tasikmalaya Jabar
Yayasan al Mujtaba Jl Walangi No 82 Kaum Purwakarta Jabar
Yayasan Saifik Jl Setiabudi Blok 110 No 11A/166 D Bandung, Jawa Barat
Yayasan Al Ishlah DRS Ahmad M.Ag
Jl Pasar Kramat No 242 Ps Minggu Cirebon, Jabar Yayasan Al-Aqilah Jl. Eksekusi EV No. 8 Komp. Pengayoman, Tangerang 15118
Banten – Indonesia
Yayasan Dar Taqrib Jl KH Yasin 31A PO BOX 218 Jepara Jawa Tengah
Al Hadi Pekalongan 51123 , PO BOX 88,
Yayasan Al Amin Giri Mukti Timur II/1003/20, Semarang Jawa Tengah
Yayasan Al Khoirat Jl Pramuka 45, RT 05/06 Bangsri Jepara Demak Jateng Desa Prampelan, Rt 02/04 No 50 Kec Sayung, Jateng
Yayasan Al Wahdah Metrodanan, 1/1 no 81 Ps Kliwon, Solo Jateng
Yayasan Rausan Fikr (Safwan) Jl Kaliurang Km 6, Gg Pandega Reksa No 1B Yogyakarta
Yayasan Al Mawaddah Jl Baru I Panaruban, Rt 02/03 Weleri, Kendal Jateng
Yayasan Al Mujtaba (BP Arman) Jl Pasar I/59, Wonosobo Jateng
Yayasan Safinatunnajah Jl Pahlawan, Wiropati 261, Desa Pancur wening Wonosobo Jateng
Yayasan Al Mahdi Jl. Jambu No.10, Balung, Jember Jawa Timur 68161
Majlis T’lim Al Alawi Jl Cokroaminoto III/254, Probolinggo Jawa Timur
Yayasan Al Muhibbiin Jl. Kh Hasan No.8, Probolinggo, Jawa Timur
Yayasan Attaqi Kedai Hijau, Jl. RA Kartini No.7 Pandaan Pasuruan Jatim
Yayasan Azzhra Sidomulyo II No 38, Bululawang Malang Jawa Timur
Yayasan Ja’far Asshodiq Jl KH Asy’ari II/1003/20 Bondowoso Jawa Timur 68217
Yayasan Al Yasin Jl. Wonokusumo Kulon GG 1/No.2 Surabaya
Yayasan Itrah PO BOX 2112, Jember Jawa Timur
Yapisma Jl. Pulusari I/30, Blimbing, Malang Jawa Timur
Yayasan Al Hujjah Jalan Sriwijaya XXX/5 Jember Jawa Timur
Yayasan Al Kautsar Jl.Arif Margono 23 A, Malang Jawa Timur
YAPI Jl Pandaan Bangil, Kenep Beji, Pasuruan Jatim
Yayasan AL Hasyim Jl Menur III/25A Surabaya
Yayasan Al Qoim Jl Sermah Abdurrahman No 43, Probolinggo Jawa Timur
FAJAR
Al-Iffah Jl. Trunojoyo IX / 17 Jember
Yayasan BabIlm Jl. KH. Wahid Hasyim 55 Jember 68137. Jawa – Timur Telpon : 0331-483147 PO. BOX : 232
Yayasan al-Kisa’ Jl. Taeuku Umar Gg. Sesapi No. 1 Denpasar Bali
Al-Hasyimi Toko al-Kaf Nawir Jl. Selaparang 86 Cakranegara Lombok
Yayasan Al Islah Kopm Panakkukang Mas II Bloc C1/1 Makasar 90324
Yayasan Paradigma Jl Sultan Alaudin no 4/lr 6
Yayasan Fikratul Hikmah Jl Sukaria I No 4 Makasar 90222
Yayasan Sadra Makasar
Yayasan Pinisi JL Pontiku, Makassar, Sulsel
Yayasan LSII JL Veteran Selatan, Lorong 40 No 60 Makasar
Yayasan Lentera Jl. Inspeksi Pam No. 15 Makassar
Yayasan Nurtsaqolain Jl Jendral Sudirman No 36A Palopo Sulsel Belakang Hotel Buana
Yas Shibtain Jl Rumah Sakit no 7 Tanjung Pinang Kep Riau
Yayasan Al Hakim Pusat Perbelanjaan Prinsewu, Bolk B Lt2, Lampung Selatan 35373
Yayasan Pintu Ilmu Jl Kenten Permai, Ruko Kentan Permai No.7 Palembang 30114
Yayasan Al Bayan Jl Dr. M. Isa 132/795 Rt 22/8 Ilir Palembang
Yayasan Ulul Albab Jl Air Bersih 24 D Kutabelang Loksumawe Aceh
Yayasan Amali Jl. Rajawali. Komp. Rajawali I No. 7 Medan 20122
Kumail Jl. Punai 2 No. 26 Kuto Batu Palembang
Yayasan Al Muntadzar Jl Al Kahoi II no 80, Samarinda Kalimantan Selatan
Yayasan Arridho Jl A Yani KM 6-7 No 59 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Us Ali Ridho Alatas Jl. Sungai Ampal No.10 Rt43/15 Sumberjo, Balikpapan, Kalimantan Timur
Madrasah Nurul Iman Selat Segawin, remu Selatan No 2 Sorong Irian Jaya
Sumber: Yayasan Fatimah
Bisa juga melihat di situs
http://hakekat.com/
Untuk kesesatan syi’ah ini bisa juga melihat di situs
http://hakekat.com/
Tolong jangan menghancurkan islam dengan menulis sesuatu diatas kebohan antum sendiri.ana persilahkan sapa saja yang ingin mengetahui tentang syiah ke ana tampa harus memecah belah ukhuwah islamiyah
hentikanlah mensesatkan syiah,jangan2 kamu yang sesat he..he…mudah banget mencap orang sbg sesat,kafir dsb…
hati2 menggunakan stigma sesat pada mazhab lain yang bukan mazhabmu. ayo kita debat terbuka,agar tau siapa yang sesat
@ikmal (no 5) mendukung, perlu cek dan ricek apakah saudara harlan sudah pernah berdiskusi dengan ulama syiah ? jangan samapi tulisan-tulisan dan propaganda seperti ini menjadi fitnah sebelum kita sendiri punya pengetahuan yang cukup tentang hal ini.
@Harlan (no 2) dalam menjawab pertanyaan saudara Iyan, Akhlak anda tidak terpuji dengan mencela/ mendiskreditkan tukang becak. secara tidak langsung anda mengatakan bahwa semua tukang becak adalah bodoh dan anda lebih pintar dari mereka.
~dari yang pernah mengayuh becak dan bukan syiah~
Akibat Praktek Nikah Mut’ah
“Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak, “Tidak mungkin!!!”
Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut’ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “, seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273. Berikut ini kisah selengkapnya:
Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vaginal discharge).
Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.
Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.
Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.
Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.
+ “Saudari masih kuliah?”
- “Masih dok”
+ “Semester berapa?”
- “Semester tujuh dok!”
+ “Fakultasnya?”
- “Sospol”
+ “Jurusan komunikasi massa ya?”
Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.
- “Kok dokter tahu?”
+ “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”
Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.
+ “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?
Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.
- “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”
+ “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”
Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.
- “Saya dari Pekalongan”
+ “Kost-nya?”
- “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”
+ “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”
- “Ya,..kadang-kadang Dok!”
+ “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”
Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.
- “Bang Jalal siapa?”
Tanyanya dengan nada agak tinggi.
+ “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”
- “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”
+ “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”
Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.
- “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”
Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.
+ “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”
- “Sakit apa dok?”
Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.
+ “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”
Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,
- “Tidak mungkin!!!”
Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.
Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah. Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.
+ “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”
Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu. Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.
- “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata
+ “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”
- “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”
+ “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”
Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.
+ “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”
- “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”
Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..
+ “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??
Pasien terakhir itu mengangkat muka,
- “Iya dokter! Apa maksud dokter”?
+ “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!
- “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.
+ “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.
- “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”
Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.
+ “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.
- “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”
Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.
+ “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.
- “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”
Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.
- “Berapa Dok?”
+ “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.
Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung
- “Terima kasih Dok,…….permisi”
Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu.
Sumber : http://www.islam-indo.org/aliran-pemikiran/syiah/157-akibat-praktek-nikah-mutah.html
1. Tanpa kita sadari jangan-jangan kita bagian dari kaum yang membusukan Islam, tidak bedanya dengan Yahudi, Nasrani dan mereka yang membenci islam. Hanya saja bahasa kita saja berbeda, dengan mereka. Cinta dalam kata, buruk dalam pikiran.
2. Kenapa kita jadikan syiah dua sekte yang saling sesat-menyesatkan ? Kenapa kita tidak jadikan duanya bersaudara yang saling menutupi kelebihan dan kekurangan ?
3. Saatnya kita jadikan diri kita muslim yang humanis, bukan arogan. Muslim yang menjadikan diri kita bagian dari Rahmat Allah SWT.
Syi’ah sudah ada sejak zaman ulama besar dulu, sejak zaman imam 4 madzhab sudah memberikan gelar sesat kepada mereka…Rafidhah, dan ingat mas,…kita tidak bisa menyatukan kesesatan dengan cahaya Islam
Salah satu kelemahan kita yang menyebut diri “AHLU SUNNAH” adalah mengutamakan EMOSI daripada keILMIAHAN. Boleh jadi mereka dan KITA malah menjadi korban KONSPIRASI INTERNASIONAL yang senantiasa mengadu domba UMAT ISLAM SEDUNIA. kita seyogyanya segera BERMAWAS DIRI dan merasa malu dengan Titel “AHLU SUNNAH” (dengan beragam pilahan mazhab dan aliran pemikiran yang begitu banyak), namun tidak malukah kita bila secara SADAR atau pun TIDAK menjauh dari SUNNAH RASUL SAW ??. Sebagaimana sindiran buat “Ahlil Kitab (Israel” namun membelakangi “Kitab-kitab Suci dari Allah SWT” sepanjang sejarah kemanusiaan.
dear all…
knp pr ulama ahlusunnah tdk prnh mncritakan kisah al ghadir….dmn telah turun ayat dan Rasulullah sndiri yg mnympaikahn di hadapan 100 rb org yg hadir, bhwa imam Ali as adalah washi (pgnti) beliau…..tp kbnyakan mereka menutup2inya….smg Allah mberikan hidayah kpd kita smua…amien
slawat & slam utk al mustofa saw & al murtadho as serta ahlul baitnya
untuk say: bukan gak pernah bercerita tentang al ghadir, emang kejadian itu gak pernah ada bahwa rasulallah tidak pernah memberikan washi kepada ali untuk menjadikan penggantinya. itu kan cuma karangan org2 syiah aja
Setahu saya buku2 Ahlussunnah memuat tentang Hadis Ghadir, hanya saja para ulama mengartikan hadis “man kuntu maula fa haza Aliun maulahhu” dengan arti yang berbeda dengan ulama syiah.
kalau ulama Alhus Sunnah mengartikannya ” barang siapa yang menjaikan aku sebagai kawan, sahabat atau pelindungnya maka
Ali adalah kawan, dan sahabat adalah pelindungnya juga”
sedangkan Ulama syiah mengartikan “barang siapa yang menjadikan diriku sebagai pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya juga”
dari dua arti berbeda ini maka berbeda pula panangan dua Aliran besar itu.
Jadi bukan tidak ada peristiwa al Gadir
Ada hanya saja Sunnah dan Syiah berbeda dalam menggartikan kejadian tersebut.
silahkan baca tafsir dur mansur karya Imam suyuti (satu diantara dua pengarang tafsir jalalain juga pengarang kitab Al Itqan) tentang ayat yang berbunyi “Ya Ayuhan nabi baligh ma unzila ilaika min robbik, fain lam tafal fama ballaghta risalatahu”
Kepalsuan Kisah Pasien Terakhir
Posted on September 26, 2009 by secondprince
Kepalsuan Kisah Pasien Terakhir
Belum lama ini beredar cerita murahan di internet yang disebarluaskan oleh mereka yang mengaku pengikut salafiyun. Kisah yang katanya tragis dari seorang perempuan yang katanya penganut Syiah. Kisah mengenai penyakit yang diderita akibat melakukan nikah mut’ah. Kisah ini dapat anda lihat disini
* Akhir Petualangan Si Pasien Terakhir
* Kisah Tragis Pengikut Aliran Sesat
Kesan pertama kami saat membaca kisah ini adalah aneh alias ada yang janggal dan setelah membaca kisah ini maka kami dapati bahwa kisah ini palsu alias tidak berdasar. Sebaik-baik bukti kepalsuan kisah ini justru berada di dalam isi kisah tersebut. Kajian ini hanyalah analisis kami mengenai kisah tersebut, sebelumnya saya ingatkan analisis ini tidak akan membahas soal nikah mut’ah yang kontroversial itu. Pembahasan tentang hukum nikah mut’ah sudah cukup banyak dipaparkan baik oleh Sunni maupun Syiah, dan silakan ambil yang menurut anda benar.
Mengapa kisah pasien terakhir tersebut kami katakan palsu?. Petunjuk pertama kepalsuan kisah tersebut adalah tidak jelas dari mana sumbernya. Sumber infonya tidak valid (dari buku yang tidak tahu juga tuh penulis mengambil dari mana), yah kalau dalam ilmu hadis mah kisah seperti itu tidak ada sanadnya. Maksudnya begini, di dalam kisah tersebut terdapat dialog antara dokter dan pasiennya yang bersifat rahasia dan tentu dialog seperti ini hanya bisa diketahui oleh
* Dokter yang bersangkutan
* Pasien yang bersangkutan alias perempuan malang tersebut
Anehnya format cerita adalah dalam bentuk orang ketiga. Si pencerita memposisikan diri sebagai orang luar yang menceritakan dialog antara dokter dan pasien. Tidak ada dalam kata-kata tersebut pengakuan bahwa yang bercerita adalah dokter yang bersangkutan atau malah pasiennya sendiri. Nah siapakah pihak ketiga yang tidak jelas ini dan bagaimana bisa dia mengetahui dialog rahasia tersebut?. Apalagi yang cukup mengagumkan adalah pemaparan yang terlalu detail bahkan sampai ke pikiran atau lamunan orang lainpun bisa diketahui oleh pihak ketiga tersebut. Simak bagian cerita yang ini
Di ujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan akne vulgaris (jerawat) yang ia alami.
Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan Syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.
Dokter Hanung mengerutkan keningnya men-dengar jawaban pasien terakhirnya itu. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisanya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya
Si Pencerita ini memang sungguh luar biasa, kemampuannya memaparkan detail peristiwa sampai ke pikiran dan perasaan orang lain patut diacungi jempol. Tapi masalahnya bagaimana dia tahu?. Lain halnya kalau cerita itu fiktif belaka maka sudah pasti si pencerita tahu segalanya sampai ke pikiran dan perasaan orang, lha kan dia yang buat cerita.
Petunjuk kedua kepalsuan kisah ini adalah matan(isi) kisah tersebut mungkar. Kemungkarannya terletak pada aspek kerahasiaan. Dialog antara dokter dan pasien di klinik bersifat rahasia dan itu tercatat atau terdokumentasi dalam apa yang disebut Rekam Medis. Apa yang terjadi di antara dokter dan pasien dimulai dari identitas, anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium dan terapi adalah isi rekam medis yang sifatnya rahasia. Hal ini tidak begitu mudahnya menjadi makanan publik. Hukum dan Etika kedokteran jelas sangat melindungi isi rekam medis. Silakan pembaca googling soal Rekam Medis dan aspek hukumnya agar mengetahui dengan jelas apa yang saya maksud. Kisah tersebut mungkar karena memaparkan isi rekam medis yang bersifat rahasia yaitu identitas, anamnesis, diagnosis dan hasil laboratorium pasien
Identitas penderita yang dapat dilihat dari penggalan cerita yang ini
“Saudari masih kuliah?”
“Masih Dok”
“Semester berapa?”
“Semester tujuh Dok”
“Fakultasnya?”
“Sospol”
“Jurusan komunikasi massa ya?”
Kali ini ganti pasien terkahir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.
“Kok dokter tahu?”
“Aah,…….. tidak, hanya barang kali saja!”
“Saya dari Pekalongan”
“Kost-nya?”
“Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”
“Di kampus sering mengikuti kajian islam yaa”
“Ya, … kadang-kadang Dok!”
“Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”
Identitas perempuan bercadar tersebut lumayan detail yaitu Mahasiswa Semester 7 Fakultas Sospol jurusan komunikasi massa dari pekalongan tinggal ngekos di Wisma Fathimah Jln Alex Kawilarang 63. Kira-kira dengan info seperti ini siapa sebenarnya perempuan tersebut (kalau memang ada) akan mudah sekali diketahui (oleh orang yang ada disana tentunya).
Anamnesis antara dokter dan pasien benar-benar jelas dalam kisah tersebut. Pembaca seolah dibuat ikut menyaksikan secara langsung dialog tersebut. Tapi poin penting yang sangat rahasia adalah isi rekam medis yang meliputi Keluhan utama pasien yang tampak dari penggalan cerita
Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vagina discharge).
Diagnosis Pasien dan Pemeriksaan Laboratorium yang tampak dari penggalan cerita
“Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboratorium semuanya menyokong diagnosis gonore, penyakit yang disebabkan hubungan sexual”.
Secara hukum isi rekam medis adalah milik pasien dan hanya bisa dipaparkan atas permintaan pasien sendiri atau oleh dokter yang bersangkutan demi kepentingan peradilan atau hukum. Pemaparan seenaknya kepada publik tanpa kepentingan apapun melanggar kerahasiaan rekam medik secara hukum.
Apakah Pasien sendiri yang mengungkapkan kisah ini?. Melihat cerita tersebut maka hal tersebut mustahil dengan alasan
* Pasien yang bersangkutan tentu tidak akan mau membuka aibnya sendiri apalagi dijadikan makanan publik yang tersebar kemana-mana. Mau ditaruh dimana itu muka? Dan tolong diperhatikan identitas pasien tersebut terlalu detail (alamat, jurusan dan fakultas) sehingga tidak mungkin kalau pasien sendiri yang bercerita. Jika anda pasiennya adalah lebih masuk akal kalau anda merahasiakan identitas diri agar tidak mempermalukan diri sendiri.
* Pasien mengaku mahasiswa jurusan sospol tetapi penceritaannya menggunakan bahasa medis seperti disuria, vaginal discharge, gonore, pioderma dan akne vulgaris. Lebih mungkin kalau yang bercerita adalah orang yang berkecimpung di bidang medis.
Apakah sang Dokter yang mengungkapkan kisah ini?. Hal ini juga mustahil dengan alasan
* Dokter tidak memiliki hak atas isi rekam medis, isi rekam medis sepenuhnya milik pasien dan dokter hanya bisa mengungkapkan isi rekam medis dalam kepentingan hukum atau peradilan.
* Seorang dokter tahu betul akan kerahasiaan isi rekam medis, jadi jika ia yang memaparkan cerita ini maka ia pasti akan memberikan penjelasan terlebih dahulu seputar masalah kerahasiaan rekam medis. Ia akan menjelaskan dengan detail bagaimana bisa ia punya hak untuk menceritakan kisah yang didalamnya terdapat isi rekam medis pasiennya sendiri. Sayang sekali dalam cerita pasien terakhir ini tidak ada sedikitpun penjelasan sang dokter soal rahasia rekam medis.
* Secara etika seorang dokter akan menghindari penjelasan yang terlalu detail mengenai identitas pasien ataupun diagnosis pasien, apalagi untuk dipaparkan kepada publik padahal tidak ada kepentingan hukum yang mendesaknya.
Kalau bukan pasien dan dokter lalu siapa? Sepertinya kembali ke pihak ketiga yang tidak jelas juntrungannya. Dan seandainya diketahui siapa pihak ketiga ini maka perlu dipertanyakan bagaimana bisa ia mengetahui isi rekam medis yang nampak dalam kisah tersebut. Ujungnya juga balik lagi dari pasien sendiri atau dokter, lha mereka mustahil bercerita, nah lantas dari mana, dapet wangsit atau bisikan-bisikan atau kabar dari langit
Dalam cerita di atas juga ada kejanggalan, jika seorang wanita dinyatakan menderita gonore maka seorang dokter sudah seharusnya bertanya mengenai status perempuan tersebut apakah memiliki suami atau tidak?. karena jika memiliki suami maka dokter akan menyarankan agar suaminya juga ikut diperiksa. Anehnya hal penting seperti ini tidak ada dalam kisah tersebut. Hal janggal lain adalah seorang dokter dalam kasus seperti itu seharusnya menjelaskan aspek terapi secara lebih detail kepada pasien dimulai dari penggunaan obat, apa, bagaimana dan berapa lama, biaya obat yang sanggupkah dibeli pasien dan usaha pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular ke pasangan pasien (ada juga malah justru kembali melanggar rahasia isi rekam medis). Aspek seperti ini tidak muncul dari dokter di kisah tersebut yang ada si dokter hanya memberi secarik kertas resep saja, seolah semuanya akan terjelaskan begitu saja. Hal yang menguatkan bahwa kisah ini hanyalah rekaan. Jika pencerita saja bisa menceritakan dengan detail soal pikiran dan lamunan serta kondisi kamar periksa dokter meliputi meja kamar tidur dan posisi wastafel, kok penjelasan dokter soal terapi malah tidak ada. Aneh bin ajaib
Kebatilan lain dari kisah tersebut adalah ada unsur yang dapat menyebabkan munculnya fitnah yaitu seputar identitas alamat pasien atau fakultas dan jurusan mahasiswa. Kisah ini dapat memicu munculnya anggapan yang tidak-tidak dari publik kepada orang-orang yang ada kaitan dengan alamat, fakultas atau jurusan yang dimaksud. Hal ini memperkuat kemustahilan pasien atau dokter untuk memaparkan kisah seperti ini ke publik. Sepertinya kisah murahan ini tidak lain dibuat hanya untuk merendahkan mahzab tertentu atau orang-orang tertentu. Menurut anda etiskah menyebutkan nama-nama seperti Jalaludin Rakhmat dan Ahmad Baraghbah (sepertinya pencerita juga salah dalam menyebutkan nama) dalam kisah ini?. Yang menarik perhatian, cerita murahan seperti ini justru getol sekali disebarkan or dikopipaste oleh mereka yang mengaku pengikut salafiyun. Mereka yang katanya berpegang pada kabar-kabar shahih ternyata berhujjah dengan kisah palsu untuk merendahkan mahzab yang tidak mereka suka atau merendahkan orang-orang tertentu (segitu putus asanya mereka sampai berhujjah dengan kisah yang dibuat-buat). Lucu juga kalau melihat orang yang sok berjalan di atas jalan yang lurus bahkan tidak bisa menilai suatu kabar yang valid atau sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Akhir kata ini hanya sebuah analisis singkat dan apa adanya sesuai data yang ada.
Salam Damai
sumber: http://secondprince.wordpress.com/2009/09/26/kepalsuan-kisah-pasien-terakhir/
untuk menjawab HAKEKAT.COM, bisa dilihat disini
http://satriasyiah.wordpress.com/
makasih
Tolong sebutkan sy ini ada di Ahlussunnah atau Syi’ah? Sy belajar dr kecil Fikih nya Imam Syafi’i dan diamalkan smpai sekarang. Stelah sering baca buku, dgr berita, bertanya ke ahli politik, sy heran knp Iran dan Hizbullah yg dimusuhi Yahudi&Nashoro? Sdangkan Alqur’an mnjelaskn bhw: “mereka tdk akan ridho sblm muslimin mngikuti mrk”. Nah Yahudi& Nashoro malah jelas2 akrab dgn Negara2 Islam terutama Saudi, Kueit, dll. Makanya soal Politik sy ikuti Iran yg benar2 menjalankan Syariat Islam Tulen. Apakah sy punya golongan tersendiri?
Assalamualaykum,
Untuk lebih memahami Sunni dan Syiah kita tidak bisa hanya pakai dalil2 agama tapi kita hurus mempatkan diri kita pada suasana waktu dulu dari segi politik/kekuasaan, perlu diingat Islam tidaklah melulu masalah agama tapi juga politik.
Beruntung kita berada di Indonesia dan seyogyanya lebih mudah menghayati, karena situasinya seperti pada tahun 1966an den masa Soeharto, dimana keluarga Bung Karno dipinggirkan dan Nama serta ajaran Bung Karno dicoba untuk dilupakan, kita masih ingat bahkan Gelora Bung Karno pun diganti namanya menjadi Gelora Senayan , dan puncak Soekarnopura pun diganti namanya, kenapa ? karena nama Soekarno berbahaya apalagi keluarga Soekarno yang membawa nama Soekarno sangat berbahaya untuk kekuasaan dan kestabilan penguasa Orba, dan ini terbukti dengan naiknya Megawati kepuncak kekuasaan pada masa reformasi.
Nah peristiwa setelah wafatnya Rasul s.a.w. dan masa sesudahnya kira2 seperti itulah, wajar saja kalau Ahlulbayt dipinggirkan, bisa dibayangkan pengaruhnya yang luar biasa.
Wallahu a’lam
Assalamualaikum,
Saudara pembaca boleh menambah pengetahuan mengenai Ugama Syiah melalui siri video di bawah ini yang di petik dari satu seminar :
UGAMA SYIAH : VIDEO
http://aburedza.wordpress.com/2009/11/21/ugama-syiah/
Nikah Mut’ah : Pengalaman Bersama Imam Khomeini[1]
Oleh : Al-Syeikh Al-Allamah Dr. Sayid Husain Al-Musawi Al-Husaini[2]
Ketika Imam Al-Khomeini tinggal di Iraq, kami berulang alik menemuinya dan menimba ilmu daripadanya sehingga hubungan kami dengannya menjadi rapat. Pernah sekali aku mendapat peluang musafir bersama beliau setelah beliau mendapat jemputan dari bandar Tal’afir, sebuah bandar yang terletak di barat Mausil2 yang jauh perjalanannya sekitar sejam setengah dengan menaiki kereta. Beliau telah mengajak ku untuk musafir bersamanya, maka aku pun bermusafir bersamanya. Mereka menyambut dan memuliakan kami selama tempoh kami tinggal bersama di salah sebuah keluarga Syiah di sana. Mereka berjanji akan menyampaikan ajaran Syiah di tempat tersebut dan mereka masih menyimpan gambar kenangan bersama kami yang diambil di rumah mereka.
Setelah selesai tempoh musafir, kami pulang. Ketika dalam perjalanan pulang ke Baghdad, Imam Al-Khomeini ingin berehat daripada keletihan musafir, lalu beliau menyuruh kami menuju ke kawasan Al ‘Atifiah yang merupakan tempat tinggal seorang lelaki berasal daripada Iran yang dikenali dengan Sayid Shahib, yang mempunyai hubungan yang rapat dengan beliau. Sayid Shahib sangat gembira dengan kedatangan kami. Kami tiba di tempatnya waktu Zuhur. Beliau menyediakan makan tengah hari yang istimewa kepada kami dan memaklumkan kepada saudara maranya tentang kedatangan kami. Mereka hadir dan memenuhi rumah beliau menyambut kedatangan kami dengan penuh penghormatan.
Sayid Shahib meminta kepada kami supaya bermalam di rumahnya pada malam tersebut. Imam pun bersetuju. Kemudian apabila tiba waktu Isyak kami disediakan dengan makan malam. Para hadirin yang hadir mencium tangan Imam dan bersoal jawab dengannya. Ketika hampir tiba waktu tidur para hadirin bersurai kecuali ahli rumah tersebut. Imam Al-Khomeini melihat kanak-kanak perempuan berumur empat atau lima tahun dan kanak-kanak tersebut sangat cantik. Imam meminta daripada ayahnya Sayid Shahib untuk bermut’ah dengannya dan ayahnya bersetuju dengan perasaan sangat gembira. Imam Al-Khomeini tidur dan kanak-kanak tersebut berada dalam dakapannya. Kami mendengar suara tangisan dan teriakan kanak-kanak tersebut.
Apa yang penting ialah Imam telah melalui malam tersebut. Apabila tiba waktu pagi, kami bersama-sama untuk sarapan pagi. Imam telah melihat kepada ku dan mendapati tanda-tanda tidak puas hati yang lahir secara jelas di wajah ku; Bagaimana pada waktu itu beliau sanggup bermut’ah dengan kanak-kanak perempuan tersebut sedangkan di dalam rumah tersebut terdapat ramai wanita-wanita muda, baligh, berakal yang tidak menjadi halangan kepada beliau untuk bermut’ah dengan salah seorang daripada mereka. Kenapa beliau tidak berbuat demikian?
Beliau berkata kepada ku: Sayid Husain, apa pendapat kamu tentang bermut’ah dengan kanak-kanak perempuan? Aku berkata kepadanya: Kata pemutus adalah kata-kata kamu, perbuatan yang benar adalah perbuatan mu dan kamu Imam Mujtahid. Mana mungkin orang seperti ku berpandangan atau berpendapat melainkan apa yang telah kamu lihat dan katakan , -dan seperti diketahui tidak mungkin aku bertentangan dengan kamu-.
Beliau berkata: Sayid Husain, sesungguhnya bermut’ah dengan kanak-kanak tersebut adalah harus tetapi dengan bercumbu-cumbuan, berciuman dan tafkhiz[3]. Adapun bersetubuh, dia (kanak-kanak) masih belum mampu untuk melakukannya.
Imam Al-Khomeini berpendapat harus bermut’ah walaupun dengan kanak-kanak yang masih menyusu. Beliau berkata: Tidak mengapa bermut’ah dengan kanak-kanak yang masih menyusu dengan memeluk dan tafkhiz – meletakkan zakarnya di antara dua pahanya- dan bercumbuan.
Lihat kitabnya { 2/241 : تحرير الوسيلة masalah nombor 12}
___________
[1] Di petik daripada kitab “Pengakuan Ulama’ Syiah kepada Allah dan sejarah” dan kitab terjemahan bertajuk “Kenapa Aku Tinggalkan Syiah”. Buku ini sebenarnya satu lagi pendedahan secara akademik yang sekali gus membongkar beberapa perkara pokok pegangan Syiah Imamiah. Yang penting bagi setiap pembaca ialah dapat membezakan antara pegangan Imam-imam Dua Belas yang tulen dan penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa orang tokoh Syiah khususnya selepas tahun 329 H.
[2] Seorang ulama Najaf. Berdasarkan proses pengajian dan pengalaman beliau mengajar di beberapa al-Hauzah Najaf, maka beliau berpeluang menjalinkan hubungan yang amat rapat dengan ulama-ulama dan tokohtokoh Syiah. Antaranya Kasyif al-Ghito’, Al-Khu’i, Al-Sadr , al-Khomeini, dan Abd Al-Husain Syarafuddin yang selalu berulang-alik ke Najaf. Tambahan pula ayah penulis juga merupakan antara ulama Syiah. Beliau kemudian meninggalkan Syiah
[3] Meletakkan zakar antara dua paha
sumber : http://aburedza.wordpress.com/2009/11/11/nikah-mut%E2%80%99ah-pengalaman-bersama-imam-khomeini/
Assalamu ‘alaikum
Kepada penganut Syiah apapun ordo dan sektenya silahkan saja anda menikmati ajaran anda dengan Bebas sesuai kehendak hati anda semua. Tapi jangan sekali-kali mengaitkan kesyiahan anda dengan Dien Islam yang telah diridlai oleh Allah. Anda memiliki keyakinan yang aneh,sesat dan menyesatkan. Kalau anda membenci para sahabat serta mencap mereka semua sebagai murtad sepeninggal Rasulullah, itu saja sudah menyebabkan ajaran ini sesat dan kafir, apalagi konsep dari agama syiah berkaitan dengan kematian calon imam yang ke tujuh yaitu Ismail bin Ja’far Shadiq, ajaran anda MENYALAHKAN Allah Azza Wa Jalla dengan konsep “al-Bada’” cobalah anda renungkan sendiri. Mana mungkin Allah bisa salah dalam mewasiatkan nama-nama para imam yang akan memimpin umat. mana mungkin Allah yang maha mengetahui segala sesuatu tidak tahu kalau calon imam Ismail akan mati muda sehingga harus digantikan oleh saudaranya. Jadi bukanlah saya mengkafirkan ajaran syiah melainkan ajaran itu sendiri memproklamirkan diri sebagai Kafir!! belum lagi bukti bukti lain. Cobalah anda pelajari agama syiah anda dengan hati yang tulus dan ikhlas serta terbuka dimulai dari Kitab kitab anda sendiri seperti kitab ushulul kaafi yang saya yakin anda tidak memilikinya karena memang disembunyikan dari anda oleh antek-antek setan. sehingga anda merasa benar dengan ajaran itu. Kepada Saudaraku sesama muslim harap merapatkan barisan mencegah invasi syiah dalam lingkungan anda masing-masing karena sejarah telah berbicara berkali-kali tentang pembantaian orang Islam oleh orang orang syiah. WASPADALAH ini BUKAN FITNAH.
kalo ga ngerti syiah jgn ngomong,, ane bermahzab sunni tulen tp ga kaya ente menjelek2an syiah dengan ilmu pas2an lg,,,
Assalamu’alaikum..
Tambah wawasan Anda tentang Syi’ah
Download Kajian (Bantahan Syubhat Syi’ah)
http://www.radiomuadz.com/bantahan-syubhat-syiah/
Download Kajian (Ulama’ Syi’ah Yaqulun)
http://www.radiomuadz.com/download-rekaman-tabligh-akbar-biarkan-ulama-syiah-berbicara-tentang-agama-mereka/
Baarakallahu fiikum
Leave a reply